Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 63


__ADS_3

Zaenab berjalan perlahan memasuki ruangan suaminya. Disana ia melihat tubuh suaminya terbaring lemah di atas ranjang Rumah Sakit dan banyak alat yang di pasang di tubuh Fiko


Zaenab duduk di kursi samping ranjang suaminya sambil memegang tangan Fiko


"Mas aku mohon bangun.." ucap Zaenab lirih


"Aku tahu kalau kamu mendengar suaraku" lanjut Zaenab


"Kembalilah banyak yang masih sayang sama kamu"


"Mas.."


"Hari demi hari kamu lalui bersama dengan aku dan aku tahu kalau kamu mulai mencintai aku jadi jangan jauh dari aku"


"Hari ini adalah hari bahagia kita tetapi kenapa kamu malah begini"


"Aku mohon bukalah mata kamu"


Kata demi kata ia ucapkan dengan beruraian air mata yang membasahi pipinya


"Happy Anniversary" ucap Zaenab lalu mengecup kening Fiko dan berlalu pergi dari ruangan ICU


Zaenab keluar dengan langkah gontai seakan jiwanya hilang setengah


Anisah sudah menunggu Zaenab di depan. Saat melihat Zaenab keluar ia langsung mengajukan beberapa pertanyaan pada anak sulungnya


"Bagaimana keadaan Fiko" tanya Anisah


"Dia belum sadar dan dia juga masih koma" jawab Zaenab dengan tetesan air mata


"Kamu yang sabar mama yakin kalau Fiko akan kembali seperti semula" ucap Anisah meyakinkan


"Dimana papa" tanya Zaenab

__ADS_1


"Dia masih.." ucap Anisah terputus oleh suara seseorang


"Papa disini" ucap Rayhan


"Bagaimana keadaan Fiko" tanya Rayhan lirih


"Dia masih koma pa" jawab Zaenab ragu


"Zaenab..." panggil seseorang dari arah sedikit jauh darinya


Zaenab, Anisah dan juga Rayhan serempak menoleh ke sumber suara


"Clara.. " ucap Zaenab


"Huh.. huh.. tadi.. " ucap Clara tersengal sengal karena ia masih mengatur nafasnya


"Ada apa" tanya Zaenab


"Aku dengar kalau Fiko kecelakaan ya" tanya Clara


"Aku.. aku gak khawatir kamu aja yang terlalu curiga" ucap Clara


"Bagaimana keadaan Fiko" tanya Clara


"Masih koma" jawab Zaenab singkat


Lebih baik aku pergi dari sini dari pada aku semakin gugup dengan pertanyaan Zaenab batin Clara


"Aku ada urusan jadi aku pergi dulu ya" ucap Clara pamit


"Hati hati di jalan ya" ucap Anisah


"Iya tan"

__ADS_1


Clara berjalan menjauh dari mereka bertiga. Saat di loby ia melihat Farel dan juga Rachel berjalan bersama masuk


Dengan segera ia berjalan dengan langkah cepat menuju mobilnya yang terparkir di basement


"Gimana ya keadaan kak Fiko" ucap Rachel khawatir dengan kakak iparnya


"Kamu tenang aja ya sayang dia akan baik baik saja" ucap Farel menenangkan kekasihnya itu


Farel dan Rachel menjadi sepasang kekasih sejak tiga bulan yang lalu saat Farel mengutarakan perasaannya di hadapan Rachel


"Sayang kamu kenapa terlalu santai gitu" gerutu Rachel


Sebenarnya Farel juga khawatir dengan keadaan Fiko tetapi ia tidak ingin menunjukkan ke Rachel agar Rachel tidak tambah panik


"Dari pada kamu khawatir seperti ini lebih baik kita cari kepastiannya saja gimana keadaan Fiko sebenarnya" ucap Farel sembari mengusap lembut pundak Rachel.


Sepasang kekasih itu berjalan mendekati Zaenab yang masih menangis tersedu sedu


"Kak" panggil Rachel


"Gimana keadaan kak Fiko" tanya Rachel


"Dia masih koma chel" balas Anisah


"Koma.." ucap Rachel terkejut


 


Hari demi hari telah berlalu. Sudah dua bulan Fiko masih belum tersadar dari komanya


Sedangkan Zaenab masih senatiasa menunggu suaminya


Di pagi ini Zaenab datang ke Rumah Sakit sedikit terlambat karena ia harus ke perusahaannya terlebih dahulu

__ADS_1


Wijaya Group sekarang sudah di ambil alih oleh Rachel karena ia sudah lulus kuliah dan Zaenab mengurus perusahaannya sendiri


 


__ADS_2