Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 8


__ADS_3

Mobil Zaenab melaju dengan kecepatan sedang dan meninggalkan bandara


"Maaf non apa kita langsung pulang ke rumah apa mau ke suatu tempat" tanya pak sopir


"Langsung pulang aja pak" jawab Zaenab


Membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah Zaenab


Di dalam mobil Zaenab memainkan ponselnya dan melihat aku social medianya dan terdapat informasi yang lagi viral dan informasi itu adalah sebuah kecelakaan pesawat terbang menuju Amerika jatuh di Jakarta bagian barat


"Maaf non kita sudah sampai" ucap pak sopir


"Makasih pak"


"Saya pamit dulu ya non"


"Hmm" jawab Zaenab sambil menganggukkan kepalanya


Zaenab turun dari mobil dan mengetuk pintu rumahnya. Zaenab sengaja tidak memberitahu kepulangannya ke mamanya karena dia ingin memberikan surprise.


"Tok..


"Tok..


"Tok..


"Iya sebentar" teriak seseorang dari dalam rumah


Cklek


"Zaenab,, " ucap Anisah yang terkejut


"Mama" ucap Zaenab sambil memeluk mamanya


"Mama rindu sekali sama kamu nak" ucap Anisah


"Zaenab juga"


"Kakak,, " teriak Rachel dari dalam rumah


"Eh kamu kenapa keluar" goda Zaenab sambil tertawa kecil

__ADS_1


"Udah gak penting itu kenapa kakak pergi tanpa pamit dari aku" ucap Rachel dengan nada marah


"Sudah gak pake marah kakak bawain oleh oleh buat kamu nih" bujuk Zaenab sambil memberikan beberapa paperbag ke adiknya


"Makasih kakak" ucap Rachel sambil berlari menuju kamarnya


"Hati hati chel itu baru saja di pel sama bibi" teriak mamanya


"Awwwww" jerit Rachel


Jerit Rachel membuat Zaenab dan mamanya menghampiri Rachel


"Hhhhhhhh" tawa Zaenab dan mamanya


"Bukanya ditolongin malah diketawain" gerutu Rachel


"Kamu sih udah dibilang jangan lari tetep aja lari jadinya nyungsep kan kamu" ucap Anisa


"Mama sih ngasih tau nya telat" gumam Rachel


"Kamu tadi jatuh apa salto" tanya Zaenab masih dengan tawanya


"Udah kepala dibawah terus kaki diatas itu bukanya salto ya" goda Rachel


"Eh,, jangan lari lagi nanti jatuh lo" ucap Zaenab


"Awwwww"


"Tuh kan dibilang jangan lari tetep aja ya kamu ini" ucap mamanya dengan sedikit tegas


"Aku lupa ma kalau lantai ini di pel" jawab Rachel


"Sejak kapan kamu jadi atlet tadi salto sekarang split,,," tanya Zaenab


"Udah udah kalian ini ya sukanya berantem mulu" gerutu Anisa menengahi


"Aku ke kamar dulu ya ma aku capek habis perjalanan jauh" ucap Zaenab


"Rachel juga ya ma aku juga capek ditambah sakit lagi" ucap Rachel


"Kamu capek emang habis ngapain" tanya Anisa

__ADS_1


"Capek dari tadi nyungsep mulu" gerutu Rachel


"Yaudah sana istirahat " jawab Anisah sambil duduk di sofa ruang keluarga


***


"Pa sadar pa" ucap Fiko


Saat setelah pertemuan pertama Fiko dan Karin pak Rayhan terkena serangan jantung


Tidak berapa lama kemudian Rayhan mulai membuka matanya


"Ko" panggil Pak Rayhan dengan suara sedikit serak


"Iya pa,,, alhamdulillah papa udah baikan"


"Papa mau kamu minta Zaenab dan keluarganya kesini" pinta pak Rayhan


"Iya pa" jawab Fiko sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Zaenab


Panggilan berlangsung


Fiko


"Nab, kamu bisa gak ke RS BC1S"


Zaenab


"Memangnya siapa yang sakit"


Fiko


"Papa"


Tut.. tut.. tut


Zaenab mematikan panggilan secara sepihak


"Gimana ko apa dia mau " tanya Rayhan


"Gak tau pa dia mematikan panggilan secara sepihak" jelas Fiko

__ADS_1


"Ya sudah kita tunggu saja dia mungkin saja dia mau datang" ucap Rayhan


Jangan lupa like dan vote ya


__ADS_2