
~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~
Saat di dalam ruangan Zaenab, Rayhan mendekati Zaenab dengan tatapan bersalah
"Nab.. papa minta maaf ya sama kamu" ucap Rayhan
"Kenapa papa minta maaf apa papa buat salah" tanya Zaenab polos
"Gara gara papa kehidupan kamu jadi seperti ini" ucap Rayhan
"Disini yang salah bukan papa tapi keadaan yang membuat aku seperti ini" ucap Zaenab
"Bagaimana keadaan kamu" tanya Rayhan
"Aku dan cucu cucu papa baik kok" ucap Zaenab
"Cucu?? kamu hamil" tanya Rayhan
"Iya" jawab Zaenab singkat
Berita kehamilan Zaenab membuat Rayhan semakin merasa bersalah
"Hmm?? Lebih baik kita semua keluar biarkan Zaenab istirahat" ucap Anisah
Semua orang keluar dan tinggal Zaenab sendiri berada di ruangan itu
*//*
Beberapa hari kemudian Zaenab keluar dari rumah sakit dan hari ini Zaenab akan pergi ke Inggris
Zidan selalu berada di samping Zaenab memastikan Zaenab dalam keadaan baik baik saja
Zidan duduk bersebelahan dengan Zaenab sedangkan Anisah bersama Rachel berada di belakan Zidan
"Kamu kenapa" tanya Zidan melihat Zaenab menguap sedari tadi
"Aku ngantuk" jawab Zaenab
__ADS_1
"Ya sudah kamu tidur aja" ucap Zidan
Tak membutuhkan waktu lama Zaenab terlelap tidur dengan pulas
Zidan merasa posisi kepala Zaenab akan membuat Zaenab tidak nyenyak dan segera memindahkannya ke bahunya
Zidan mengusap pelan kepala Zaenab agar tidak terbangun karenanya
Anisah hanya melihat ke romantisan mereka berdua dari belakang sambil tersenyum
Zaenab mendapatkan perhatian lebih yang seharusnya dia dapatkan dari suaminya tapi karena ulah suaminya membuat bahaya bagi anaknya sendiri batin Anisah
Rachel yang sedari tadi tertidur sambil mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di telinganya
-
-
-
Setelah beberapa jam melakukan perjalanan kini Anisah, Rachel, Zidan dan juga Zaenab sudah berada di bandara
"Boleh kak aku juga lapar nih" gerutu Rachel
Zidan dan yang lainnya menuju restaurant yang ada di sekitar bandara tersebut
Mereka memilih meja yang terletak di samping kaca agar bisa memandang pemandangan luar yang sangat indah di malam hari
Zidan memanggil seorang pelayan dan terlihat seorang pria dengan memakai pakaian waiters mendekat
Pelayan itu memberikan buku menu dan meletakkannya di atas meja
"Kamu mau makan apa" tanya Zidan kepada Zaenab
"Aku.. ueek.." Zaenab tiba tiba merasa mual kemudian dia berlari menuju ke toilet
Zidan merasa khawatir dan hendak menyusul Zaenab ke toilet
__ADS_1
"Zidan susul Zaenab dulu ya te" ucap Zidan dan hanya di balas anggukan oleh Anisah
Zidan beranjak berdiri dan mengikuti langkah Zaenab menuju toilet
Rachel hanya tertegun dan memandang Anisah dengan penuh tanda tanya
"Kak Zidan perhatian banget sama kakak" ucap Rachel
"Mama berharap Zaenab bisa bersatu dengan Zidan karena dia tidak akan mungkin melakukan seperti Fiko" ucap Anisah
"Maksud mama,, apa mama mau menjodohkan kak Zaenab" tanya Rachel
"Mama tidak ingin menjodohkan mereka tapi yang mama mau mereka bisa saling mencintai satu sama lain dan bisa bersatu" ucap Anisah
Sedangkan di dalam toilet Zaenab memuntahkan semua isi perutnya
"Aku mual lagi" ucap Zaenab dan bersandar pada wastafel
Zaenab mulai melangkah keluar dari toilet dan di temuinya Zidan yang mengikutinya
"Kamu mual lagi" tanya Zidan
"Iya" jawab Zaenab
"Ya sudah kalau gitu lebih baik kita kembali apa kamu bisa berjalan" tanya Zidan yang melihat Zaenab lemas
"Bisa kalau hanya berjalan aku masih sanggup kalau aku harus gendong kamu baru aku gak bisa" ucap Zaenab
Zaenab mulai berjalan dan hanya beberapa langkah Zaenab hampir saja terjatuh
Dengan sigap Zidan menggendong Zaenab menuju meja mereka
Zaenab menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zidan karena merasa malu akibat perbuatan Zidan membuat mereka berdua menjadi sorotan orang orang
"... serasi ya mereka"
"....cocok banget"
__ADS_1
Zaenab semakin malu di buatnya
Maaf ya buat semuanya jika ada kata kata yang sedikit salah mohon pengertiannya karena saya menulis ini waktu malam hari sebelum tidur saya sempatkan untuk menulis jadi saya sedikit tidak konsentrasi