Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 74


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan vote ya~


Di rumah Keluarga Wijaya


Anisah sedang bersantai di pinggir kolam renang sambil membaca majalah dan di sampingnya ditemani dengan secangkir teh dan juga biskuit


Seorang pelayan berjalan menghampiri dirinya dan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat


"Nyonya ada tamu yang sedang mencari anda" ucap pelayan itu


"Suruh temui saya disini" perintah Anisah


Pelayan itu keluar lalu kembali lagi dengan seorang laki laki di belakangnya


"Pergi!! " ucap Anisah dan melambaikan tangan sebagai isyarat meminta pelayan itu pergi


"Nyonya" ucap laki laki itu


"Bagaimana tugas kamu" tanya Anisah


"Sudah saya lakukan dan sebentar lagi berita itu akan tersebar luas jika ****** ********" ucap laki laki itu


Laki laki itu menggunakan topi dan masker serta jaket hitam yang membalut tubuhnya sehingga laki laki itu sulit dikenali


Terlihat senyuman manis terukir di bibir Anisah sambil memainkan ponselnya lalu memperlihatkan pada laki laki itu


"Sesuai janji saya dan sekarang kamu pergi sebelum ada yang tahu" ucap Anisah


Laki laki itu pergi dan kini tinggal Anisah sendiri yang sedang duduk di pinggir kolam


"Kamu harus rasakan akibat perbuatan kamu" gumam Anisah


Di dalam mobil Karin


Karin yang mengemudikan mobil karena melihat kondisi Fiko baru saja sembuh sehingga lebih baik Karin yang menyetir


Di tengah perjalanan tiba tiba Karin menghentikan mobilnya lalu bertanya pada Fiko yang ada di sampingnya


"Kita mau kemana" tanya Karin


"Pulanglah mau kemana lagi" ucap Fiko santai


"Kamu mau pulang kemana" tanya Karin

__ADS_1


"Ke rumah aku aja" ucap Fiko lalu memberitahukan alamat rumahnya dan Zaenab yang baru


Karin kembali menjalankan mobilnya dan tidak lama kemudian merek berdua sudah sampai karena memang alamat itu tidak jauh dari tempat mereka berhenti tadi


Setelah sampai Karin memapah Fiko berjalan hingga sampai di dalam rumah dan mendudukkan Fiko di sofa ruang tamu


Karin juga duduk di samping Fiko dengan anggunnya tetapi di balik keindahan tubuhnya Karin memiliki hati yang busuk


"Karin, aku gak mau lagi kalau harus kamu tinggalkan seperti dulu" ucap Fiko dengan raut wajah serius


"Maksud kamu apa" tanya Karin yang pura pura tidak tahu arah pembicaraan Fiko nanti


"Aku mau menikah sama kamu" ucap Fiko


"Lalu istri kamu bagaimana" tanya Karin dengan sedikit senyuman licik di wajahnya


"Aku akan menceraikan Zaenab" ucap Fiko


"Terserah kamu aku ikut aja"


"Jadi kamu mau menikah sama aku" tanya Fiko dengan mata berbinar binar dan dibalas anggukan kepala Karin


Setelah satu jam perjalanan akhirnya Zaenab dan Zidan sudah berada di halaman Rumah Keluarga Wijaya


Zaenab turun lebih dulu dan meninggalkan Zidan yang masih berada di dalam mobilnya


Anisah yang sedang bersantai di pinggir kolam mendengar suara tangisan Zaenab segera beranjak berdiri dan menghampiri Zaenab


Zaenab langsung masuk ke dalam kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang


Di bawah Anisah berpapasan dengan Zidan dan melihat ke arah atas


"Ada apa" tanya Anisah


"Kenapa Zaenab sampai menangis" tambah Anisah


"Lebih baik kita duduk dulu baru saya jelaskan" ucap Zidan


Anisah dan Zidan duduk di sofa ruang keluarga dan Zidan pun menjelaskan apa yang terjadi di Rumah Sakit tadi


Seketika wajah Anisah merah padam menahan amarah karena tidak terima jika putrinya di sakiti hatinya


Di rumah Fiko

__ADS_1


Fiko dan Karin berbicara dan diselingi dengan canda tawa


Dan para pelayan yang bekerja di sana hanya sebagai penonton saja


Siapa dia apa dia temannya tuan Fiko jika memang teman tapi tidak seromantis itu batin salah satu pelayan yang sedang mengamati Fiko dan Karin


Pelayan tadi bersembunyi di balik dinding lalu mengambil ponselnya dan merekam kejadian itu


Karin yang sedang bersenda gurau dengan kekasih barunya itu merasa ada seseorang yang merekam dirinya dan Fiko


"Sayang sepertinya ada yang merekam kita berdua" ucap Karin


"Maksud kamu apa" tanya Fiko


Karin tidak menjawab pertanyaan Fiko melainkan berdiri dan berjalan mendekati dinding di samping ia duduk


Fiko mengikuti Karin yang berjalan lebih dulu di depannya


"Kamu cari siapa" tanya Fiko


"Ngapain kamu disini" bentak Karin


Fiko yang ada di belakangnya tidak mengetahui jika ada seseorang yang bersembunyi di balik dinding


"Kamu bentak siapa" tanya Fiko


"Dia" ucap Karin sambil menyeret pelayan yang tadi merekam Fiko dan Karin dengan kasar menuju hadapan Fiko


Pelayan tadi sedang sibuk mengirim vidio itu pada seseorang hingga tidak mengetahui jika Karin mulai mendekatinya


"Kamu ngapain ngevidioin kita berdua" tanya Fiko dengan nada membentak


Karin menjatuhkan tubuh pelayan itu ke lantai dengan keras sehingga kepala pelayan itu berdarah karena terkena benturan


Dengan cepat Karin menyambar ponsel milik pelayan itu dan melihat isi dari ponsel tersebut


Untung saja setelah mengirim vidio itu pada seseorang dia langsung menghapus isi pesan itu sehingga tidak di ketahui oleh Karin


Karin hanya melihat vidio tadi yang masih ada di galeri dan langsung menghapusnya


"Ini" ucap Karin dan melempar ponsel itu ke pemiliknya lagi


Karin berjongkok di depan pelayan itu yang masih tersungkur ke lantai dan menjambak rambut pelayan itu

__ADS_1


"Sekali lagi kamu melakukan kesalahan yang sama siap siap saja kamu akan angkat kaki dari sini" ucap Karin dengan sombongnya


Pelayan itu yang bernama Harley hanya tersenyum sinis


__ADS_2