
Mobil Fiko sudah berjalan di tengah keramaian kota
"Ko.. "panggil Zaenab pada Fiko yang masih fokus mengemudi
"Apa"
"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu gak"
"Tanya aja sekarang kamu istri aku dan kita harus saling terbuka" ucap Fiko yang salah satu tangannya memegang tangan Zaenab dan yang satunya tetap berada di setir mobil
Aku memang istri kamu tapi hati kamu bukan untukku batin Zaenab
"Aku hanya ingin tahu tentang masa lalu kamu" ucap Zaenab
"Apa kamu bisa menjelaskan semuanya kepadaku" lanjut Zaenab
"Hmmm... nanti setelah kita sampai akan aku jelaskan semuanya kepada kamu" ucap Fiko
Mana mungkin aku bisa menjelaskan ke kamu Zaenab tentang rasa aku kepada Karin batin Fiko
Sesampai di perusahaan, Fiko dan Zaenab berjalan berdampingan menuju ruangan Fiko
"Siang pak, bu" sapa salah satu karyawan disana
"Siang juga" ucap Zaenab membalas sapaan karyawan itu
"Istri tuan Fiko ramah banget ya beda sama mantan pacarnya yang dulu gak ada ramah ramahnya" bisik salah satu karyawan yang membahas tentang Fiko dan Zaenab
"Iya, dia baik dan ramah" saut salah satu karyawan
Saat sudah berada di dalam ruangan Fiko, Zaenab kembali meminta penjelasan kepada Fiko
"Mas.." ucap Zaenab yang tengah duduk di sofa dekat meja kerja Fiko
"Apa"
"Kamu bisa jelaskan sekarang tentang tadi" ucap Zaenab
"Tentang apa"
"Hufft.. masa lalu kamu, aku ingin kamu jelaskan semuanya sekarang" ucap Zaenab yang mulai merasa kesal kepada Fiko
"Iya aku akan jelaskan semuanya" ucap Fiko dan mendekati Zaenab
__ADS_1
"Dulu aku pernah pacaran sama seseorang" ucap Fiko
"Namanya" tanya Zaenab
"Shava.. "
"Lalu kenapa kalian putus" tanya Zaenab kembali
"Saat perjalanan menuju ke hotel tempat dimana kita akan bertunangan tiba tiba dia mengalami kecelakaan" ucap Fiko
"Kamu ada sama dia"
"Tidak.. aku sudah ada di tempat"
"Dan.. " Zaenab mulai mencari tahu tentang masa lalu Fiko secara detail
"Dia meninggal.... dan membuat aku susah untuk melupakan dia"
"Setelah itu apa yang terjadi" tanya Zaenab kembali
"Disaat kamu pergi ke Inggris aku bertemu sama seseorang namanya Karin... dia yang membuat aku bisa melupakan Shava" ucap Fiko
"Karena aku sudah merasa nyaman dengan Karin akhirnya kita berpacaran" lanjut Fiko dengan
"Dan kenapa kalian putus"
"Kita putus karena dia pergi untuk melanjutkan pendidikannya ke Perancis" ucap Fiko sambil menundukkan kepalanya
"Dan.. apa kamu masih mencintai dia" tanya Zaenab dengan sedikit ragu
"Mmm.. aku.. memang masih mencintai dia" ucap Fiko gugup takut jika Zaenab marah
Mendengar ucapan Fiko secara langsung membuat Zaenab meneteskan air matanya. Zaenab menumpahkan semua rasa kekecewaannya bersama air matanya yang tumpah
"Maafkan aku" ucap Fiko dan memeluk tubuh Zaenab
"Aku boleh tanya sesuatu sama kamu" ucap Fiko
Zaenab tidak menghiraukan pertanyaan Fiko, ia masih tidak bisa berbicara sedikitpun
"Kalau kamu tidak bisa berbicara tidak masalah" ucap Fiko mengerti keadaan Zaenab yang masih dalam pelukannya
"Aku akan pulang... aku tidak akan mengganggu pekerjaan kamu" ucap Zaenab sambil membenarkan duduknya dan menghapus air matanya
__ADS_1
"Aku akan antar kamu.. aku khawatir sama keadaan kamu" ucap Fiko
"Gak perlu" ucap Zaenab sedikit ketus
Zaenab memakai kaca mata hitam agar tidak terlihat jika dia habis menangis dan keluar dari ruangan Fiko
"Tapi nab.. " ucap Fiko ingin menghentikan Zaenab tetapi Zaenab sudah keluar dari ruangannya
___________
Di luar ruangan Fiko
"Zaenab kamu ada disini" ucap Farel menyapa Zaenab
"Iya" singkat Zaenab
"Kamu mau kemana" tanya Farel lagi
"Pulang.. bye" ucap Zaenab pergi dan sudah berada di dalam lift untuk turun ke lantai dasar
Farel masuk ke dalam ruangan Fiko setelah Zaenab pergi
"Tok..
"Tok..
Farel mengetuk pintu ruangan Fiko beberapa kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Dengan segera Farel mulai membuka pintu secara perlahan dan mendapati Fiko yang duduk di sofa dengan wajah masam
"Lo kenapa" tanya Farel
"Tadi.. " Fiko menjelaskan semua yang terjadi sebelum Farel datang secara detail dan tidak ada yang tertinggal sedikitpun
"Lo **** apa gila sih" ucap Farel yang tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya
"Gue cuma mau jujur sama dia aja" ucap Fiko
"Tapi kalau lo kayak gini bisa buat hati Zaenab sakit" ucap Farel
"Gue tau... sekarang gue harus ngapain" tanya Fiko
"Lupain Karin dan coba cintai Zaenab jika lo gak mau kehilangan Zaenab" ucap Farel memberikan saran
"Tapi itu sulit bagi gue rel" ucap Fiko
__ADS_1
"Kalau gitu lo harus tanggung semua konsekuensinya" ucap Farel lalu pergi dari ruangan Fiko