
Hari ini aku menceritakan pengalaman kakak perempuanku, aku empat bersaudara aku memiliki satu kakak perempuan dan dua kakak Laki-laki kejadian ini dialami oleh kakak Perempuanku yang bernama Purwaningsih biasa di panggil Ningsih, kakak ku sendiri seorang yang tegas tapi agak penakut jika berhadapan dengan sosok-sosok gaib. aku baru mendapatkan cerita ini beberapa minggu yang lalu saat aku berkunjung kerumahnya, kakakku single parent dan alhamdulilah memiliki usaha salon kecantikan yang lumayan besar.
Di episode sebelumnya aku sudah menceritakan tentang pengalamanku saat kecil disebuah kontrakan yang bersebelahan dengan kuburan bisa di lihat di episode 9. Sebenarnya di kontrakan itu juga ada kakak Perempuanku kami tinggal bertiga bedanya, saat gangguan itu terjadi kakak Perempuanku sedang berada disekolah.
Suatu pagi kakakku sedang bersiap untuk berangkat sekolah, saat itu kakakku masih SMA tapi aku lupa saat itu kelas berapa.
seperti biasa sehabis sarapan kakakku terkadang berangkat menggunakan angkot tapi lebih sering diantar jemput oleh pacarnya.
hari-hari berjalan seperti biasa, hingga suatu malam tepatnya malam minggu, pacar kakakku berkunjung ke rumah, dan duduk di teras rumah sambil mengobrol, kontrakan kami terasnya cukup terang karena ibu sengaja memasang lampu dengan Watt yang tinggi di samping kontrakan terdapat banyak pohon pisang.
Saat asik mengobrol kakakku ke dapur untuk membuatkan minum, saat itu aku sedang didalam menonton tv bersama ibu.
saat kakakku asik mengobrol bersama pacarnya tiba-tiba dia dikejutkan oleh suatu suara seperti buah kelapa yang jatuh terjatuh di balik pepohonan pisang, padahal di sekitar situ tidak ada pohon kelapa yang ada hanya pohon pisang dan bambu.
Bbrruuuukkkkkkk!!
dengan refleks kakakku menoleh kearah pohon pisang yang ada di sampingnya
"Kenapa Ning??" tanya pacar kakakku.
"Kaya ada orang jatuh tadi, kamu denger gak?"
"Ah masa sih? kucing kali."
Karena penasaran kakakku terus menatap kearah pohon pisang itu, tidak lama terlihat sesuatu awalnya sama-samar lama-kelamaan terlihat jelas, sosok berwarna putih yang awalnya dengan posisi duduk dengan perlahan berdiri dan seketika terlihat jelas bentuknya ternyata sosok pocong.
Karena kakakku juga bisa melihat sosok-sosok gaib tapi terkadang dia suka takut untuk melihatnya.
Saat melihat sosok pocong itu kakakku langsung berdiri lari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dia lupa kalau pacarnya masih ada di luar.
"Ning?? kenapa kok di kunciin?" ucap pacar kakakku sambil menggedor pintu.
"Ada pocong!!" ucap kakakku di balik pintu.
__ADS_1
"Hah? dimana Ning?"
"Itu di pohon pisang, lu balik aja sana."
"Ning bukaainn!!"
"Gak gue takut, lu balik aja."
"Ning bukain gua juga takut" ucap pacar kakakku sambil menggedor-gedor pintu.
Akhirnya pacar kakakku akhirnya pulang dengan secepat kilat mengendarai motornya melaju meninggalkan kontrakan kami.
Semenjak kejadian itu pacar kakakku enggak pernah datang lagi di malam hari dia datang di sore hari ketika kakakku sudah pulang sekolah dan tidak pernah pulang malam lagi karena takut kejadian itu kembali lagi terjadi.
Keesokan harinya pacarnya datang di sore hari ketika kakakku sudah pulang sekolah.
"Misi bu Ningsihnya ada."
"Ooo...ada bentar ibu pangilin dulu, Ning....Ning...ada yang nyariin tuh" ucap ibuku sambil memangil kakakku.
"Ya bu bentar," ucap kakakku yang keluar menuju depan teras.
"Lu tega banget Ning ningalin gw sendirian di luar, gw takut baget lu malah gak bukain gw pintu" ucapnya dengan mimik muka yang kesal.
"Hahahahah sorry ya gw juga takut, entr kalau gw bukain lu pintu dia masuk bahaya bisa-bisa gw teriak-teriak histeris pada heboh nanti orang sekontrakan datangi rumah gw kan gak lucu jadinya.
"Gila lu sadis Ning,,,, ningalin gw, gw gak mau lagi pulang malam-malam dan ketempat lu malam-malam bahaya."
"Lagian lu juga udah tahu rumah gw horor kalau malam tetangga juga pada enggak ada yang pada nongkrongan di teras lu malah berani-berani apel malam-malam."
"Hahahahah gw gak tahu kalau sengeri itu kejadiannya, dan gak akan lagi gw ketempat lu malam-malam.
Hari sudah menunjukan sore hari dan pacar kakakku segera pulang.
"Gw pulang dulu ye, takut kenapa-kenapa lagi nanti bahaya."
__ADS_1
"Lu cowo apaan sama kaya gituan takut" ucap kakakku sambil tertawa.
"Aduh serem tau gak lu, serem lu enak masuk ke rumah nah gw pas balik tu pocong masih ada di pohon pisang, anjritt gw merinding, ya udah ya gw balik dulu."
"Ia ati-ati."
"Oya neh gw bawain makanan kesukaan lu martabak telor, dimakan jangan enggak"
"Ia dah sonoh balik lu entar keburu malam"
Akhirnya pacar kakakku pun pulang, kejadian aneh mulai muncul di kala malam hari ketika kakakku sedang belajar di kamarnya ada yang masuk ke kamarnya berdiri di pojok belang kakakku, kakakku yang sedang asik belajar tidak memperdulikannya dia hanya mengira itu ibu.
"Bu ngapain berdiri di sana" ucap kakakku yang mengira itu ibu.
"Bu kok gak di jawab sih Ningsih ngomong,"
Lalu kakakku menoleh ke belakang tidak ada orang dan ibu pun baru keluar dari kamar dan ke kamar kakakku.
"Belum tidur kamu Ning? ucap ibuku.
"Lohh.... ibu bukan tadi di kamar Ning kok tiba-tiba gak ada terus kok kesini lagi!!
"Ngawurrr... kamu kebanyakan ngebaca jadi raum, orang ibu dari tadi di kamar kok sama ade mu Wulan."
"Ah serius bu, nah yang tadi nungguin Ning itu siapa??"
"Itu cuma halusinasimu aja kali, kamu enggak tidur ini udah malam besokkan sekolah."
"Ia ini udah selesai bu, mau tidur!"
Ibu kembali lagi ke kamarnya dan kakakku mulai merabahkan badannya dan berfikir kejadian tadi.
"Siapa ya, yang nungguin gw belajar tadi," menggumam di dalam hatinya.
"Apa jangan-jangan pocong tadi malam" ucap kakakku di hati sambil menutup mukanya dengan selimut karena takut.
__ADS_1
Bersambung
Masih ada yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, nantikan episode selanjutnya jangan lupa like, komen yah terimakasih 🥰🥰👇