
"Aku papa kalian" ucap Fiko
"Bohong" teriak Vandra dan Sandra
Wanda dan Arka yang tidak tau apa apa hanya bisa diam
Zidan memangggil manager resto untuk mengosongkan restoran ini
Dan dalam sekejap resto telah kosong dan hanya ada mereka
Zidan memanggil pengasuh untuk membawa keempat anak bungsu nya keluar terlebih dahulu
"Tapi itu kenyataan nya" ucap Fiko
"Gak usah omong. kosong" ucap Vandra sinis
"Jika itu benar apa buktinya" ucap Sandra menantang
"Zaenab bilang jika itu benar" ucap Fiko memaksa
"Males" ucap Zaenab sambil duduk di salah satu bangku
"Rachel kamu bisa jelasin ke mereka" ucap Fiko memaksa Rachel
"Aku juga males" ucap Rachel sambil duduk di samping Zaenab sambil memainkan ponselnya
Fiko menjambak rambutnya frustasi
"Kenapa gak bisa buktiin" ucap Sandra sinis
"Jika kamu memang papa kami kemana kamu selama ini hah!" teriak Vandra
Vandra melangkah maju selangkah demi selangkah dan membuat Fiko mundur perlahan
Sebuah pisau tergeletak di atas meja dan dengan cepat Sandra mengambilnya
__ADS_1
Perlahan dia juga ikut maju dan menghadang Fiko
Dua lawan satu membuat Fiko tak bisa berkutik
"Van San jangan nekad" ucap Arka
"Diem!!" ucap Vandra dan Sandra bersamaan dengan lantang
Sedangkan Zaenab hanya menyaksikan dengan santai
Zidan menghampiri istrinya dan duduk di depannya
"Kau tidak mau menghentikan nya" tanya Zidan
"Gak perlu" ucap Zaenab singkat
"Jawab!!" teriak Vandra lantang
"Apa yang bisa ku jawab" ucap Fiko lesu
Dia benar benar takut saat ini jika salah satu anaknya nekad dan membahayakan nyawanya
"Heh!! gak peduli lu papa kandung kami apa bukan karena sampai kapanpun hanya ada satu papa yang kami anggap" ucap Vandra
"Yaitu papa Zidan yang tulus sayang sama kami bukan seperti lu yang menghilang dan gak peduli" ucap Sandra
Perlahan Vandra dan Sandra mundur dan melangkah menuju mama papanya
Sandra meletakkan pisau kembali ke tempatnya semula
"Sebenarnya yang benar yang mana" tanya Wanda pada mamanya
Kini keempat putra putrinya berdiri di samping meja dengan menatap Zaenab dan Zidan bergantian
"Apa yang dia katakan itu memang benar" ucap Zidan gugup
__ADS_1
Dia ragu jika hal ini akan mengubah sikap putra putrinya berubah padanya
Dia sudah sangat menyayangi mereka seperti putra kandung sendiri
"Kalau itu benar kami juga gak peduli" ucap Wanda yang ternyata juga sependapat dengan Vandra dan Sandra
"Hanya Papa Zidan yang kami anggap dan itu berlaku untuk selamanya" ucap Arka
Zidan sedikit lega mendengar hal itu karena apa yang dia takutkan tak terjadi
"Tapi bagaimana pun juga aku papa kandung kalian" ucap Fiko dengan lantang
Sandra dan Vandra menatap Fiko dengan tatapan sinis dan tajam membuat Fiko terdiam seketika
"Kemana perempuanmu" ucap Wanda
"Maksudmu" tanya Fiko
"Bukankah kau meninggalkan mama karena perempuan lain" ucap Arka
"E.. e.. enggak" ucap Fiko terbata
"Jangan bohong!!" teriak Vandra
"Dia sudah pergi dari sisimu bukan makanya sekarang kau usik mama lagi" ucap Sandra
Tadi dua lawan satu dia sudah tak bisa berkutik sekarang empat lawan satu
Dia seakan kalah dengan anak anaknya yang bahkan tak menganggap dirinya
"Dan sekarang kau menuntut untuk kami anggap sebagai papa sedangkan kau lari dari tanggung jawab mu" ucap Wanda dengan sinis
"Cihh"
"Jangan mimpi"
__ADS_1
Sebuah penolakan mentah mentah dia dapatkan