Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 81


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~


Zidan mulai menurunkan Zaenab saat mereka sudah berada di samping meja mereka


"Kamu tuh ya.. lihat semua orang lihatin kita" gerutu Zaenab


"Maaf aku terpaksa angkat tubuh kamu soalnya aku lihat kamu lemas gitu" ucap Zidan membela diri


"Ya izin dulu atau apa gitu" gerutu Zaenab


"Hmm tante udah pesan makanan" tanya Zidan


"Belum tadi tante minta pelayannya pergi dulu" ucap Anisah


Zidan kembali memanggil pelayan dan pelayan yang sama datang menghampiri mereka


"Kamu mau makan apa" tanya Zidan


"Aku lagi pengen mangga muda" ucap Zaenab


Zidan terbelalak seketika mendengar permintaan Zaenab


"Euhh.. Selain mangga muda kamu mau minta apa" tanya Zidan


Zaenab mengerti tentang ucapan Zidan yang tidak bisa memenuhi permintaannya


"Aku mau steak daging" ucap Zaenab singkat


"Kalau minumnya mau apa" tanya Zidan lagi


"Manggo juice"


"Kalau mama mau apa" tanya Zidan


"Sama aja" ucap Anisah tidak berselera makan


"Kalau kamu gimana chel"


"Di samain aja"

__ADS_1


"Steak daging empat dan jus mangga nya empat juga" ucap Zidan pada pelayan itu dengan menggunakan bahasa Inggris


Beberapa menit kemudian pelayan itu datang dan menyajikan makanan di atas meja


Semuanya menyantap makanan tersebut sampai habis tanpa bicara


Selesai makan mereka masuk ke dalam mobil menuju rumah Zidan


Seorang supir yang di utus oleh papa nya Zidan untuk menjemput mereka


Satu jam berada di dalam mobil akhirnya mobil sudah masuk ke dalam pekarangan rumah


Rumah yang sangat mewah bernuansa putih dengan keamanan tingkat tinggi untuk menjaga keselamatan satu keluarga


Zaenab yang baru saja turun dari mobil seketika mengagumi kemewahan rumah Zidan


"Ini rumah kamu" tanya Zaenab


"Rumah keluarga" jawab Zidan dan membantu supir untuk mengeluarkan barang barang mereka dari dalam bagasi


***


Karin dan juga Fiko bermesraan di dalam ruangan Fiko


Pagi ini Karin ikut Fiko untuk menemani dia bekerja


"Kamu gak ke rumah sakit" tanya Fiko sambil menatap laptop di depannya


"Sudah lama kamu gak kembali bekerja" tambah Fiko


"Ya sudah aku ke rumah sakit dulu ya" ucap Karin lalu melepas pelukannya dari lengan Fiko


Karin keluar dari ruangan Fiko lalu turun ke lantai dasar dengan lift


Saat Karin keluar dari lift banyak orang yang tidak menghiraukan keberadaannya tanpa ada yang menyapa atau sekedar menundukkan badan


Banyak orang yang membenci sikapnya tapi bagi Karin tidak masalah asalkan bisa bersama Fiko


------------

__ADS_1


Di Inggris


Zidan dan di ikuti yang lain melangkah masuk ke dalam rumah mewah tersebut


Seorang pelayan menyambut kedatangan mereka


Zidan meminta Zaenab, Anisah dan juga Rachel untuk duduk di sofa ruang tamu


Sedangkan Zidan melangkah menuju kamar pribadinya tetapi ia tidak sengaja bertemu dengan mamanya


"Zidan!! " teriak mama Zidan


"Mama kangen sama kamu" tambahnya sambil memeluk tubuh kekar Zidan dan Zidan pun membalas pelukan dari sang mama


"Zidan juga rindu sama mama" ucap Zidan


"Euhmmm.. " perlahan Zidan mulai melepas pelukannya dan memberikan sedikit jarak


"Zidan mau bersih bersih sebentar"


"Ya sudah kamu pergi ke kamar kamu" perintah mamanya


"Ada keluarga om Raka di depan mama temani dulu ya" pinta Zidan


"Iya"


Zidan meninggalkan mamanya dan pergi ke kamarnya untuk mandi


Sedangkan mama Zidan menemui Keluarga Wijaya


"Anisah!! " ucap Mama Zidan menyambut mereka


"Reniya!! " ucap Anisah


Reniya dan juga Anisah saling berpelukan


"Siapa ma" tanya Zaenab


"Dia istri rekan kerja papa kamu dan mama pernah di kenalkan sama tante Reniya ini" jelas Anisah

__ADS_1


"Ouh.."


__ADS_2