
Di dalam ruangan Zaenab semua orang bercanda ria dan tidak terasa hari mulai sore. Ricki pemit untuk pulang
"Mm.. maaf semuanya saya mau pulang lebih dulu" ucap Ricki yang beranjak berdiri dari duduknya
"Iya.. kamu hati hati ya rick" ucap Anisah
"Iya te"
Ricki keluar dari ruangan Zaenab dan kembali pulang untuk mengistirahatkan badannya untuk beraktifitas kembali besok
"Mas.. " panggil Zaenab
"Apa" tanya Fiko dengan nada penuh kelembutan
"Aku mau minta tolong sama kamu... tolong belikan mobil sedan warna hitam nanti uangnya aku transfer ke kamu" ucap Zaenab
"Memangnya kamu mau mobil baru.. " ucap Fiko
"Bukan.. aku mau ganti mobil Ricki yang aku pakai kemarin sampai tabrakan itu" ucap Zaenab
"Ouh.. "
"Mama sama Rachel pulang dulu ya nab" ucap Anisah
"Iya ma.. "
"Kita barengan aja" ajak Rayhan
"Papa naik apa" tanya Fiko
"Mobil.. di depan sudah ada sopir"
__ADS_1
"Yah sudah kalau gitu hati hati ya"
"Iya"
Rayhan, Anisah juga Rachel kembali pulang seperti biasanya Fiko tetap berada di rumah sakit untuk menjaga Zaenab
"Zaenab... kita keluar ke taman yuk" ajak Fiko
"Yh.. "
"Bentar aku ambilkan kursi roda dulu"
Fiko memapah tubuh Zaenab untuk dipindahkan ke kursi roda dan mendorongnya menuju ke taman untuk mencari udara segar
"Zaenab..." panggil Fiko yang mulai duduk di kursi taman dan di depannya ada Zaenab yang berada di atas kursi roda
"Kenapa" tanya Zaenab
"Aku boleh minta satu hal sama kamu"
"Aku ingin selalu ada di sampingmu dan selalu bersama kamu... aku minta sama kamu jangan pernah jauh dari sisiku"
"Aku akan selalu ada di sisi kamu" ucap Zaenab
"Aku berjanji untuk selalu bersama kamu" ucap Fiko
Semoga janji yang kamu ucapkan tidak akan pernah kamu ingkari ...tetapi aku tidak yakin jika kamu bisa melupakan Karin mungkin saat ini kamu bisa mengatakan jika kamu lupa dengan kenangan kamu dan Karin tetapi apa bisa kamu melupakan kenangan itu saat Karin berada di depan kamu batin Zaenab
"Zaenab tunggu disini sebentar ya" ucap Fiko
"Kamu mau kemana"
__ADS_1
"Udah sebentar aja"
Fiko pergi meninggalkan Zaenab dan pergi membeli sebuah balon yang ada di seberang jalan dari taman dan memetik bunga yang ada di taman itu
"Kamu habis dari mana" tanya Zaenab yang melihat Fiko datang kembali tetapi menyembunyikan tangannya di belakang
"Kenapa tangan kamu..." lanjut Zaenab
"Aku sayang sama kamu.. jadilah pendamping hidupku selamanya" ucap Fiko yang berlutut di hadapan Zaenab dengan memberikan dua balon yang ia beli tadi pada Zaenab dan bertuliskan I Miss You
Zaenab terharu dengan perhatian Fiko sehingga membuat dia meneteskan air mata bahagia. Fiko memasangkan bunga yang ia petik tadi di telinga Zaenab
"Manis.. " puji Fiko
"Emang aku gula apa"
"Kalau kamu gula aku jadi tehnya.. melengkapi satu sama lain"
"Apaan sih"
"Kita masuk yuk.. ini sudah larut malam gak baik buat kamu apalagi kamu belum sembuh total" ucap Fiko
Aku selalu mengharapkan perhatian kamu seperti ini dan aku tidak ingin jika harus kehilangan perhatian kamu batin Zaenab
Kini Zaenab sudah berbaring di ranjang rumah sakit dan Fiko duduk di kursi sebelah ranjang Zaenab
"Kamu tidur di sofa saja" ucap Zaenab
"Gak.. aku ingin selalu di sebelah kamu" ucap Fiko menolak
"Nanti badan kamu sakit semua"
__ADS_1
"Gak masalah asalkan itu bersama kamu" ucap Fiko yang mulai memejamkan matanya dengan tangan masih memegang erat tangan Zaenab
Akhirnya Zaenab pun ikut tertidur pulas. Mereka berdua tidur dengan tangan tetap saling berpegangan