Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 76


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~


Rayhan keluar dari ruangan Fiko dengan emosi yang masih bisa di kendalikan


Emosi Rayhan bagaikan api yang mulai membara dan jika di berikan sedikit saja bensin maka akan menghanguskan apa yang ada di sekitarnya


Farel menyusul langkah Rayhan karena mengkhawatirkan keadaan Rayhan yang sudah ia anggap sebagai papa nya


Saat Farel mengikuti Rayhan dengan jarak lima meter tiba tiba langkahnya terdahului oleh Karin


Karin menarik bahu Rayhan dengan sangat kasar


"Maaf pa aku tidak butuh restu dari papa" ucap Karin dengan nada sombongnya


"Dan jika papa berniat ingin menghancurkan pernikahan aku dengan Fiko maka aku gak akan segan segan untuk menghancurkan Zaenab menantu kesayangan papa itu" bentak Karin


Seseorang yang baru saja masuk ke dalam perusahaan mendekati mereka dan menarik kasar bahu Karin hingga berhadapan dengan orang itu


Prakkk...


Sebuah tamparan seseorang mendarat cantik di pipi kiri Karin


"Sebelum kamu menghancurkan Zaenab kamu sendiri yang akan hancur sampai kamu tidak akan bisa merasakan keindahan dunia ini" bentak seorang wanita yang tadi menampar Karin


 


Zaenab yang sudah lama berdiam diri di dalam kamar kini mulai beranjak dan keluar untuk menghampiri mamanya

__ADS_1


Anisah yang sedang berada di ruang keluarga mendengar suara langkah kaki yang gontai


Terlihat Zaenab menghampiri Anisah dengan muka di tekuk dengan berderai air mata


Anisah melangkah lebih cepat dan menuntun Zaenab agar duduk di sofa


"Kamu butuh sesuatu" tanya Anisah dan hanya di balas gelengan kepala oleh Zaenab


"Mama tahu ini berat tapi kamu harus kuat demi anak yang sedang kamu kandung ini" ucap Anisah menasihati


"Benar.. memang benar kata mama aku harus melanjutkan hidup aku demi keempat bayi aku" ucap Zaenab dan mulai menitikkan air matanya


"Tapi bentakan yang di lontarkan oleh suami aku sendiri membuat..." ucap Zaenab terpotong dan menundukkan kepalanya


"Sebentar lagi makan siang dan kamu harus makan demi janin kamu" ucap Anisah sambil menunjuk perut Zaenab yang masih terlihat rata


Zaenab menyetujui kemauan mamanya karena bagaimana pun anak yang masih ada di dalam kandungannya harus mendapatkan gizi agar perkembangannya baik


Anisah yang mengetahui bahwa putri sulungnya pingsan segera menggapai ponselnya yang ada di atas meja


"Aku harus menghubungi siapa" tanya Anisah


"Zidan!! yah Zidan adalah satu satunya orang yang bisa membawa Zaenab ke rumah sakit" ucap Anisah dan hendak menelpon Zidan tetapi tiba tiba terhenti


"Aku tidak punya nomor telepon Zidan" ucap Anisah kemudian memanggil Bik Ani


"Iya ada apa nyonya" tanya Bik Ani

__ADS_1


"Non Zaenab kenapa" tambah Bik Ani


"Tolong pergi ke luar yang bik dan panggilkan Zidan" perintah Anisah


"Rumahnya berada di depan rumah ini" tambah Anisah


Bik Ani keluar meninggalkan dua majikannya itu dan memanggil Zidan


Sepuluh menit kemudian Zidan datang menghampiri tubuh Zaenab yang masih terkapar di lantai dan kepalanya berada di paha Anisah


"Zaenab kenapa te" tanya Zidan kemudian mengangkat tubuh Zaenab dalam pelukannya


"Dia tadi tiba tiba pingsan" jawab Anisah dengan wajah panik


Anisah dan Zidan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan pintu masuk lengkap dengan supirnya


Karena tadi Anisah sudah memberi perintah untuk menyiapkan mobil


Zidan tetap memangku tubuh Zaenab di kursi belakang sedangkan Anisah duduk di depan di samping supir


Seluruh isi rumah mengkhawatirkan keadaan Zaenab karena mereka semua sayang sama Zaenab


Zaenab selalu bersikap baik kepada semua pekerja di rumahnya membuat semua orang nyaman dekat dengannya


**Ingin tahu siapa yang menampar Karin?


Tetap nantikan ceritanya ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan juga vote**


 


__ADS_2