
Pelayan tersebut masuk ke dalam rumah dan melaksanakan tugas sesuai yang diperintahkan oleh Fiko
Fiko berada di ruang tamu dengan menatap layar laptopnya untuk mengerjakan tugas yang harus diselesaikannya selama dia mengambil cuti
***
"... jadi dengan kerja sama yang kita lakukan menambah keuntungan bagi kedua pihak" jelas bu Hera
"Baik,, saya sangat beruntung dengan bekerja sama dengan anda" ucap Zaenab
"Saya sudah melihat perumahan ini dan saya melihat banyak perkembangan" ucap Ricki
"Baiklah.. terima kasih atas penjelasannya" ucap Zaenab
"Saya harus kembali ke perusahaan karena sebentar lagi akan ada meeting dengan klien" tambah Zaenab
"Terima kasih kembali" ucap bu Hera
Zaenab dan Ricki keluar dari kantor itu dan masuk ke dalam mobil karena mereka harus melakukan meeting
Ricki mengemudikan mobil dengan kecepatan sedikit tinggi agar tidak terlambat dalam menyambut klien tersebut karena dengan keterlambatan mereka dapat memengaruhi kerja sama mereka
Saat berada di perusahaan Zaenab berjalan sedikit cepat. Setelah pintu lift terbuka Zaenab menuju ke meja sekretarisnya
"Apa klien kita sudah datang" tanya Zaenab
"Belum dan tadi klien kita menelfon dia bilang kalau dia akan sampai dalam waktu 5 menit lagi" ucap sekretaris Zaenab
"Siapkan ruang meeting" perintah Zaenab
"Sudah"
__ADS_1
"Hibungi saya jika klien kita sudah sampai" pinta Zaenab
"Baik" jawab sekretarisnya
Zaenab masuk ke dalam ruangannya. Di dalam ruangannya dia mengirim sebuah pesan kepada Fiko
"Aku akan pulang setelah dua jam lagi yank soalnya aku harus meeting dengan klien"
Setelah mengirim pesan dia mendapat telfon dari sekretarisnya bahwa kliennya sudah datang
"..."
"Suruh untuk menunggu saya di ruang meeting"
"Baik bu"
Zaenab masuk ke dalam ruang meeting disusul oleh Ricki di belakangnya
"Thanks"
"Pakai saja bahasa Indonesia saya bisa berbahasa Indonesia" ucap klien itu
"Baik pak"
"Perkenalkan saya Roy pemilik perusahaan batu bara" ucap Roy memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan
"Saya Zaenab" ucap Zaenab dan membalas uluran tangan Roy
Saat Zaenab hendak melepaskan uluran tangannya tiba tiba Roy menggenggam tangan Zaenab lebih erat
"Maaf tolong lepaskan tangan saya" pinta Zaenab
__ADS_1
"Ehh.. iya" jawab Roy sambil melepas tangan Zaenab
"Saya ingin perusahaan saya bekerja sama dengan perusahaan bapak" ucap Zaenab to the poin
"Itu sangat mudah tapi saya ingin mengajukan beberapa syarat" timpal Roy
"Apa itu... " ucap Zaenab dan Ricki bersamaan
"Syaratnya sangat mudah.. hanya satu yaitu kamu harus menjadi istriku" ucap Roy membuat Zaenab membelalakan matanya
"Maaf saya gak bisa karena saya sudah menikah" tolak Zaenab
"Kamu ceraikan saja dia lalu menikah denganku"
"Maaf sekali lagi saya tegaskan saya tidak bisa" ucap Zaenab dengan nada tinggi setelah itu dia pergi meninggalkan Roy
Zaenab sedang berada di dalam ruangannya bersama dengan Ricki
"Saya tidak habis pikir dengan jalan pikirannya apa semuanya bisa dibayar dengan uang" Zaenab meluapkan amarahnya
"Biarkan saja anggap aja kejadian tadi tidak terjadi" ucap Ricki
"Awasi dia jangan sampai dia melakukan sesuatu hal yang dapat merugikan perusahaan" perintah Zaenab
"Baik non" jawab Ricki
"Saya mau pulang" ucap Zaenab
"Apa perlu saya antar" tawar Ricki
"Tidak perlu.. saya bisa naik taksi lagi pula saya sudah memesan taksi lewat online"
__ADS_1
"Kalau gitu saya kembali ke ruangan saya dulu ya" ucap Ricki