
~Jangan lupa like, komen and vote ya~
"Alhamdulillah akhirnya aku diberi keturunan setelah sekian lama menunggu" ucap Zaenab bahagia
"Lalu dimana suami kamu" tanya Zidan
"Dia.." Zaenab tidak melanjutkan kata katanya dan menunduk sedih
"Kamu kenapa" tanya Zidan
"Aku gak apa kok"
"Suami aku baru saja sadar dari komanya tetapi sekarang dia bersama dengan mantan kekasihnya" ucap Zaenab
"Hal itu tidak masalah selagi kamu dan suami kamu saling mencintai apapun godaannya pasti bisa terlewati" ucap Zidan
"Tapi sayangnya tidak, dia masih mencintai mantan kekasihnya itu" ucap Zaenab
______________________________________________
"Maaf ya aku jadi curhat sama kamu" ucap Zaenab
"Gak masalah kamu bisa jadikan aku sebagai sahabat kamu jadi gak usah malu buat curhat" ucap Zidan
"Iya, kamu kesini ngapain apa ada yang sakit" tanya Zaenab
"Aku kesini sebenarnya jenguk teman aku yang sakit sekalian mau cari seseorang" ucap Zidan
"Siapa? mungkin aku bisa bantu kamu" ucap Zaenab
"Namanya sih.. tunggu" Zidan mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya
"Anak dari Raka Anthony Wijaya" ucap Zidan seketika mata Zaenab terbelalak
"Kenapa kamu cari dia" tanya Zaenab penuh selidik
"Ada urusan pribadi" jawab Zidan yang belum terbuka sepenuhnya
__ADS_1
"Kamu bisa bicarakan dengan aku karena aku adalah putrinya" ucap Zaenab
"Kamu anaknya"
"Iya"
"Ada hal yang ingin aku katakan tapi jangan disini" ucap Zidan
"Gimana kalau kita bicara di kantin Rumah Sakit ini" ajak Zaenab
"Jangan!! pasti banyak mata mata" ucap Zidan
"Lalu dimana" tanya Zaenab
"Ehmm sebelumnya aku ingin memastikan apa benar kamu putri tuan Raka" ucap Zidan
"Kamu mau bukti apa" tanya Zaenab
"Aku boleh lihat kartu identitas kamu gak" tanya Zidan
"Sebentar.." ucap Zaenab dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikan pada Zidan
"Ini sekarang aku bisa percaya sama kamu" ucap Zidan
"Memangnya ada apa kenapa sampai sedetail itu jika bukan hal yang serius" ucap Zaenab
"Kamu memang wanita genius, ada hal yang akan aku ungkapkan sama kamu dan keluarga kamu jadi bisa kita bicarakan dengan seluruh anggota keluarga" ucap Zidan
"Baiklah kalau gitu" ucap Zaenab
Zaenab dan Zidan keluar dari ruangan UGD dan menuju ke parkiran
Saat berada di depan loby Zaenab tersandung batu yang menghalangi jalannya dan hampir terjatuh
Dengan sigap Zidan menangkap tubuh Zaenab agar tidak terjatuh ke bawah
"Kamu harus hati hati agar tidak melukai janin yang ada di dalam perut kamu itu" ucap Zidan memperingatkan
__ADS_1
Dia laki laki yang baru aku kenal tetapi kenapa sangat perhatian sama aku ya sedangkan suami aku sendiri hanya memikirkan wanita lain batin Zaenab
"Iya"
"Kamu tunggu disini aku akan ambil mobil" ucap Zidan
Zaenab menunggu di depan loby dan tidak lama kemudian mobil Zidan berhenti tepat di hadapan Zaenab
Dengan segera Zaenab masuk ke dalam mobil tersebut dan Zidan melajukan mobilnya dengan perlahan keluar dari pekarangan Rumah Sakit
Sedangkan di sisi lain seusai di periksa oleh dokter Karin mengajak Fiko mengobrol
"Kamu kenapa bisa sampai kecelakaan" tanya Karin
"Karena aku memikirkan kamu" ucap Fiko menggoda Karin membuat wanita itu tersipu malu
"Kamu apaan sih"
"Oh ya kamu tahu aku kecelakaan dari siapa" tanya Fiko
"Dari Zaenab dia yang beri tahu aku jika kamu koma" jawab Karin
"Zaenab?!!"
"Sekarang dimana dia" tanya Fiko
"Hmm dia tadi keluar mungkin dia udah gak perduli lagi sama kamu" ucap Karin
"Bukannya jagain aku malah keluyuran gak jelas" maki Fiko
"Kamu memang wanita yang sangat perhatian dan kamu juga tidak berbeda dari Karin yang dulu" ucap Fiko memuji Karin
"Jangan bilang gitu nanti Zaenab marah lo" ucap Karin
"Buat apa pikirkan dia jelas jelas jika dia gak perduli sama aku buat apa aku peduli sama dia" ucap Fiko
"Jangan seperti itu gitu gitu dia itu istri kamu" ucap Karin
__ADS_1
"Kamu terlalu baik jadi orang" ucap Fiko dan membelai lembut pipi mulus Karin