Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 28


__ADS_3

"*Bukannya gak suka tapi aku takut banget sama yang namanya KEGELAPAN" ucap Zaenab dan menekankan kata kegelapan


***


"Iya maaf aku gk akan ulangi lagi... maaf ya" ucap Fiko sembari memeluk tubuh Zaenab


"Happy Birthday ya nak" ucap Anisah yang berjalan berasal dari belakang Fiko


"Mama.." teriak Zaenab dan melepaskan pelukan Fiko lalu memeluk Anisah


"Semoga kamu panjang umur ya nak dan selalu diberikan kebahagiaan" tambah Anisah dan membelai rambut Zaenab


"Makasih ya ma" ucap Zaenab


"Ini... buat kamu" Anisah memberikan sebuah kotak kecil pada Zaenab


"Apa ini ma" tanya Zaenab


"Kamu buka saja"


Zaenab membuka kotak pemberian mamanya


"Liontin.."


"Itu pemberian papa kamu"


"Sangat indah... andai papa ada di sini" keluh Zaenab


"Sudah... semua sudah terjadi" ucap Fiko


"Hmmm... iya"


"Sekarang aku juga papa kamu nak" ucap Rayhan dari belakang Zaenab


"Papa.. "


"Selamat ulang tahun ya semoga panjang umur dan cepat punya momongan" gurau Rayhan


"Papa.. apaan sih" tegur Fiko


"Ini hadiah dari papa" tambah Rayhan

__ADS_1


"Bukalah"


Terlihat sebuah kunci di dalam kotak tersebut saat setelah Zaenab membukanya


"Kunci apa ini pa" tanya Zaenab


"Itu kunci mobil... dan mobilnya ada di luar" Rayhan menjawab pertanyaan Zaenab yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri


"Nanti saja lihatnya.. ini lihat dulu hadiah dari aku" ucap Fiko


"Apa ini... bunga? "tanya Zaenab setelah Fiko memberikan sebuah buket bunga


"Lihat dulu di dalamnya ada sesuatu" jelas Fiko


"Kunci lagi.. ini kunci apa" tanya Zaenab lagi sembari mengangkat kunci tersebut


"Rumah ini"


"Jadi.. rumah ini hadiah buat aku" seru Zaenab


"Hmmm... " Fiko menganggukkan kepalanya


"Kamu belinya kapan" tanya Zaenab


"Kita makan siang bersama ya.. pelayan sudah siapkan makanan" ajak Fiko yang sedari tadi menahan laparnya


"Ayo... papa juga sudah laper" Rayhan menyetujui ajakan Fiko


***


Ricki masih berkutat dengan pekerjaannya. Tiba tiba ponselnya berdering


"Halo" Ricki membuka pembicaraan lewat telpon


"Maaf ini saya pak.. saya melihat bahwa pak Roy sedang berada di Palm Universitas"


"Tunggu saya.. saya akan kesana untuk memastikannya sendiri"


"Baik pak"


Ricki memutus panggilan secara sepihak lalu pergi dari perusahaan menggunakan mobil dan melajukannya menuju Palm Universitas

__ADS_1


Tidak lama kemudian Ricki sudah berada bersama orang yang diperintahkannya untuk mengintai Roy


"Dimana dia" tanya Ricki


"Dia ada di sana" ucap salah satu orang yang bersama Ricki sembari menunjuk sebuah ruangan


Ricki mengambil langkah cepat menghampiri ruangan tersebut agar tidak tertinggal jejak Roy. Saat hampir sampai Ricki tidak sengaja menabrak seseorang


"Awww... " rintihan seseorang yang ditabrak oleh Ricki


"Maaf dek" ucap Ricki meminta maaf sambil membantu membereskan barang yang terjatuh


"Gak apa kak" ucap seseorang tersebut dengan tertunduk


"Kak Ricki.. " tambahnya saat mendongakkan kepalanya


"Rachel.. maaf ya kakak buru buru"


"Gak apa tapi kenapa kakak bisa disini" tanya Rachel


"Euhmm... kakak kesini ada sesuatu yang harus kakak selesaikan" ucap Ricki dan melihat bahwa Roy sudah pergi dari ruangan itu


"Kakak telefon dulu ya.. bentar kamu tunggu disini" ucap Ricki


"Iya kak"


Ricki sedikit menjauh dari Rachel untuk menelfon orang yang diperintahkannya


"Cari tau apa yang dilakukan dia disini"


"...."


"Selesaikan saat ini juga"


Setelah panggilan terputus Ricki mendekat lagi ke Rachel


"Sudah selesai kak telfonnya" tanya Rachel


"Sudah.. kamu gak ada kelas lagi kan"


"Gak"

__ADS_1


"Kalau gitu pulang bareng sama kakak aja ya"


__ADS_2