
~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~
Malam hari telah tiba matahari kini bersembunyi dan hanya ada suasana kegelapan.
Seluruh anggota keluarga Wijaya sudah berada di kamarnya masing masing untuk beristirahat
Zaenab memutuskan untuk tinggal di rumah keluarganya
Hingga tengah malam Zaenab tidak bisa tidur dan terus merasakan mual
"Ueekk.." Zaenab berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya
Zaenab kembali berbaring di ranjang nya yang berukuran big size
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Zaenab terlelap tidur
Pagi hari
Seluruh pekerja sudah mengerjakan pekerjaannya masing masing
Zaenab masih membersihkan diri di dalam kamar mandi
Sedangkan Anisah berada di dalam dapur dengan beberapa pelayan di sampingnya membantu menyiapkan sarapan
Setelah mandi Zaenab mengganti pakaiannya dan turun ke bawah untuk membantu Anisah
"Pagi ma" sapa Zaenab
"Pagi juga kamu mau makan apa" tanya Anisah
"Aku tidak ingin apa apa" jawab Zaenab
"Mama tau gak kalau kita tetanggaan sama Zidan" ucap Zaenab
"Oh ya!! "
"Kalau gitu tolong antarkan salad buah ini ke rumah Zidan" pinta Anisah
Anisah memberikan salad buah yang berada di mangkuk kepada Zaenab dan Zaenab menerimanya lalu pergi mengantarkannya ke Zidan
Zaenab berjalan keluar dari halaman rumah dan dia sekarang berada di depan pagar
__ADS_1
"Maaf nona anda mau kemana kenapa tidak membawa mobil" tanya seorang security
"Saya hanya ke depan" jawab Zaenab dengan tersenyum ramah
Security tersebut membukakan pagar untuk Zaenab
"Terima kasih pak" ucap Zaenab
Zaenab masuk ke halaman rumah mewah milik Zidan dan dia memencet bel rumah
Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya dengan menggunakan seragam pelayan keluar membukakan pintu
"Cari siapa nona" tanya wanita itu
"Tuan Zidan nya ada" tanya Zaenab balik
"Ada nona silahkan masuk saya akan memanggil tuan muda" ucap wanita itu dan berlalu pergi memanggil Zidan
Di dalam kamar, Zidan sedang mengerjakan pekerjaan kantornya
"Tok..
"Tok..
"Tunggu sebentar aku akan turun" ucap Zidan dan menutup laptopnya kemudian turun menemui tamunya
Dan dilihat Zaenab yang sedang duduk manis di kursi panjang dan seperti sedang mengamati seluruh isi rumah Zidan
"Zaenab.. kamu kenapa kesini pagi pagi" tanya Zidan
"Aku cuma antar ini dari mama" ucap Zaenab
"Terima kasih kenapa repot repot" ucap Zidan mengambil mangkuk yang ada di tangan Zaenab lalu meletakkan di meja makan
"Kamu bagaimana keadaannya" tanya Zidan
"Baik baik aja" jawab Zaenab
"Bukan apa kamu sering mual" tanya Zidan lagi
"Iya tadi malam aku mual" ucap Zaenab
__ADS_1
"Itu biasa sering dialami oleh ibu hamil seperti kamu" ucap Zidan
"Pekerjaan kamu apa" tanya Zaenab tiba tiba
"Aku bekerja di perusahaan memangnya kenapa" tanya Zidan bingung
"Kamu tahu tentang hal hal yang berbau kesehatan jadi aku kira kamu dokter" ucap Zaenab jujur
"Aku hanya tahu sedikit tidak masalah kan" ucap Zidan
"Iya sih aku mau pulang dulu ya" ucap Zaenab dan pergi kembali ke rumahnya
Sedangkan Zidan menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh pelayannya
Anisah dan pelayan yang lainnya menghidangkan makanan yang sudah mereka masak di meja makan
Rachel keluar dari kamarnya dan duduk di salah satu kursi meja makan
"Kemana kak Zaenab ma kenapa belum keluar kamar" tanya Rachel
"Dia ke rumah Zidan" jawab Anisah
Zaenab masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke meja makan
"Lama banget kamu nab" ucap Anisah
"Pacaran dulu mungkin" saut Rachel
"Apaan sih" Zaenab duduk di samping Rachel kemudian disusul oleh Anisah
Mereka bertiga makan bersama di meja makan tanpa seuntai kata keluar dari mulut mereka
Hanya terdengar suara garpu dan sendok yang sedang menari di atas piring
"Bagaimana hubungan kamu dengan Farel chel" tanya Zaenab memecah keheningan
"Baik sih kak dan dia katanya mau kalau kita tunangan" ucap Rachel jujur
"Udah masuk ke jenjang yang serius ya" ucap Anisah
"Ngebet banget tuh Farel" goda Zaenab
__ADS_1
"Tiga hari lagi dia mau kesini bawa keluarganya mau bicarakan tentang pertunangan kita nanti" ucap Rachel
"Bagus itu nanti kita diskusikan bersama" ucap Anisah