
Hari demi hari mereka lalui bersama sama dan tidak terasa pernikahan Zaenab dan Fiko sudah satu tahun bersama
Hari ini adalah hari anniversary mereka yang pertama
Fiko masih berada di kantornya dan satu jam lagi ia akan pulang sedangkan Zaenab berada di dalam kamarnya sedang berhias diri
Karena malam ini mereka berencana untuk merayakannya di pinggir pantai
Zaenab dan Fiko berada di rumah pribadinya yang dibeli Fiko setelah pernikahan mereka
Zaenab sudah menyiapkan sebuah hadiah untuk diberikan ke suaminya begitu pula dengan Fiko
Seiring berjalannya waktu Fiko mulai mencintai Zaenab karena Zaenab tulus merawatnya setiap hari tetapi belum sepenuhnya nama Zaenab di hatinya
Nama Karin tetap ada selalu di hatinya bagaikan ukiran di atas batu yang tak bisa dihilangkan
Di perusahaan Mahardika
Fiko masih fokus dengan laptop di depannya kemudian ia teringat tentang rencana nanti malam
Ia melihat jam tangan berwarna coklat dan dipadukan dengan warna emas yang melingkar di tangannya
Waktu sudah menunjukkan pukul 16:30 tetapi Fiko masih berada di perusahaan
Fiko memegang gagang telepon yang berada di sampingnya dan menghubungi Farel untuk segera ke ruangannya
"*Kamu cepat kesini*" ucap Fiko singkat kemudian menutup telepon
Tidak berselang lama pintu ruangan Fiko yang terbentuk dari kaca tetapi tidak tembus pandang dan juga kedap suara diketuk oleh Farel
"**Tok..
"Tok..
"Tok**..
__ADS_1
"Masuk" ucap Fiko mengijinkan seseorang yang ada di luar untuk masuk
"Ada apa" tanya Farel yang kini berdiri di depan Fiko
"Hari ini aku mau pulang lebih cepat dari biasanya" ucap Fiko
"Memang ada acara apa ko" tanya Farel
"Hari ini adalah hari Anniversary pernikahan aku sudah satu tahun lamanya" jelas Fiko
"Oh kalau gitu aku ucapkan Selamat Hari Anniversary ya bos" ucap Farel
"Iya thanks" jawab Fiko singkat
"Lalu ada apa kamu panggil aku" tanya Farel
"Lalu kenapa"
"Aku akan pulang sendiri jadi aku cuma mau minta kunci mobil aku aja" ucap Fiko
"Lalu nanti aku pulang pakai apa" tanya Farel
"Jalan kaki kan bisa" ucap Fiko santai
"Tega amat bos" ucap Farel dengan memasang wajah memelas
"Naik taksi aja kalau gak mau kamu bisa juga naik becak biar lebih seru" ucap Fiko
__ADS_1
"Serunya apa" tanya Farel
"Kamu gak pernah kan lihat pemandangan kota di malam hari dengan naik becak.. jadi kamu bisa coba nanti" ucap Fiko
"Udah sekarang mana kuncinya" lanjut Fiko dan menodongkan tangannya ke hadapan Farel
"Nih" ucap Farel sembari memberikan kunci mobil ke Fiko
Setelah mendapatkan kunci mobilnya ia beranjak dari duduknya
"Bereskan meja kerjaku jangan sampai ada yang berserakan" ucap Fiko lalu pergi menuju lift
"Gue lagi" gerutu Farel
Di sisi lain Zaenab sudah berada di dalam mobilnya
"Semoga aku gak telat" ucap Zaenab sembari melihat jam tangan miliknya
Saat membelokkan setirnya tiba tiba cincin pernikahannya jatuh ke bawah
Lalu Zaenab menghentikan mobilnya sebentar dan mengambil cincin berlian yang di sematkan oleh Fiko saat hari pernikahannya
"Kenapa perasaan aku jadi gak enak" ucap Zaenab
"Kenapa aku jadi kepikiran sama mas Fiko ya" lanjut Zaenab
Zaenab mencoba menghilangkan rasa khawatirnya itu dengan menghubungi Fiko agar ia mengetahui keadaan suaminya
__ADS_1