
~Jangan lupa like, komen and vote ya~
Dan maaf karena akhir akhir ini telat up karena ada ujian
Sekali lagi maaf ya..
Zaenab masih tetap berdiri di posisinya tanpa bergeming sedikitpun walaupun dengan derai air mata
"Aku yakin kamu akan sembuh seperti sediakala" ucap Karin
Tidak lama kemudian suara seseorang membuat Zaenab dan juga Karin menatap ke sumber suara
"Karin.. jangan pergi dariku aku sangat mencintai kamu" ucap Fiko yang mulai perlahan membuka matanya
"Mas Fiko" teriak histeris Zaenab
"Fiko kamu sudah sadar" ucap Karin dan memencet tombol di samping ranjang Fiko
Selama dua bulan aku yang selalu menunggu kamu untuk sadar tetapi saat mata kamu terbuka kenapa nama orang lain yang kamu sebut batin Zaenab
Fiko menoleh ke arah samping kirinya dan di dapati Karin yang sedang duduk di sampingnya sembari memegang tangan kirinya
"Karin, kamu ada disini bukannya kamu sedang ke luar negeri" ucap Fiko lirih
"Aku sudah kembali dan aku sekarang bekerja di sini sebagai dokter" jawab Karin
"Aku mohon sama kamu jangan pernah pergi dari sisiku lagi" ucap Fiko
Kata demi kata yang terlontar dari mulut suaminya masuk ke telinga Zaenab dan membuat Zaenab tak kuasa menahan air matanya yang sejak tadi ia tahan
Kamu selalu ingin bersama Karin lalu bagaimana dengan aku batin Zaenab dan berlari keluar dari ruangan ICU
Saat berada di di depan pintu Zaenab berpapasan dengan dokter dan beberapa perawat bersamanya
__ADS_1
Dokter tersebut langsung masuk dan memeriksa kondisi Fiko
"Tuan Fiko sudah melewati masa kritisnya dan sekarang bisa dipindahkan ke ruang rawat" ucap dokter itu dan berlalu pergi
Zaenab masih menangis sambil duduk di kursi Rumah Sakit dan tiba tiba
"Ueek.." Zaenab merasa mual
Dan tiba tiba pandangan Zaenab mulai kabur dan dia jatuh tersungkur di lantai
Seorang pemuda tampan yang melintasi lorong tersebut melihat Zaenab tergeletak di lantai segera membawanya ke ruang IGD
Wanita yang cantik batin pria tersebut
Pria itu menggendong Zaenab dengan terus menatap wajah cantik Zaenab
Setelah berada di dalam ruang UGD, pria itu menempatkan tubuh Zaenab di ranjang Rumah Sakit
"Dia kenapa" tanya dokter itu sembari memeriksa Zaenab
"Tadi dia pingsan" jawab pria itu
"Lebih baik anda keluar sebentar biar saya memeriksa dia lebih lanjut" ucap dokter itu
Pria tersebut keluar dan menunggu di kursi dan setelah dua puluh menit memeriksa Zaenab akhirnya dokter yang sama menemui pria itu
"Dokter bagaimana dengan keadaannya" tanya pria itu
"Selamat ya anda akan menjadi seorang ayah" ucap dokter itu memberi selamat
"Maksud dokter apa" tanya pria tersebut
"Dia sedang hamil dan usia kandungannya sudah dua minggu dan tolong di jaga ya karena nona itu tengah hamil kembar tiga" ucap dokter itu
__ADS_1
"Terima kasih ya dok" Dokter tersebut berlalu pergi dan pria itu menghampiri Zaenab yang masih di atas ranjang dan kini mulai membuka matanya
"Aku dimana," ucap Zaenab lirih dan mulai mendudukkan tubuhnya
"Kamu jangan banyak bergerak" ucap pria itu
"Kamu siapa" tanya Zaenab
"Oh ya perkenalkan, aku Zidan tadi aku lihat kamu sempat pingsan jadi aku bawa kamu kesini" ucap Zidan
"Terima kasih ya" ucap Zaenab
"Apa kamu sudah tahu jika kamu sekarang sedang hamil" tanya Zidan
"Apa? aku hamil"
"Iya dan kamu hamil kembar tiga" jawab Zidan
"Alhamdulillah akhirnya aku diberi keturunan setelah sekian lama menunggu" ucap Zaenab bahagia
"Lalu dimana suami kamu" tanya Zidan
"Dia.." Zaenab tidak melanjutkan kata katanya dan menunduk sedih
"Kamu kenapa" tanya Zidan
"Aku gak apa kok"
"Suami aku baru saja sadar dari komanya tetapi sekarang dia bersama dengan mantan kekasihnya" ucap Zaenab
"Hal itu tidak masalah selagi kamu dan suami kamu saling mencintai apapun godaannya pasti bisa terlewati" ucap Zidan
"Tapi sayangnya tidak, dia masih mencintai mantan kekasihnya itu" ucap Zaenab
__ADS_1