Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 72


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~


Selesai makan Rachel pergi ke Wijaya Group untuk memantau perkembangan perusahaan


Sedangkan Anisah dan juga Zaenab berbincang bincang di ruang keluarga


"Nab.. apa yang dikatakan Zidan kemarin benar ya" tanya Anisah


"Sepertinya benar ma buat apa dia bohong sama kita" jelas Zaenab


"Tapi lebih baik kita rahasiakan dari publik dulu" ucap Zaenab


"Kenapa!! " tanya Anisah


"Kita cari tahu dulu apa penyebab kecelakaan papa dan dari awal aku sudah curiga jika kecelakaan papa pasti ada seseorang yang merencanakannya" jelas Zaenab


"Mama setuju sama kamu" ucap Anisah


Tak lama kemudian Zidan datang berkunjung ke rumah tetangganya itu


"Nyonya besar dan nona muda ada tamu di depan" ucap pelayan rumah itu


"Suruh dia masuk aja" jawab Anisah


"Baik nyonya" ucap pelayan itu dan membungkukkan badannya lalu pergi


Beberapa saat kemudian Zidan datang menghampiri mereka berdua


"Zidan!! "


"Ada apa kamu kesini" tanya Anisah


"Saya mau ajak Zaenab buat Check Up ke dokter" ucap Zidan


"Aku bisa sendiri" tolak Zaenab dengan halus


"Aku sudah diberikan amanah sama papa kamu untuk menjaga kamu" ucap Zidan


"Ya sudah kamu siap siap dulu nab" ucap Anisah


"Bukannya lebih baik kamu sama Zidan dari pada sama mama" lanjut Anisah


"Iya ma" jawab Zaenab kemudian pergi menuju kamarnya


Sedangkan Anisah dan Zidan berbincang berdua di ruang keluarga

__ADS_1


"Nak Zidan" panggil Anisah


"Iya te ada apa" tanya Zidan


"Apa benar suami saya masih hidup" tanya Anisah dan dibalas dengan sebuah senyuman


"Iya te dan sekarang om Raka sedang masa pemulihan" ucap Zidan


"Pemulihan? " tanya Anisah bingung


"Ka.." ucap Zidan terhenti karena melihat Zaenab datang


"Ayo.." ajak Zaenab


"Kalian hati hati ya" ucap Anisah


"Iya" ucap Zaenab


Zaenab pergi bersama Zidan menuju Rumah Sakit menggunakan mobil sport milik Zidan


Zidan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi karena takut Zaenab akan terluka


Zidan lebih memilih Check Up di Rumah Sakit X


"Iya.." jawab Zidan dan menoleh ke arah Zaenab seketika mata mereka beradu pandang sangat dalam dan berlangsung selama beberapa detik membuat keduanya salah tingkah kemudian Zidan kembali memfokuskan pandangannya ke depan


"Ada apa" tanya Zidan


"Kita mau ke Rumah Sakit mana" tanya Zaenab


"Rumah Sakit X aja biar sekalian kamu ingin jenguk suami kamu" ucap Zidan


Apa aku harus menjenguk Mas Fiko tapi apa hatiku kuat saat melihat kemesraan Karin dan mas Fiko batin Zaenab


"Kamu setujukan" tanya Zidan


"Iya aku setuju" jawab Zaenab


Tapi apapun kondisinya aku harus menjenguk mas Fiko batin Zaenab


Setelah percakapan singkat tadi keduanya tidak ada yang mengeluarkan suaranya hingga hanya terdengar suara mesin mobil saja


Zaenab mengarahkan pandangannya ke luar kaca mobil dengan tatapan kosong entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang


Sedangkan Zidan tetap fokus mengemudi sambil sesekali curi pandang pada Zaenab tanpa diketahui oleh Zaenab

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian mobil sudah masuk ke pekarangan Rumah Sakit


Zidan memberhentikan mobilnya di depan loby agar Zaenab turun lebih dulu setelah itu dia meletakkan mobilnya di parkiran


"Ayo" ajak Zidan dan dibalas anggukan oleh Zaenab


Zidan dan juga Zaenab menuju poli kandungan


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya nama Zaenab dipanggil dan masuk ke dalam


Saat Zaenab dan Zidan hendak masuk Karin melintas dan melihat mereka berdua


Seketika Karin bersembunyi di balik tembok agar tidak diketahui oleh Zaenab


Karin akan ke apotek untuk mengambil obat milik Fiko karena Fiko hari ini akan pulang


"Kenapa Zaenab masuk ke poli kandungan jangan jangan.." gumam Karin


"Apa Zaenab hamil dan sekarang dia sedang cek kandungan"


"Jika Fiko sampai tahu harapan aku untuk merebut Fiko pasti gagal" gumam Karin


Setelah Zaenab sudah berada di dalam Karin keluar dari persembunyiannya dan menuju ke apotek sesuai tujuannya tadi


Di dalam ruangan poli kandungan Zaenab sedang berada di atas ranjang dan seorang perawat memberikan gel di atas perut Zaenab


Dan di sampingnya ada seorang dokter dan menggerakkan sebuah alat ke seluruh perut Zaenab


Setelah selesai Zaenab turun dan duduk di samping Zidan lalu di depannya ada sebuah kursi untuk di tempati oleh dokter itu


"Apa kalian sudah tahu jika anak kalian akan kembar" tanya dokter itu


Zaenab hendak memberitahu jika Zidan bukan suaminya tapi dihentikan oleh Zidan dan menggelengkan kepala tanda tidak mengizinkan Zaenab


"Sudah tahu dok" jawab Zidan


"Janin yang ada di dalam perut nona Zaenab akan kembar empat" jelas dokter itu


"Empat.." ucap Zaenab dan Zidan bersamaan karena yang mereka ketahui adalah kembar tiga dan sekarang bertambah satu lagi


"Bukannya tiga dok" tanya Zaenab


"Tidak setelah pemeriksaan tadi saya melihat ada empat benih yang akan tumbuh kembang" ucap dokter itu


"Terima kasih ya dok" ucap Zidan lalu mengajak Zaenab keluar

__ADS_1


__ADS_2