Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 14


__ADS_3

Di meja makan


Semua anggota keluarga makan tanpa berbicara sehingga yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu seperti bertengkar


Selesai makan Anisa membuka pembicaraan dengan sebuah pertanyaan


"Zaenab tadi kata Rachel saat Rayhan membicarakan tentang perjodohan kamu bahagia dan saat Fiko menolaknya wajah kamu berubah,,kamu bisa jelaskan ini semua sama mama" tanya Anisah


"Aku akui saat perjodohan itu dibicarakan aku merasa bahagia karena dari sebelum aku berangkat ke Inggris aku mencintai Fiko dari awal pertemuan tapi saat aku mendengar penolakan dari Fiko aku merasa dia mencintai orang lain jadi itulah alasan aku menjadi sedih" jelas Zaenab dengan menunduk


"Ambillah keputusan yang tepat dan apapun keputusan kamu mama mendukungmu" ucap Anisah


"Aku sudah memikirkan keputusan itu dan aku memutuskan untuk....-"


"Kalau itu memang keputusan kamu mama menyetujuinya,,, besok kita ke rumah sakit untuk membicarakan keputusan kamu dengan Rayhan" ucap Anisah


"Sekarang kamu kembali ke kamar,,,istirahatlah kamu pasti sangat lelah" ucap Anisah


"Ma Rachel juga mau ke kamar ya" ucap Rachel


"Hmm"


***


Setelah mengganti pakaiannya Farel kembali ke rumah Fiko


"Tin..


"Tin..


Suara klakson mobil Farel menandakan dia sudah datang


Farel menghubungi nomer Fiko tetapi saat ia hendak menghubungi nomor Fiko dia melihat sosok Fiko membuka pintu rumahnya

__ADS_1


"Lama banget sih lo make up an dulu ya" gerutu Farel


"Lo kenapa sih gue lagi pusing mikirin masalah gue lo malah bercanda" tegas Fiko sambil masuk ke dalam mobil Farel dan duduk di sebelah Farel


"Lo masih ingat kan kata kata gue waktu itu" tanya Fiko


"Ingat memangnya itu maksudnya apa sih" jawab Fiko


"Ikutilah kata kata orang tua lo karena tanpa dia lo gak bakal ada di dunia ini dan merasakan mencintai Karin" jelas Farel sambil melajukan mobilnya menuju rumah sakit


"Tapi gue sulit buat buang perasaan gue ke Karin" ucap Fiko


"Itu terserah lo kalau saran gue lo ikutin aja apa kemauan papa lo" jawab Farel


"Kalau gitu antarin gue ke cafe"


"Lo mau ngapain" tanya Farel


"Udah lo diam aja tapi tungguin gue"


***


Di dalam kamar Zaenab mengerjakan seluruh tugasnya dan menurutnya jika mengerjakan tugas kantornya bisa membuat dia melupakan masalahnya sejenak


Di tengah tengah mengerjakan tugas tiba tiba pintu kamarnya di ketuk


"Tok..


"Tok..


"Tok..


"Masuk" jawab Zaenab tanpa mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya

__ADS_1


"Kamu ngapain" tanya Anisa sambil masuk ke dalam


"Ngerjakan tugas hari ini sama besok" jawab Zaenab


"Kenapa tugas besok juga kamu kerjakan"


"Bukannya besok kita harus ke rumah sakit"


"Ya sudah mama turun dulu ya mama buatin kamu teh biar kamu tidak terlalu jenuh dengan tugasnya"


"Makasih ya ma"


"Hmm" jawab Anisah sambil keluar dari kamar Zaenab menuju dapur


Zaenab masih serius dengan pekerjaannya hingga tidak melihat ada pesan masuk dari seseorang


Beberapa menit kemudian Anisah kembali dengan teh juga roti di tangannya


"Ini teh nya kamu minum ya" ucap Anisah sambil meletakkan teh dan roti di atas meja


"Nab ini ada notifikasi pesan" ucap Anisah sambil memberikan ponsel ke Zaenab


Saat melihat ponselnya Zaenab menjadi terdiam kaku membuat Anisah ingin tahu


"Dari siapa nab" tanya Anisah


"Fiko ma" jawab Zaenab singkat sambil meletakkan ponselnya


"Dia minta ketemuan di cafe" tambah Zaenab sambil menunduk


"Kalau gitu kalian ketemuan aja" jawab Anisah antusias


"Biar kalian lebih dekat lagi" tambah Anisah

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya


__ADS_2