
Sang mentari mulai menampakkan sinarnya. Zaenab mulai terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang mengenai wajahnya yang masuk melalui jendela ruangannya
Fiko masih tidur dengan posisi duduk di samping ranjang Zaenab. Seorang dokter masuk seperti biasanya untuk mengecek kondisi pasiennya
"Maaf nona Zaenab boleh saya periksa dulu" ucap dokter itu
"Sebentar ya dok"
"Iya"
"Mas.. mas Fiko.. bangun" ucap Zaenab mulai membangunkan Fiko yang masih tertidur pulas
"Huaaamm... " Fiko mulai membuka matanya meskipun matanya masih sangat susah untuk dibuka
"Ada apa nab.." tanya Fiko yang masih membuka matanya setengah sambil melebarkan pandangannya melihat sekeliling ruangan. Seketika Fiko membelalakkan matanya melihat dokter yang sedang duduk di sofa
"Oh sweet... semoga langgeng ya" ucap dokter itu
"Amiin" ucap Zaenab mengamini doa dokternya yang selama ini merawat dia
"Aku periksa dulu ya nab" ucap dokter itu
"Yah dok"
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit dokter itu untuk memeriksa keadaan Zaenab
"Kamu sudah mulai pulih seperti semula.. tetapi kamu harus Check Up secara rutin untuk memantau luka yang ada di kepala kamu itu" ucap dokter yang memeriksa Zaenab
"Baik dok.. dan kapan saya bisa pulang" tanya Zaenab
"Satu minggu lagi kamu bisa kembali pulang ke rumah.. saya permisi dulu" ucap dokter itu dan pergi dari ruangan Zaenab
"Iya dok"
"Zaenab.. kenapa kamu gak panggil dokter pribadi kamu aja" ucap Fiko
"Aku kecelakaan aja udah keadaan sekarat mana sempat aku panggil dokter pribadi" gerutu Zaenab
"Iya ya"
"Assalamualaikum..." ucap Anisah dan Rachel bersama sambil masuk ke dalam ruangan Zaenab
__ADS_1
"Waalaikumsalam" jawab Zaenab
"Mama kesini sama siapa" tanya Fiko
"Sama sopir pribadi mama"
"Ouh"
"Kakak kapan bisa pulang" tanya Rachel
"Satu minggu lagi"
"Ooh.."
Di tengah tengah perbincangan mereka berempat tiba tiba suara ponsel milik Fiko berdering membuat pembicaraan berhenti sejenak
dert.. dert..
"Siapa mas" tanya Zaenab
"Farel"
"Jawab aja mungkin ada hal penting yang mau dibicarakan sama kamu" ucap Zaenab
"Hmm"
Fiko menjauh dari yang lainnya untuk menjawab panggilan dari Farel. Beberapa menit kemudian Fiko kembali mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Zaenab.
"Kenapa mas dengan Farel" tanya Zaenab
"Dia cuma mau minta tanda tangan di sebuah dokumen"
"Ooh.. terus"
"Aku gak bisa ke perusahaan karena aku mau jaga kamu disini dan aku minta dia buat datang ke sini aja" ucap Fiko
"Ouh.."
"Kamu udah makan" tanya Fiko
"Belum kan tadi aku baru bangun langsung di cek sama dokter mana mungkin aku sempat buat makan"
__ADS_1
"Yah udah aku belikan kamu makanan ya" ucap Fiko dan pergi keluar.
"Dia langsung pergi aja,, kenapa gak tanya dulu aku mau makan apa" gerutu Zaenab
"Nanti dia juga kembali lagi" ucap Anisah
Tidak lama kemudian Fiko kembali lagi masuk ke dalam ruangan Zaenab
"Kamu mau makan apa" tanya Fiko
"Kenapa baru tanya"
"Hehe iya aku lupa" ucap Fiko sambil cengengesan
"Nasi goreng aja dan minumnya jus jeruk"
"Aku beli dulu ya"
"Ya"
Fiko pergi ke kantin yang berada di lantai dasar sedangkan ruangan Zaenab berada di lantai 2. Hanya beberapa menit untuk membeli makanan, Fiko kembali ke ruangan Zaenab dengan membawa kantong plastik yang berisi makanan permintaan Zaenab di tangannya
"Ini kamu makan dulu" ucap Fiko
"Iya bentar" ucap Zaenab yang berusaha untuk duduk
"Biar aku bantu" Fiko membantu istrinya untuk duduk
"Terima kasih mas"
"Iya.. kamu makan dulu habis itu minum obat" ucap Fiko
"Hmm.. nab"
"Apa.." tanya Zaenab sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya
"Setelah kamu bisa pulang nanti aku ingin rawat kamu di rumah dan aku akan panggil dokter pribadi aku" ucap Fiko
"Gak usah... aku sudah hubungi dokter pribadi aku yang sekarang masih di luar negeri tapi sebentar lagi akan kembali ke tanah air untuk memantau luka di kepala aku ini" ucap Zaenab
"Dokternya laki laki apa perempuan" tanya Fiko
__ADS_1
"Kamu tenang aja ko... dokter pribadi keluarga wijaya itu perempuan" jelas Anisah
"Ya sudah"