
Fiko kembali ke apartemen nya dengan langkah lesu
Dia sangat kesal karena dia di tolak mentah mentah dan dia gagal meyakinkan anak anak nya jika dia memang papa mereka
Keesokan harinya Fiko mendatangi rumah milik Zaenab setelah mencari tau semalam alamat rumah Zaenab
"Nyonya ada yang datang" lapor salah satu pelayan di sana
"Tamu? Silahkan masuk aja" ucap Zidan
Beberapa saat kemudian seorang laki laki yang tak lain adalah Fiko masuk dan menyambut dengan senyum manis nya yang sangat memuakkan
"fiko ngapain kamu kesini" tanya Zaenab santai sambil mengolesi roti dengan selai kemudian memberikannya pada suaminya yang duduk di depannya
"Ini sayang" ucap Zaenab
"Makasih" ucap Zidan manis
"Boleh aku gabung" tanya Fiko dengan penuh harap
"Mmm bukannya gak boleh tapi kamu bisa liat sendiri kan jika meja makan penuh Fiko" ucap Raka tanpa menoleh ke arah Fiko sama sekali
Fiko akhirnya duduk di sofa samping ruang makan
"Sayang aku berangkat dulu kamu hati hati di rumah" ucap Zidan sambil mencium kening istrinya
Fiko yang melihat nya hanya mendengus masam
Zidan berjalan keluar tanpa menyapa Fiko sama sekali
"Sayang aku juga berangkat ya nyusul kk Zidan" ucap Farel sambil mencium kening Rachel
__ADS_1
"Ati ati" ucap Rachel
"Siap"
Farel berjalan santai dan hanya menatap Fiko sekilas tanpa ada niat an untuk menyapa mantan bos nya itu
"Ma aku berangkat ke kantor juga takut telat" ucap Vandra sambil melirik ke arah papa kandungnya dengan sinis
"Aku juga" ucap Wanda, Sandra dan juga Arka
"Hati hati" ucap Zaenab santai
"Hmm" Mereka berempat pergi ke kantor bersama
"Papa rencana hari ini mau kemana" tanya Anisah
"Mmm mau fitness aja" ucap Raka lalu bediri dan berangkat
Ketiga wanita itu meninggalkan meja makan dan masuk ke sebuah ruangan lalu mengunci nya rapat rapat
"Lah gue? Di anggep apa" ucap Fiko kesal
Fiko berdecak kesal dan berdiri dari duduknya
Seperti di usir secara halus, Fiko pergi daro. rumah itu tanpa ada sambutan apapun dari sang pemilik rumah dan penghuni rumah lainnya
"Ck mereka semua apaan sih" decak kesal Fiko sambil menendang kaleng yang ada di bawah
"Awww woy" teriak seorang wanita dengan kesal karena terkena kaleng tersebut
"Hufftt mampus aku" gumam Fiko
__ADS_1
"Hooyyy kamu apa apaan sih" teriak wanita itu dengan memegang kepalanya
"Karin" ucap Fiko terkejut
"Mas Fiko" ucap Karin yang juga terkejut
"Ngapain kamu kesini" tanya Fiko
"INI NEGARA LUAS BUKAN MILIKMU JADI BEBAS DONG AKU MAU KEMANA" teriak Karin
"Ck"
"Karin" bentak seorang laki laki do belakang Karin membuat Karin menoleh ke arah belakang
"Mas" lirih Karin
"Jadi ini selingkuhan kamu" bentak laki laki itu
"Hah!! Selingkuhan? Enggak!!" ucap Karin tegas
"Males juga selingkuh sama dia" ucap Fiko ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan pasangan tersebut
Karin berusaha keras menjelaskan kesalah pahaman tadi pada laki laki di depannya yang merupakan suaminya yang baru saja beberapa bulan menikah
"Ok aku ngerti" ucap laki laki itu
"Jangan cemburuan napa" ucap Karin ketus
"Iya iya"
"Ayo ke restaurant katanya laper mau makan" ucap laki laki itu dengan memeluk pinggang Karin erat
__ADS_1