
~Jangan lupa like, komen and vote ya~
Saat ini Karin dan Fiko sudah berada di loby Mahardika Group
Fiko terlihat berjalan terburu buru menuju ruangannya dan tidak menghiraukan Karin yang berjalan di belakangnya
Para pekerja yang sedang berlalu lalang melihat kedatangan Karin membuat mereka terusik
Segerombol wanita membicarakan Karin dengan bisik bisik terlihat ada sebuah kebencian di mata mereka
Karin yang mengetahui hal tersebut segera menghampiri gerombolan wanita itu
Menyambar rambut salah satu wanita yang ada di geerombolan itu "Berani sekali kalian membicarakan aku yang akan menjadi istri dari bos kalian" ucap Karin dengan lagak sombong
Kata kata Karin membuat para wanita bergerombol itu merasa kebingungan karena yang mereka ketahui hanyalah Zaenab merupakan istri sah Fiko
Karin menarik rambut wanita itu dengan sangat keras sehingga terlihat wanita itu meringis kesakitan
Setelah itu Karin berlalu pergi dengan senyuman sinis menyeringainya
Fiko tidak menyadari jika Karin sudah tidak mengikutinya lagi dan sekarang dia hendak masuk ke dalam ruangannya
Di dalam ruangannya ada Rayhan dan juga Farel yang sedang serius membicarakan tentang pekerjaan dan ada dua buah laptop di depan mereka masing masing
"Bagaimana" tanya Fiko yang langsung duduk di depan mereka berdua dan hanya berjarak sebuah meja kaca
__ADS_1
"Sudah kembali seperti semula" jawab Rayhan ketus
"Papa kenapa dari tadi marah mulu sama aku" gerutu Fiko
"Bagaimana papa gak marah sama kamu,, papa bersusah payah menjodohkan kamu dengan Zaenab tapi kamu malah mengkhianati dia" ucap Rayhan dengan emosi meledak
"Dan kamu lebih memilih Karin wanita yang kasar dan tidak tahu aturan" tambah Rayhan
Farel yang hanya mendengar tanpa berkata sedikit pun seketika membulatkan matanya lebar lebar
"Kamu gak salah kan ko" ucap Farel yang mulai membuka suara
"Memangnya kenapa" tanya Fiko santai
Karin yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka tidak terima jika dia selalu di pojokkan
Karin membuka pintu dengan sangat keras sehingga semua yang ada di dalam ruangan terkejut
Braak...
"Saya tidak terima jika aku selalu di pojokkan dan di jelek jelekkan oleh kalian" ucap Karin dengan suara keras
"Hal ini lah yang tidak papa suka wanita yang berbicara kasar pada orang yang lebih tua sedangkan Zaenab.. dia orang yang lembut dan menghargai yang lebih tua" ucap Rayhan tak kalah emosi dan berdiri dari duduknya
"Aku bisa jauh lebih baik dari pada Zaenab yang hanya wanita murahan" ucap Karin meledek
__ADS_1
Praak...
Sebuah tamparan keras melesat di pipi kanan Karin
"Dasar wanita ja**ng" bentak Rayhan
"Lihatlah apa yang bisa kamu banggakan dari dia" ucap Rayhan
Karin merasa sangat kesal dengan Rayhan yang sedari tadi hanya menjatuhkan namanya
Karin mendorong Rayhan dengan keras hingga hampir tersungkur ke lantai tapi dengan sigap Farel berdiri dari duduknya dan menangkap tubuh Rayhan
Farel yang menganggap Rayhan adalah orang tuanya sendiri tidak terima atas perlakuan Karin
"Kamu tahu apa yang kamu lakukan" bentak Farel
"Aku tahu apa yang aku lakukan" ucap Karin dengan sombong
Farel melayangkan tangannya hendak menampar Kari tetapi ada sebuah tangan yang mencegahnya
"Ada hak apa kamu akan menampar calon istri aku" ucap Fiko dengan nada suara kasar
"Bodoh!! Kamu terlalu di butakan oleh cinta sampai mata kamu tertutup sampai tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah" ucap Farel kasar
"Jika kamu ingin menikah dengan dia menikahlah tapi ingat papa tidak pernah merestui hubungan kamu dan papa gak akan datang ke pernikahan kalian" ucap Rayhan emosi lalu pergi dan di susul oleh Farel
__ADS_1