
~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~
Farel menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata
Tidak lama kemudian mobil berhenti di depan pagar rumah seseorang
"Kenapa kesini" tanya Rachel
"Mereka pasti ada disini" ucap Farel
Farel turun untuk berbicara dengan security yang berjaga diluar
"Siang pak" sapa kepala security itu
"Siang, boleh bukakan pagar ini" tanya Farel
"Kalau boleh tahu ada urusan apa ya"
"Ada urusan pekerjaan yang harus saya sampaikan pada tuan Fiko"
"Baiklah"
Farel kembali masuk ke dalam mobil dan tidak lama kemudian pagar terbuka lebar
Farel kembali menjalankan mobilnya dan memarkirkan di depan teras
Mereka berdua turun dan tanpa permisi mereka masuk kedalam
"Fiko.." ucap Rachel dengan nada tinggi membuat Fiko dan Karin terkejut
"Karin!! Kamu terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga kak Zaenab" ucap Rachel
"Lalu apa urusannya dengan kamu" tanya Karin dengan nada menantang
Praakk..
Tamparan keras mendarat di pipi kiri Karin
"Kalian akan merasakan akibatnya" ucap Rachel
__ADS_1
Di rumah sakit
"Zaenab, mau kamu beri nama siapa anak kamu" tanya Zidan yang kini mereka berdua berada di dalam ruang rawat intensif khusus bayi
"Yang ini namanya Vandra Keviya Putri Wijaya Reyaniya" ucap Zaenab sambil menunjuk putri ketiganya
"Reyaniya?" tanya Zidan
"Ya,, mereka berempat adalah anak kamu juga" ucap Zaenab
"Makasih ya kamu sudah mengijinkan aku menganggap mereka anak aku" ucap Zidan
"Dan kalau yang ini Wanda Keviya Putri Wijaya Reyaniya" ucap Zaenab menunjuk putri keduanya
"Kalau yang ini Sandra Keviya Putri Wijaya Reyaniya anak keempat aku" ucap Zaenab
"Untuk yang laki laki namanya siapa" tanya Zidan
"Arka Kevaya Putra Zaezidan Wijaya Reyanaya" ucap Zaenab
"Zaezidan berasal dari nama kita berdua" jelas Zaenab
"Dia bukan ayahnya lagi karena dia sudah menganggap mereka bukan anaknya" ucap Zaenab
"Dan sekarang aku bukan lagi Zaenab" tambah Zaenab
"Aku adalah Putri, karena diriku yang sekarang akan menjadi lebih kuat dari Zaenab" ucap Putri
"Putri tidak akan diinjak injak seperti Zaenab dulu" ucap Putri atau Zaenab
"Apapun keputusan kamu aku akan selalu mendukung kamu" ucap Zidan
"Bukankan dalam minggu ini kita akan menikah" tambah Zidan
Flashback
Setelah Zaenab sadar Raka mengutarakan niatnya untuk menjodohkan putrinya dengan Zidan
"Zaenab menurut papa bagaimana kalau kamu menikah dengan Zidan" ucap Raka
"Papa yakin kalau Zidan bukan seperti Fiko"
__ADS_1
Zaenab berpikir sejenak dan kembali menyuarakan pendapatnya
"Tapi status Zaenab.." ucap Zaenab
"Tenang saja papa sudah mengurus semuanya dan akan segera selesai" selak Raka
"Baiklah pa" ucap Zaenab pasrah
*Apa secepat ini hubungan aku dan Mas Fiko berakhir dan kenapa harus seperti ini* batin Zaenab
"Lebih baik kalian menikah dalam minggu ini" ucap Anisah
"Apa tidak terlalu cepat te" tanya Zidan yang semula diam
"Lebih cepat lebih baik bukan" ucap Raka
"Baiklah" ucap Zidan pasrah
**Back to story**
\#\#\#
"Iya" ucap Putri
"Lebih baik kita keluar" ajak Zidan
Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan di depan pintu sudah ada Anisah dan juga Raka
"Mama,, papa"
"Gimana apa kamu sudah memberi nama untuk mereka" tanya Anisah
"Sudah ma" jawab Zaenab
"Kalau gitu kita kembali ke ruangan kamu karena kamu harus banyak istirahat" ucap Anisah
"Iya ma"
Mereka berempat pergi dari ruang bayi itu dan beralih ke ruangan Zaenab
__ADS_1