
~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~
Keempat wanita itu berbicara satu sama lain dengan sangat akrab
Di saat mereka asik berbicara satu sama lain hingga mereka tidak menyadari kehadiran Raka yang mulai mendekati mereka
Raka berhenti tepat di samping tempat duduk Rachel yang berjarak kurang lebih setengah meter
Rachel sedikit menoleh ke samping kanannya dan terlihat sosok laki laki yang sangat dia sayangi
Untuk memastikan penglihatannya sekilas tadi dia kembali menoleh dan melihat papa nya ada di sampingnya
"Papa!! " ucap Rachel ragu membuat Zaenab dan juga Anisah menoleh ke arah Rachel
"Kamu kenapa chel" tanya Anisah tetapi Rachel diam saja
Anisah dan juga Zaenab mengikuti arah pandangan Rachel
"Papa!! " ucap Zaenab ragu
"M-mas Raka" ucap Anisah
Keraguan mereka hanya di balas senyuman tipis dari Raka
"Iya aku disini dan aku masih hidup" ucap Raka meyakinkan mereka
"Papa!! " Rachel dan juga Zaenab berhamburan memeluk sang ayah yang sangat mereka rindukan
Sedangkan Anisah hanya memperhatikan mereka bertiga dan kembali meyakinkan penglihatannya
Banyak pertanyaan pertanyaan yang berputar di otaknya
__ADS_1
Raka menyadari jika istrinya belum percaya jika dia masih hidup di dunia ini dan ia pun mulai melepaskan pelukan kedua putrinya dengan lembut dan menghampiri sang istri
Raka memeluk Anisah dengan sangat lembut hingga membuat sang istri percaya jika Raka masih hidup di dunia ini
Karena pelukan lembut dari sang suami membuat tangisan Anisah pecah di dada suaminya membuat baju yang di pakai oleh Raka basah dan tidak menjadi masalah untuknya
Yang terpenting saat ini adalah melepas rindu bersama keluarga kecilnya
Raka mulai melepas pelukannya dan memberikan jarak untuk keduanya
"Kamu gak boleh menangis karena sumber kekuatan aku untuk bertahan hidup adalah kamu" ucap Raka sambil menghapus air mata Anisah
Zaenab dan Rachel merasa bahagia melihat kedua orangtuanya seperti itu
Papa Zidan keluar dari kamar pribadinya dan menjadi penonton dari drama keluarga yang sangat mengharukan
Papa Zidan mendekati Reniya dan memeluknya sangat erat
Ryan menyadari jika pelukannya terlalu erat dan mulai melepasnya
"Maaf sayang aku gak sengaja" ucap Ryan dan hanya di balas senyuman dari Reniya
Reniya mengerti jika suaminya terharu melihat keromantisan dari Anisah dan juga Raka
Reniya memeluk Ryan dan memberikan sebuah kecupan di pipi kanan Ryan
Ryan bahagia dengan ulah Reniya yang mencium dirinya
Zidan yang baru saja keluar melihat adegan romantis dari dua pasangan membuat dia hanya bisa menggelengkan kepala
"Ekhemm" deham Zidan membuat mereka menghentikan kegiatan mereka
__ADS_1
"Biasanya yang masih muda yang seperti ini tapi kenapa yang tua lebih romantis ya" gerutu Zidan
"Memangnya kalau kita udah tua gak boleh romantis" ucap Ryan
"Ya bukan gitu,, kalian gak kasihan sama kita bertiga cuma jadi nyamuk" ucap Zidan
"Sebelum kita yang jadi nyamuk lebih baik kalian aja bukan gitu gak" ucap Ryan dengan gelak tawanya
"Kalau kamu masih hidup lalu yang ada di kuburan itu siapa" tanya Anisah
"Lebih baik kita duduk dulu dan aku ceritakan semuanya" ucap Raka mengajak mereka semua untuk duduk kembali
Raka dan yang lainnnya duduk kembali di sofa
Zaenab dan juga Zidan duduk bersebelahan di sofa panjang untuk dua orang
Saat Raka hendak menceritakan semuanya tiba tiba Zaenab merasa perutnya keram
"Aww.. " rintih Zaenab sambil memegang perutnya
"Kamu kenapa" tanya Zidan
"Dia kenapa" tanya Reniya
"Lebih baik bawa dia ke kamar kamu dan papa akan memanggil dokter" ucap Ryan
"Kenapa harus ke kamar Zidan" tanya Anisah
"Maaf kamar tamu belum di siapkan" ucap Reniya
Zidan menggendong Zaenab menuju kamar pribadinya
__ADS_1