
Anisah melihat Zaenab yang cemas dia pun mengajukan pertanyaan
"Zaenab,, kamu gpp kan" tanya Anisah
"Gak papa ma" jawab Zaenab
"Sudah la kak ini hanya tunangan jadi gk perlu terlalu gugup gitu" ucap Rachel dan tetap memainkan ponselnya
"Udah diam aja kamu,, udah tau aku gugup malah diledekin gitu" gerutu Zaenab
"Ya maaf" ucap Rachel lalu memasukkan ponselnya ke dalam tasnya
Tidak berapa lama mobil Fiko sudah sampai di depan rumah Zaenab
Fiko menelfon Zaenab untuk keluar agar mempersingkat waktu
Dert.. dert..
Zaenab menjawab panggilan yang masuk
Zaenab
"Halo ko,, apa kamu sudah sampai"
Fiko
"Sudah"
Panggilan terputus
__ADS_1
"Ma ayo kita keluar,, Fiko sudah di depan rumah" ajak Zaenab dan Anisah pun menyetujuinya dengan menganggukkan kepalanya
Zaenab keluar dari rumahnya dan diikuti Anisah juga Rachel dibelakangnya
Zaenab yang melihat mobil terparkir di depan rumahnya dia sudah bisa menebak bahwa itu adalah mobil Fiko
Zaenab masuk ke dalam mobil Fiko dia duduk di bangku sebelah kemudi. Mobil berjalan menuju rumah sakit dengan kecepatan sedang
Di dalam mobil suasana hening karena tidak ada yang berbicara,,
Dan tidak lama kemudian mobil sudah berada di rumah sakit karena jarak antara rumah sakit dengan rumah Zaenab hanya berjarak 5 km
Semua yang berada di dalam mobil turun dan masuk ke dalam menuju ruangan Rayhan
Saat mereka ingin masuk ke dalam ruangan tiba tiba ada suara yang memanggil nama mereka satu persatu dan berurutan
Suara tersebut membuat mereka menoleh ke belakang melihat sumber suara. Saat berbalik badan mereka sungguh terkejut, ternyata yang memanggil nama mereka adalah Rayhan
"Tadi dokter memutuskan kalau papa sudah sehat" ucap Rayhan
"Zaenab,, walaupun om sudah sehat tapi tolong jangan membatalkan pertunangan ini ya" mohon Rayhan
"Iya om" jawab Zaenab karena masih menganggap bahwa Rayhan kesehatannya belum stabil
"Terima kasih ya,, dan sekarang kalian bertunangan aja" ajak Rayhan sambil masuk ke dalam ruangannya
Mereka semua masuk ke dalam ruangan Rayhan
"Ko pasangkan cincin itu di jari Zaenab.." ucap Rayhan dan dibalas anggukan oleh Fiko
__ADS_1
Fiko memasangkan cincin ke jari manis Zaenab. Setelah itu Zaenab memasangkan cincin di jari Fiko
"Akhirnya kalian bertunangan juga" ucap Rayhan senang tetapi tidak dengan Fiko di sedikit sedih tetapi dia tetap berusaha untuk tetap tersenyum
"Kalau gitu pernikahan kalian dipercepat" tambah Rayhan
"Maksud papa.. " tanya Fiko
"Lusa kalian akan menikah,, papa sudah atur semuanya" jawab Rayhan
Semuanya tertunduk diam mendengar ucapan Rayhan dengan pikirannya masing masing
"Kalau gitu kita pulang aja ya pa" ucap Fiko
"Tidak" tolak Rayhan
"Lalu.. " tanya Fiko yang tidak mengerti dengan jalan pikiran papanya
"Kita semua tinggal di hotel karena acara pernikahan kalian diadakan di hotel miilik papa" jelas Rayhan
"Tapi om,, kita harus pulang dulu untuk mengambil pakaian kami" ucap Zaenab
"Tidak perlu,, karena saya sudah perintahkan seseorang untuk mengambil pakaian kalian" jawab Rayhan
"Ya sudah kalau gitu" ucap Zaenab pasrah
Mereka semua keluar dari rumah sakit dan menuju tempat parkir. Mereka semua berada dalam satu mobil,, Zaenab berada di sebelah Fiko sedangkan Anisah, Rayhan, dan Rachel berada di bangku belakang
Mobil melaju meninggalkan rumah sakit menuju hotel milik Rayhan
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian mobil sudah sudah berada di hotel,,mereka semua turun. Fiko menyerahkan kunci mobil kepada bodyguard suruhan Rayhan
Anisah, Rachel juga Rayhan sudah masuk ke dalam kamarnya masing masing sedangkan Zaenab masih menunggu Fiko.