
~Jangan lupa like, komen dan vote ya~
Selesai cek kandungan Zaenab beralih menjenguk suaminya
"Kamu hamil kembar empat nab" ucap Zidan
"Iya aku bahagia sekali" Zaenab sangat bahagia mendengar berita tadi
"Tapi kenapa awalnya tiga sekarang jadi empat" tanya Zaenab
"Mungkin kesalahan medis" ucap Zidan
"Ya sudahlah sekarang yang terpenting aku harus jaga anak ini sampai lahir" ucap Zaenab
Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang rawat Fiko
Selesai sadar Fiko dipindahkan ke ruang rawat biasa dan sebelum cek kandungan Zaenab sempat bertanya lebih dulu dimana ruangan suaminya ke bagian resepsionis
"Aku tunggu di depan aja ya" ucap Zidan
"Kenapa!! " tanya Zaenab
"Nanti malah salah paham dia" jelas Zidan
"Ya sudah aku masuk dulu ya" ucap Zaenab dan pergi memasuki ruangan suaminya sedangkan Zidan menunggu diluar
Zaenab melangkah masuk dan dia melihat sebuah adegan romantis antara Fiko dan Karin
Saat itu Karin sedang menyuapi Fiko bubur yang sudah diberikan oleh perawat Rumah Sakit
"Sayang aku mau pulang" rengek Fiko dengan manja pada Karin
Karin sudah melihat Zaenab masuk ke ruangan itu tetapi dia pura pura tidak melihatnya
"Nanti siang kamu bisa pulang tapi kamu harus makan ini dulu" ucap Karin
__ADS_1
Sayang,, apa mereka sudah memiliki hubungan dibelakang aku batin Zaenab sambil menyembunyikan kesedihannya dan berjalan mendekati mereka
"Mas Fiko kamu sudah baikan" tanya Zaenab dengan penuh kelembutan tetapi dibalas tatapan sinis oleh Fiko
"Ternyata kamu masih peduli juga sama aku" sindir Fiko
Akibat kebohongan Karin kini Fiko sedikit memiliki rasa benci sama istrinya sendiri
"Maksud kamu apa mas aku selalu peduli sama kamu" ucap Zaenab
"Bohong!! " bentak Fiko
Baru kali ini Fiko membentak Zaenab selama ini dia selalu bersikap lembut pada istrinya
Tidak terasa air mata Zaenab kembali tumpah di depan suaminya tetapi tidak membuat sedikitpun hati Fiko luluh
Zaenab pergi dan keluar dari ruangan itu yang hanya ada sebuah kesedihan tersendiri untuk Zaenab
Terlihat sebuah senyuman tipis terukir di bibir manis Karin
"Kamu kenapa" tanya Zidan
"Aku gak apa sekarang lebih baik kita pulang aja" ucap Zaenab sembari menghapus air matanya dan mengukir senyuman tipis di bibirnya walaupun tidak tulus
"Baiklah" ucap Zidan menyetujuinya
Zidan merangkul bahu Zaenab dan membawanya pergi
Sedangkan di dalam ruangan Fiko
"Sayang.. kamu jangan terlalu emosi nanti kamu sakit lagi" ucap Karin dengan nada manja dan bergelayutan di tangan Fiko
"Kalau sama kamu aku gak akan marah marah seperti tadi jadi aku minta maaf ya" ucap Fiko dan mengusap lembut kepala Karin
Bukan aku yang salah tetapi dia minta maafnya sama aku tapi baguslah itu akan menjadi kesempatan aku untuk merebut Fiko dari Zaenab batin Karin dengan tersenyum licik
__ADS_1
Tidak lama kemudian seorang dokter datang mengecek kondisi tubuh Fiko
"Keadaan anda sudah pulih dan anda bisa pulang sekarang dan selesaikan seluruh biayanya di bagian administrasi " ucap dokter itu lalu pergi
"Ayo kita pulang" ajak Fiko
Karin menuntun Fiko berjalan sampai keluar ruangan dan berhenti di salah satu ruangan untuk membayar biaya administrasi
"Kamu tunggu di sini dulu ya" ucap Karin dan mendudukkan Fiko di salah satu kursi
Karin pergi membayar biaya administrasi lalu kembali lagi menghampiri Fiko
"Sudah" tanya Fiko
"Sudah semuanya ayo pulang" ajak Karin
Mereka berdua keluar dari Rumah Sakit dan menuju mobil pribadi Karin
Mobil Karin bersebelahan dengan mobil Zidan dan didalamnya Zidan sedang menenangkan Zaenab
"Ada apa" tanya Zidan
Zaenab menceritakan semua hal yang terjadi di ruangan suaminya tadi
"Aku tahu kamu sangat terluka tapi ingat kamu sedang mengandung jadi lebih baik kamu fokus aja ke janin kamu" nasihat Zidan
Zaenab mendengarkan ucapan Zidan sambil melihat ke luar jendela dan mencerna kata kata Zidan
Saat melihat ke arah luar Zaenab melihat Karin dan Fiko bergandengan tangan sambil bercanda tawa melengkapi kemesraan mereka
Mereka lupa kebahagiaan mereka berada di atas penderitaan seseorang
Zaenab kembali menangis sesegukan dan saat mengingat ada bayi yang sedang dia kandung akhirnya Zaenab menghentikan tangisannya
Zidan membiarkan Zaenab menangis karena menurutnya dengan menangis Zaenab akan merasa lega
__ADS_1
Setelah itu Zidan menjalankan mobilnya keluar dari halaman Rumah Sakit melaju di jalanan yang sangat ramai dipadati pengendara kendaraan bermotor