
~Jangan lupa like, komen, dan vote ya~
Zaenab yang masih dalam keadaan pingsan dan sekarang masih dalam perjalanan menuju rumah sakit WG
Setelah dua puluh menit dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit
Beberapa perawat membawa brankar untuk Zaenab dan segera membawa ke dalam ruang UGD
Anisah dan Zidan menunggu di luar dengan rasa cemas
Selama menunggu Anisah tidak berhenti memanjatkan doa untuk keselamatan putrinya
Dari kejauhan terlihat sosok perempuan berlari menghampiri Anisah
"Bagaimana keadaan kak Zaenab" tanya Rachel
"Dia masih dalam penanganan dokter" ucap Anisah
"Kenapa bisa kak Zaenab pingsan" tanya Rachel
"Mungkin karena terlalu banyak beban pikiran membuat dia sangat stres" jawab Anisah
Rachel, Anisah dan juga Zidan kembali duduk di bangku untuk menanti informasi dari dokter yang memeriksa Zaenab
Tiba tiba sosok dua perempuan menghampiri mereka dan salah satu dari mereka sudah dapat dikenali oleh Anisah
"Nyonya bagaimana keadaan nona Zaenab" tanya wanita itu
"Belum ada informasi dari dalam" jawab Anisah
"Dan siapa ini ley" tanya Anisah
__ADS_1
"Dia adalah salah satu pekerja di Mahardika Group" ucap Harley
"Lalu kenapa kamu bawa dia kesini"
"Dia adalah alat yang bisa menghancurkan Karin" ucap Harley
"Maksud kamu? "
Harley menceritakan semua kejadian di Mahardika Group beberapa jam yang lalu dengan jelas dan tanpa ada yang ditutupi
"Baiklah kalau seperti itu pekerjakan dia di rumah keluarga Wijaya dan apakah dia bisa menjaga rahasia ini" tanya Anisah
"Saya bisa menjaga rahasia nyonya.. ta-tapi kalau boleh tahu saya bekerja sebagai apa" tanya wanita yang di bawa Harley itu
"Kamu bekerja untuk menjaga Zaenab dan menyiapkan semua kebutuhan Zaenab" ucap Anisah
"Dan kamu bawa keluarga kamu untuk tinggal di rumah agar kamu aman dari bahaya" tambah Anisah
"Terima kasih nyonya" ucap wanita itu
"Saya Helin dan saya tinggal disini hanya bersama seorang anak perempuan namanya Chika" jelas Helin
"Kamu bisa tinggal bersama Chika di paviliun" ucap Anisah dengan penuh ramah
Rachel dan Zidan hanya diam tanpa bersuara walaupun mereka tahu betul apa yang sedang mereka bertiga bahas
Cklek..
Pintu ruangan akhirnya pun dibuka
"Bagaimana Dina apa kondisi Zaenab baik baik saja" tanya Anisah pada Dina ( Dokter pribadi keluarga Wijaya)
__ADS_1
"Dia terlalu stres dan tante Anisah tidak perlu khawatir dia sudah baik baik saja" ucap Dokter Dina
"Dan bila perlu buat Zaenab lupa dengan masalahnya dahulu seperti mengajak dia jalan jalan atau refreshing agar tidak mengganggu kondisi bayi yang sedang dia kandung" jelas Dokter Dina
"Apa tante bisa melihat keadaan dia" tanya Anisah penuh harapan
"Boleh" ucap Dokter Dina
Semua orang masuk ke dalam ruangan termasuk Dokter Dina
Zaenab perlahan mulai membuka matanya dan tangannya memegang kepalanya karena merasa sedikit pusing
"Kamu kenapa apa ada yang sakit" tanya Anisah
"Hanya pusing aja ma" ucap Zaenab
Zaenab mulai beranjak bangun dan menyandarkan punggungnya di sandaran dan melihat semua orang satu per satu
"Siapa dia ma" tanya Zaenab sambil menunjuk Helin
"Dia Helin dan dia akan membantu kamu dalam menyiapkan segala kebutuhan kamu" jelas Anisah
"Tapi kenapa wajahnya tidak asing bagiku" ucap Zaenab lirih
"Kak!! Bagaimana keadaan kakak" tanya Rachel mengganti topik pembicaraan
"Baik baik aja sih" jawab Zaenab
"Tadi aku dengar kakak habis check up bukan.. bagaimana hasilnya" tanya Rachel lagi
"Bayi yang ada di kandungan kakak ada empat jadi sebentar lagi kamu akan punya ponakan empat" ucap Zaenab bahagia
__ADS_1
"Empat!! Wah pasti nanti seisi rumah pasti ramai" ucap Rachel
Ucapan Rachel membuat semua orang tersenyum bahagia