Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Naik kelas


__ADS_3

Satu tahun sudah berlalu akhirnya tiba hari pembagian rapot, sebenarnya aku ingin ibuku yang mengambilkan rapotku tapi hari ini ibuku bekerja dan tidak bisa libur jadi mbah lah yang akhirnya menjadi wali untuk pengambilan rapotku, mbah pun sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolahku dengan mengenakan kebaya.


"Mbah sudah selesai? nanti kita telat mbah" ucap ambil mendatangi Embah yang sedang bersiap-siap.


Setelah mbah dan aku selesai bersiap-siap Kami pun menuju sekolah saat di tengah perjalanan aku bertemu dengan Kinno dan kakak perempuannya yang akan mewakili Kinno untuk mengambil rapotnya.


"Mbah yang ngambilin rapotnya wulan?" tanya Kakak Kinno sambil berjalan mengikuti kita berdua.


"Iyaa nduk" jawab mbahku.


"Ini si Kinno nilainya pasti jeblok nih, di suruh belajar susah banget kerjaannya main mulu."


"Kan kinno dah belajar mba" sahut kinno kepada mbanya.


"Belajar dari mananya ?" tanya Kakak kinno dengan wajah binggung.


"Ya belajar gimana cara mendapat jawaban tanpa harus belajar hahahahah,,,," sahut kinno sambil tertawa kencang.


Aku dan mbah juga ikut ketawa , menertawakan tingkah konyolnya kinno.


"Kamu ini di kasih tau malah becanda" sahut kakak kinno dengan wajah sedikit kesal.


Setelah banyak obrolan di jalan tadi akhirnya kami tiba di sekolahan.


Karena mbah tidak tau kelas ku jadi pada saat itu aku yang memandunya sampai tiba di kelas 7C, ternyata sudah banyak orang tua murid yang sudah datang sepertinya hanya tinggal wali kami aja yang di tunggu. Tidak berapa lama wali kelas pun menuju ke kelas kami, setelah sampai semua wali murid di persilahkan masuk kecuali para siswa pada saat itu malah di suruh keluar, yah mungkin biar lebih nyaman bicara dengan wali murid tanpa harus di ketahui para siswa.


Perasaan ku di buat tidak nyaman, aku gugup, jantung rasa dek-dek kan dan gelisah tidak jelas, menunggu mbah keluar lain halnya dengan kinno yang santai tanpa beban.


Setelah berapa lama akhirnya mbah pun keluar.


" Selamat ya Lan" ucap mbah dengan senyum-senyum.


Aku penasaran di buat oleh mbah tanpa berpikir lama aku langsung mengambil rapot yang ada pada tangan mbah.


"Sini mbah Lan mau liat rapotnya"


"Ia ini nduk" sambil memberikan rapotnya untukku.


Aku tidak sabar ingin melihatnya pada saat itu kinno juga penasaran degan rapotku, lalu aku pun membukanya. Aku kaget melihat nilai ku semua nilainya bagus tidak ada nilai merah dan di bawahnya ad tulisan peringkat ke 1 dari 29 siswa pertahan kan terus ya prestasi mu. Ternyata aku mendapat peringkat 1 di kelas aku senang sekali melihatnya, jeri payahku akhirnya mendapatkan hasilnya walau terkadang aku sering di ganggu mereka yang tak terlihat tapi tidak menggoyahkan aku untuk mendapat kan prestasi di sekolah. Tak lama setelah itu kakak kinno pun keluar.


"Gimana hasilnya mba bagus kan" sahut kinno dengan percaya diri.


"Bagus apanya?? nilainya di dibawah rata-rata gini" sahut kakak kinno degan wajah kesal.

__ADS_1


Kinno mulai penasaran dengan hasil rapotnya ia dengan cepat mengambil rapot yang ada pada kakaknya dan membukanya.


"Kinno naik gini loh mba sambil menunjukan rapotnya yang bertulisan naik ke kelas 8."


"Tapi kan nilainya Kiinnnoooooo!!!"


"Ah gak papa mba yang penting kinno kan naik harus bersuykur mba.


"Kamu ini kalo di bilangin ngeless trus jawabannya."


"Udah ah ayo kita pulang" sahut kinno dengan mengajak kakaknya.


Lalu kami pun pulang kerumah, sebelum pulang aku dan kinno menyempatkan untuk melihat pengumuman libur sekolah trnyata liburannya 1 minggu waktu yang cukup lama menurutku.


"Yeee liburannya satu minggu tapi sebenarnya kurang sih, kenapa gak sebulan" ucap kinno sambil melihat pengumuman.


"Kenapa gak setahun aja, abis itu kamu gak usah sekolah sekalian" sahutku dengan kesal kepadanya.


"Aku kan cuma bercanda Lan" ucap Kinno.


" Ayo kita pulang" ajak Kinno kepadaku.


Beberapa hari kemudian akhirnya tiba saatnya aku bersekolah kembali, seperti biasa aku berangkat sekolah di temanan oleh kinno.


"Minggir-minggir mau lihat nih" sahut Kinno pada siswa yang lain sambil berdesak-desakan.


Kami pun mencari nama kami masing-masing dan akhirnya aku dapat Namaku aku dimasukkan di kelas 8B. Dan kinno di kelas 8C.


"Yah kita nggak sekelas Lan" sahut Kinno dengan muka sedih.


"Kenapa emang kalau nggak sekelas?" tanyaku.


"Aku kan gak bisa nyontek sama kamu Lan" jawab Kinno dengan sedih.


"Kamu ini kerjaannya nyontek mulu coba belajar jangan main-main terus" sahutku sambil menasehatinya.


"Kan aku udah belajar sama kamu Lan" sahutnya sambil tersenyum.


"Belajar apanya" sahutku dengan wajah binggung.


"Ya aku belajar buat menyalin jawaban kamu hahahaha" jawabnya sambil tertawa lepas.


"Tapi aku tetap sedih kita gak sekelas susah aku nyonteknya Lan."

__ADS_1


"Kita kan cuma beda kelas aja Kinno, gak beda sekolah" sahut ku kepadanya.


"Ia juga sih, ya udah ah aku mau ke kelas" sahut Kinno sambil menuju kelasnya.


Aku pun mulai menuju ke kelas ku, aku mulai memilih bangku yang ada di didalam kelas, seperti biasa aku selalu memilih bangku di belakang karena itu favorit ku, tapi disini aku tidak duduk dengan sendirian karna bangku-bangku semua pada penuh yang tersisa kursi ku saja yah ku persilahkan yang lain duduk denganku dan aku mulai berkenalan dengannya.


"Kenalin namaku Dewi!"


"Kamu wulan ya? yang bisa lihat mahluk gaib" ucapnya kepadaku.


"Gak ah biasa aja" sahutku kepadanya.


"Kamu punya temen ya di alam sana?" tanya nya kepadaku dengan penasaran.


"Emangnya kenapa? tanya ku kepadanya.


"Gak papa ibu ku seperti kamu bisa liat hal gaib, dan dia jga punya teman gaib.


Aku pun mulai penasaran dengan cerita Dewi tentang ibunya.


"Berarti ibu mu bisa liat temanku juga" sahutku kepadanya.


"Ia dia bisa liat teman kamu Lan, banyak juga kok orang kerumah untuk bertanya" jawabnya kepada ku yang membuatku sedikit binggung.


"maksudnya bertanya itu apa Dewi?"


"Yah bertanya pake kartu, semacam meramal dengan kartu tarot"


"Kartu tarot itu apa?" tanya ku dengan wajah binggung.


"Kartu yang bisa melihat kehidupan orang lain"


"Wih keren tu Dewi" sahut ku dengan bangga kepada ibunya.


"Coba deh nanti kamu tanya kan sama ibuku tentang sahabat mu dia baik gak kepada mu apa mungkin ada yang di incarnya dari kamu.


Setelah mendengar cerita yanti aku terdiam dan mulai berpikir, dan sedikit ragu dengan Dion.


"Ya udah abis pulang sekolah aku kerumah mu, kan hari ini gak belajar paling cuma perkenalan aja, pasti pulangnya agak cepat" ucap ku kepada Dewi.


"Oke Lan abis pulang sekolah yah!" sahutnya yang mempertegas ucapan ku tadi.


"Ia Dewi" ucapku

__ADS_1


__ADS_2