Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 35


__ADS_3

Seorang perempuan menghampiri Zaenab yang sedang terduduk di lantai dengan air mata yang tidak bisa berhenti sejak tadi


"Maaf nona apa ada yang bisa saya bantu" ucap perempuan itu yang bekerja sebagai sekretaris Fiko


"Mari saya bantu berdiri" lanjutnya dan mengulurkan tangannya


"Terima kasih" ucap Zaenab


"Mau saya buatkan minuman apa" tanya Nita sebagai sekretaris Fiko


"Terserah anda"


"Maaf... kalau boleh saya tahu anda ada masalah apa" tanya Nita yang merasa iba dengan keadaan Zaenab dan memberikan secangkir teh hangat pada Zaenab


Zaenab diam tidak menjawab pertanyaan dari Nita karena menurutnya dia adalah orang asing baginya


"Kalau tidak mau cerita tidak masalah mungkin itu adalah privasi keluarga kamu... kenalkan saya Nita" ucap Nita memperkenalkan dirinya


"Saya Zaenab" ucap Zaenab dan meminum minuman yang telah dibuatkan oleh Nita


"Bukannya nona adalah istri dari tuan Fiko yang menikah dua minggu yang lalu ya" tebak Nita


"Hmmm... iya" ucap Zaenab yang ragu menjawab pertanyaan itu karena setelah mendengar pengakuan dari Fiko


"Kamu bekerja sebagai apa" tanya Zaenab lagi


"Saya sebagai sekretaris tuan Fiko.... mungkin anda mau bertemu dengan tuan ya,,,,, mari saya antar" ucap Nita


"Ehh... iya ayo" ucap Zaenab dan beranjak dari duduknya


Saat berada tepat di depan pintu ruangan Fiko,, Zaenab berusaha menguatkan hatinya agar tetap seperti biasanya dan tidak dicurigai oleh Fiko


"Hmm... Nita saya boleh minta tolong gak sama kamu"


"Apa"


"Jangan bilang sama siapapun kalau tadi saya habis nangis" minta Zaenab


"Baik... silahkan masuk" ucap Nita dan membuka pintu ruangan Fiko


Di dalam ruangan Fiko dan Farel masih membahas tentang munculnya seseorang yang tadi dan belum ditemukan identitasnya


"Zaenab... kamu disini" ucap Fiko yang melihat Zaenab muncul dari balik pintu

__ADS_1


"Iya.. aku kesini ganggu kalian ya"


"Gak kok kamu gak ganggu" ucap Fiko


"Kami hanya bahas soal bisnis saja" seru Farel


Bukan bisnis tapi tentang aku, mas Fiko dan juga wanita itu batin Zaenab


"Kamu mau ngapain kesini" tanya Fiko


"Aku mau ajak kamu makan siang bareng" ucap Zaenab


"Ya sudah ayo tapi aku mau bereskan dokumen dokumen itu dulu ya"


"Iya kalau gitu aku tunggu di parkiran" ucap Zaenab lalu pergi keluar dari ruangan Fiko


Zaenab sudah berada di samping mobil Fiko dan menunggu Fiko disana


Kamu harus bisa hadapi ini Zaenab kamu bukan wanita yang lemah batin Zaenab menyemangati dirinya sendiri


Tidak terasa air mata Zaenab kembali keluar tanpa diminta membasahi pipinya karena perkataan Fiko masih terbayang bayang di dalam otaknya


"Hay.. maaf aku sedikit lama" ucap Fiko yang menepuk pundak Zaenab dari belakang


"Iya gak apa"


"Kamu mau makan di restoran mana" tanya Fiko yang sudah duduk dikursi kemudi dan di sampingnya ada Zaenab


"Terserah kamu"


Fiko melajukan mobilnya menuju salah satu restoran yang ada di kota tersebut


Tidak lama kemudian mobil Fiko sudah terparkir di sebuah restoran


Zaenab dan Fiko menunggu pesanan mereka datang tanpa saling berbicara


"Ini makanannya... selamat menikmati" ucap pelayan restoran itu


Zaenab mulai melahap makanan yang ada di depannya begitu juga dengan Fiko


"Zaenab.." panggil Fiko


"Apa"

__ADS_1


"Habis ini kamu mau aku antar ke mana" tanya Fiko


"Kita balik aja ke perusahaan kamu dulu soalnya tadi aku pinjam mobilnya Ricki" ucap Zaenab


"Emang mobil kamu ke mana.... kenapa gak pakai mobil kamu aja" tanya Fiko


"Di rumah kan tadi pagi kita berangkat bareng... emang kamu lupa" ucap Zaenab


"Iya aku lupa"


"Dasar pelupa"


"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap Fiko lalu beranjak meninggalkan Zaenab


"Hmm"


dert.. dert..


Ponsel Zaenab berdering karena ada seseorang yang menelfon dirinya


"Iya ada apa" Zaenab memulai pembicaraan di dalam telepon


"Saya dapat informasi tentang seseorang yang nona maksud"


"Apa" Zaenab menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada Fiko di dekatnya


"Wanita yang bernama Karin itu adalah mantan dari tuan Fiko dan sekarang dia berada di Perancis untuk melanjutkan pendidikannya selama beberapa bulan... lalu.."


"Lalu apa"


"Lalu mereka putus hanya karena Karin pergi ke Perancis"


Setelah mendengar penjelasan dari orang yang di perintahkannya Zaenab memutus panggilan secara sepihak karena merasa ada Fiko yang berjalan mendekati dirinya


"Tadi kamu habis telepon sama siapa" tanya Fiko yang mulai duduk di bangkunya kembali


"Sudah selesai" Zaenab mengalihkan pembicaraan agar tidak banyak pertanyaan yang ditujukan padanya


"Sudah.. ayo balik" ajak Fiko


"Kamu bayar dulu jangan asal pulang aja nanti tiba tiba kita disuruh cuci piring lagi" ucap Zaenab


"Itu kan kalau gak bayar... tapi tadi aku sudah bayar setelah keluar dari toilet tadi" ucap Fiko dan menarik tangan Zaenab agar keluar dari restaurant itu

__ADS_1


"Ouh.. "


__ADS_2