
Satu minggu kemudian
"Hari ini saya bisa pulang kan dok" tanya Zaenab
"Bisa.. dan jangan terlalu strees nanti bisa buat kamu pusing" ucap dokter itu memperingatkan
"Iya dok"
"Saya kembali dulu ya" pamit dokter itu dan keluar dari ruangan Zaenab
"Mas.. ambilkan ponselku dong"
"Ini" ucap Fiko sambil memberikan ponsel Zaenab pada pemiliknya
"Makasih"
"Kamu mau ngapain" tanya Fiko yang melihat Zaenab mengotak- atik ponselnya
"Telepon dokter pribadi aku"
"Ouh"
Pembicaraan dalam telepon
"Halo dokter Dina" sapa Zaenab
"Iya nab ada apa"
"Apa kamu sudah pulang ke Indonesia"
"Sudah dan sekarang aku sudah ada di rumah"
"Ya sudah... kapan kamu pulang" tanya Zaenab
"Kemarin malam dan aku baru sampai pagi tadi.... apa kamu sudah keluar dari rumah sakit" tanya dokter Dina
"Hari ini aku baru diperbolehkan buat pulang"
"Apa aku harus ke rumah kamu sekarang"
"Kamu baru saja pulang dari luar negeri pasti capek jadi besok aja kamu ke rumah aku" ucap Zaenab
"Ya sudah... rumahnya tetap sama apa beda nih kan sudah nikah"
"Aku dirawat di rumah mama aja biar kamu gak perlu cari alamat baru aku" ucap Zaenab
"Ya sudah"
Zaenab mengakhiri pembicaraan mereka
"Mas" panggil Zaenab
"Ada apa"
"Aku dirawat di rumah mama ya" ucap Zaenab dengan ekspresi memohon
"Kenapa memangnya" tanya Fiko
"Dokter pribadi aku kan gak tahu alamat rumah kita jadi biar gak ribet kita tinggal di rumah mama aja buat sementara waktu"
"Ya udah iya" ucap Fiko menyetujui permintaan Zaenab
"Terima kasih... barang barang aku sudah siap"
"Sudah.. ayo kita pulang emang kamu gak bosan di rumah sakit terus"
"Ya udah ayo kita pulang" ucap Zaenab
__ADS_1
Fiko dan Zaenab berjalan berdampingan keluar dari rumah sakit. Di luar rumah sakit sudah ada Farel yang berada di dalam mobil menunggu Fiko dan Zaenab keluar dari dalam rumah sakit.
Setelah berada di depan loby Zaenab dan Fiko masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Farel
"Udah sehat nab" tanya Farel
"Ya sudahlah.. kalau belum kenapa dia keluar dari rumah sakit" gerutu Fiko
"Ya mungkin aja kabur dari rumah sakit" bantah Farel
"Mana ada cerita orang kabur lewat pintu utama"
"Hehehe"
Zaenab berdiam diri melihat perdebatan antara bos dan asistennya
"Rel.. kita pulang ke rumah mama ya" ucap Zaenab
"Mama siapa" tanya Farel polos
"Mama kamu" ucap Fiko yang kesal dengan Farel
"Buat apa nona Zaenab bertemu dengan mama saya"
"Kamu jadi orang jangan polos polos banget deh" ucap Fiko
"Mama aku maksudnya.. buat apa aku bertemu dengan mama kamu" ucap Zaenab
"Buat jadi menantunya" ucap Farel
"Dia udah punya suami" ucap Fiko dengan nada tinggi
"Ya kalau gak kakak nya kan bisa adiknya" ucap Farel yang tetap fokus mengemudi
"Maksud kamu.. kamu suka sama Rachel" ucap Zaenab
"Bercandamu gak lucu" ucap Zaenab dan Fiko bersamaan
Saat mengemudi tiba tiba Farel membelokkan arah mobil masuk ke dalam sebuah restaurant termahal di kota tersebut bisa disebut jika restaurant tersebut restaurant paling besar dan banyak di datangi pembeli.
"Kenapa belok" tanya Zaenab
"Laper.. " jawab Farel
"Terus.. " saut Fiko
"Sekali kali traktir napa.. aku laper nih" protes Farel yang kesal dengan kedua bosnya yang tidak paham dengan keinginannya
"Udah dari pada berdebat mulu gak ada selesinya kita masuk aja.. aku juga lapar nih" ucap Zaenab yang keluar lebih dulu dan diikuti oleh Fiko juga Farel
"Istrinya aja baik kenapa suaminya gak ya" ucap Farel
"Maksud kamu apa" tanya Fiko
"Gak ada apa apa itu cuma kenapa dindingnya ada disini ya" ucap Farel
"Gak jelas"
Farel, Zaenab dan Fiko sudah duduk di sebuah meja dan mulai memesan makanan
"Saya pesan satu porsi sate, nasi goreng, sama fried chicken dan minumnya jus jeruk" ucap Farel memesan makanan pada pelayan yang ada di sampingnya
"Saya pesan satu porsi fried rice dan minumnya jus mangga dan green tea" ucap Zaenab
"Kenapa minumnya dua sayang" tanya Fiko
"Itu kebiasaan aku.. setiap makan harus ada green tea" jelas Zaenab
__ADS_1
"Kamu pesan apa" tanya Zaenab
Fiko masih membolak-balikkan buku menu yang ada di tangannya tanpa bersuara sedikit pun
"Saya pesan soto daging dan minumnya coffe milk" ucap Fiko yang baru saja memesan makanan setelah diam tanpa suara dari tadi
Setelah semuanya memesan makanan pelayan restaurant itu kembali menuju dapur. Tidak lama kemudian pelayan yang sama kembali lagi dengan membawa makanan pesanan mereka bertiga dan meletakkannya di atas meja
Setelah makanan tersaji di depan mereka, mereka bertiga mulai melahap makanannya. Di tengah tengah makan Farel tiba tiba bertanya pada Zaenab
"Hmm.. ini makanan siapa yang bayar" tanya Farel
"Bayar masing masing" jawab Fiko
"Tadi katanya ditraktir kenapa sekarang jadi berubah" ucap Farel dengan wajah memelas
"Non bayarin ya" lanjut Farel pada Zaenab tetapi tidak ada jawaban dari Zaenab. Zaenab tetap fokus makan makanannya
"Non.." panggil Farel
"Jangan diganggu.. dia lagi fokus buat makan" ucap Fiko
"Kalian cepat makan jangan banyak bicara terus kita pulang" ucap Zaenab
"Kamu sudah selesai makan" tanya Fiko
"Sudah"
Farel dan Fiko mulai menghabiskan makan mereka sampai habis hanya dengan waktu hitungan menit
"Sudah" ucap Farel
"Kalau sudah ayo kita pulang" ajak Zaenab
"Kita gak bayar dulu ini makannya" tanya Fiko
Zaenab memanggil salah satu pelayan yang bekerja di restaurant tersebut. Pelayan tersebut mendatangi mereka bertiga dengan sebuah dokumen di tangannya
"Ini nona laporan keuangan bulan ini" ucap pelayan itu
"Kita minta bill bukan laporan keuangan restaurant ini.. kalau mau laporan itu pada pemilik restaurant ini bukan pada kami" ucap Fiko dan dibalas senyuman oleh pelayan itu
"Terima kasih ya" ucap Zaenab dan melihat isi dokumen tersebut
"Ada peningkatan pada bulan ini.. kerja kalian semua cukup bagus dan tingaktkan lagi ya" ucap Zaenab dan memberikan dokumen itu pada pelayan tadi
"Simpan di ruangan aku" ucap Zaenab
"Baik non" ucap pelayan itu dan pergi
Fiko dan Farel melihat mereka berdua dengan penuh tanda tanya di otak mereka yang ingin mereka tanyakan pada Zaenab.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu" tanya Zaenab
"Hmm.. " ucap Fiko yang ingin bertanya pada Zaenab tetapi tiba tiba terpotong
"Ayo kita pergi nanti aku jelaskan semuanya di mobil" ucap Zaenab dan pergi meninggalkan mereka berdua
Karena Zaenab sudah beranjak pergi akhirnya mereka berdua juga pergi menyusul Zaenab yang sudah berjalan lebih dulu.
Di dalam mobil suasana hening dan hanya terdengar lagu klasik yang sengaja diputar oleh Farel
"Zaenab.. maksudnya yang tadi itu apa" tanya Fiko
"Dulu sebelum papa meninggal aku mempunyai beberapa perusahaan yang berkembang di dalam maupun luar negeri dan selain perusahaan aku juga mempunyai beberapa restaurant di kota ini dan kota kota besar lainnya di negara ini" ucap Zaenab
"Lalu.." tanya Farel
__ADS_1
"Dulu papa yang menghandle Wijaya Group dan setelah papa meninggal akhirnya aku yang harus menggantikan posisi papa tetapi perusahaan yang aku bangun mulai dari nol tetap berjalan" jelas Zaenab