Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 88 Pernikahan kedua Zaenab


__ADS_3

**Jangan lupa like, komen dan juga vote ya


Dan untuk para readers,,, author mohon maaf sebesar besarnya karena telat update karena beberapa bulan sebelumnya akun NT saya error**


Tiga hari kemudian pernikahan Putri dan juga Zidan tiba


Anisah masuk ke dalam kamar putri sulungnya


"Putri apa kamu sudah siap" tanya Anisah


"Sudah ma" ucap Zaenab


Pernikahan mereka berdua diadakan di rumah Keluarga Wijaya dengan perayaan yang cukup meriah walau hanya di rumah


"Semua orang sudah menunggu kamu termasuk Zidan" ucap Anisah


Aku harus bisa melupakan Fiko karena bagaimanapun aku akan menghabiskan sisa waktu aku bersama dengan Zidan batin Putri


Mereka berdua turun lalu menuju sebuah salah satu ruangan besar yang ada di rumah tersebut dan telah dihiasi oleh dekorasi untuk pernikahan


Putri melangkah dengan anggun menuju ke pelaminan dan disana sudah ada Zidan dengan menggunakan jas berwarna putih senada dengan gaun yang dikenakan oleh Putri


Putri duduk di samping calon suaminya yang hanya tinggal beberapa menit lagi dia akan menjadi seoorang istri kembali


"Anda sudah siap" tanya penghulu


Raka menjabat tangan Zidan dan memulai ijab qobul


Semua orang dan para saksi mengucap kata SAH


Kini Putri sudah menjadi istri sah seorang Zidan


Putri mencium punggung tangan suaminya dan Zidan mengecup kening istrinya

__ADS_1


Zidan mulai menyematkan cincin berlian ke tangan Putri namun di jari manis Putri masih ada sebuah cincin dari Fiko


"Kenapa masih dipakai" tanya Zidan lirih dengan nada lembut


"Maaf aku lupa melepasnya" ucap Putri lirih


Zidan melepaskan cincin dari Fiko dan menggantikan dengan cincin dari dirinya


Zidan membuang cincin tersebut lalu menginjak dengan kakinya


"Masa lalu yang menyakitkan lebih baik dilupakan" ucap Zidan dan hanya dibalas sebuah anggukan dari Putri


Acara ijab qobul telah selesai dan kini berganti dengan acara resepsi. Putri dan Zidan diminta untuk mengganti pakaian mereka di kamar Zaenab


"Ini kalian segera berganti ya" ucap perias dan memberikan sebuah gaun dan setelan jas pada Putri kemudian pergi meninggalkan mereka berdua


Putri menutup pintu kamar mereka dan mendekati suaminya yang sedang merebahkan tubuhnya dia atas kasur


"Mas kamu ganti baju dulu" ucap Putri


"Sayang kita di suruh cepat gantinya" ucap Putri


"Udah gak masalah" jawab Zidan santai


Zidan bangkit dari tidurnya dan duduk di sebelah istrinya


"Ini baju kamu" ucap Putri lalu memberikan setelah jas pada suaminya


"Iya sebentar" ucap Zidan


"Terus kenapa kamu bangun" tanya Putri


Zidan tidak membalas ucapan istrinya melainkan mencium bibir istrinya

__ADS_1


Putri yang terkejut akan hal itu dia membelalakan matanya


Ciuman berlangsung lama dan semakin panas dengan membalas satu sama lain


Tangan Zidan mulai berkeliaran nakal masuk ke dalam gaun putih milik Putri


Putri menghentikan tangan suaminya dan berdiri dari duduknya


"Sayang sebentar aja" ucap Zidan memohon


"Tapi kita di suruh sebentar" ucap Putri menolak secara halus


"Sebentar aja" ucap Zidan kembali memohon dengan wajah memelas


Zidan beranjak berdiri tepat di depan istrinya dan mulai mencium kembali bibir istrinya tetapi tiba tiba pintu di ketuk dari luar


tok..


tok..


tok.


Putri membuka pintu kamarnya dan di depan ada mamanya dan juga Reniya


"Mama.. tante" panggil Putri


"Kenapa masih manggil tante sih kan sekarang kamu menantu mama" ucap Reniya


"Iya ma" jawab Putri


"Kalian sudah selesai ganti" tanya Mama Reniya


"Belum ma sebentar lagi" ucap Putri

__ADS_1


"Jangan lama lama ya" ucap Anisah


"Iya"


__ADS_2