
Tangisan ibu tidak bisa lagi terbendung setelah melepas kepergian mbah tangis duka menyelimuti rumahku saat ini. Tidak ada lagi sosok yang selalu memberikan aku wejangan kini hanya tingal aku dan ibu saja di rumah.
usai mbah di makamkan rumah rasanya sangat sepi karena hanya aku dan ibu sekarang, kulihat raut wajah ibu masih terlihat sangat sedih ibu hanya berdiam diri di kamar aku pun mencoba menenangkan ibu sesekali ibu masih menangis di kala mengingat tentang almarhum mbah tapi di saat aku mulai menghampirinya ibu pun mengusap air matanya.
"Ibu masih sedih ya" ucapku
"Ia Lan, ibu berusaha kuat buat kamu" ucap ibuku sambil mengusap air matanya.
"Ya sudah bu jangan sedih lagi yah embah sudah tenang di sana" ucapku sambil memeluk ibuku.
"Ia Lan ibu tidak lagi menangis" sahutnya kepadaku.
Hari-hari sudah berlalu sekarang ibu dan aku mulai bisa melepas kepergian mbah, lagi pula aku sudah lulus sekolah aku mulai mencari pekerjaan baru tapi masih belum di terima.
Sekian lama akhirnya aku bertemu Kinno kembali, karena semenjak lulus SMP Kinno dan keluarganya pindah dan setelah lulus sekolah kinno juga mulai merantau untuk bekerja. Hari ini dia pulang dari merantau kebetulan juga di gangku masih ada saudaranya Kinno jadi dia tinggal di sana untuk sementara waktu terkadang Kinno juga pulang ketempat ibunya.
"Lama gak keliatan Kin" ucapku.
"Ia lagi nyari duit aku Lan" sahutnya.
"Nyari duit kemana" ucapku.
"Keliling indonesia biar banyak duitnya" ucapnya sambil tertawa.
"Wihh dah banyak dong duitnya."
"Ada nih, liat banyak" ucapnya sambil membuka tas ranselnya tapi yang dikeluarkan bukan uang tetapi malah minyak rambut, sisir, deodoran, baju kotor, celana dalam, sikat gigi, handbody dan kotak warna-warni yang bertuliskan fiesta, aku penasaran dengan kotak yang berwarna-warni itu karena saat itu aku tidak mengerti itu benda apa, yang membuat aku penasaran karena dia berwarna-warni dan ada gambar buah di depannya.
"Itu isinya bukan duit tapi perkakas kamu Kin, ini apaan permen ya kok banyak banget?" ucapku sambil mengambil kotak tersebut.
"Eh sini yang itu jangan" ucapnya.
"Aku buka ya?" ucapku sambil membuka isi di didalam kotaknya, isinya seperti bungkusan kecil yang tipis yang aku kira itu adalah permen karet.
"Eh jangan Lan, udah sini balikin ntar diliat orang" sahutnya sambil ngambil kotak itu dari tanganku.
"lha emang kenapa?"
"Kamu itu mainnya dimana sih kok sama ini gak tau? ini buat nampung benih" ucapnya
sambil tertawa.
"Benih? padi maksudnya? kamu pulang-pulang mau jadi nelayan?" jawabku yang saat itu memang tidak paham.
"Apaan sihh Lan makin gak nyambung, hhahahaha."
__ADS_1
"Ya terus apa?"
"Gini, kalo cewek kan pakai pembalut, nah kalo cowok pakainya ini."
"Kamu ini aneh mana ada cowok datang bulan?"
"Aduuuhhhh mumet aku jelasinnya, ya pokoknya ini biar gak hamil pakai ini"
"Jah???" aku saat itu menjadi semakin bingung.
"Aduh udah jangan bahas lagi, udah sini nanti keliatan orang. Udah ah gak usah di pikirin, mana mbah Lan sama ibu?"
"Mbah udah sebulan meninggal Kin, kalau ibu kerja! ucapku dengan sedih.
"Inalilahi, kok kamu gak ngasih tau aku?"
"Gimana aku mau ngasih tau nomor HP kamu aja gak aktif" sahutku.
"Oooo ia HP ku hilang aku baru ganti nomor" ucapnya.
Kinno pun selalu ke rumahku sambil menunggu panggilan kerja kembali, kebetulan usai merantau dia belum ada tawaran lagi jadi saat itu dia pengangguran, sebelumnya Kinno bekerja sebagai teknisi pemancar sinyal dia biasanya ditugaskan berpindah-pindah dari kota satu ke kota lainnya.
Aku dan Kinno biasanya bersantai di dapur sambil minum kopi karena di dapur adalah tempat yang paling sejuk enak untuk bersantai walaupun view nya mengarah ke kuburan. Saat asik mengobrol tiba-tiba HP kinno berbunyi terus menerus tapi Kinno tidak mau mengangkatnya.
"HP kamu bunyi terus, kok gak di angkat Kin?"
"Emang kenapa? kok kaya males banget gitu?"
"Aku ill feel Lan."
"Ill feel kenapa? gak cantik?"
"Cantik lah, gak mau aku kalo gak cantik"
"Helehh gayamu.. trus kenapa?"
"Kemaren aku ketemuan trus jalan, kan rambutnya panjang trus rambutnya dikibas-kibasin ke mukaku, rambutnya kan hitam Lan, nah pas waktu itu aku liat di rambutnya banyak telor kutunya aku ill feel Lan mana pas dia kibas-kibasin itu aku lagi makan bakso mana rambutnya sempet kemasuk mulutku lagi pas lagi nyuap bakso, apa gak kemakan tu telor kutu?"
Aku terdiam sebenarnya aku ingin tertawa tapi aku takut berdosa.
"Kenapa Lan kok diem?"
"Ehh eng..enggak apa-apa Kin?" ucapku sambil menahan tawaku.
"Kalo mau ketawa, ketawa aja Lan, sekalian bully aja aku bully."
aku tidak tahan lagi akhirnya aku pun tertawa.
__ADS_1
"Pptttttttt...haha haahaaha..hahaaha aduh aku sakit perut Kin Haahahaha, gimana rasa telor kutu Kin?" ucap ku sambil tertawa terbahak-bahak.
"Udah puas ketawanya sama ngebullynya. ucapnya.
"Santai dong gitu aja marah."
"Ya udah Lan aku mau pulang mau tidur dulu ngantuk" Ucapnya
Setelah beranjak dari tempat duduk dan berdiri aku melihat ada seseorang di belang Kinno.
"Eh tunggu bentar Kin" ucapku sambil menahannya tuk pergi.
"Apa lagi Lan."
"Kaya aku liat seseorang di belakangmu Kin.
"Ah masa kamu liat juga Lan" ucap Kinno dengan penasaran.
Akhirnya Kinno tidak jadi untuk pulang aku mulai menjelaskan sosok yang aku lihat.
"Ia tubuhnya besar hitam di penuhi dengan bulu semuwah tubuhnya kukunya panjang dan matanya merah" ucapku sambil melihat ke arah belakang Kinno.
"Ah masa Lan, awalnya aku gak percaya Lan waktu aku merantau aku tinggal di rumah penduduk di situ ada namanya bapak selamet, pertama kali yang memberi tahu aku pak selamet itu. Setelah di beri tau beliau aku sering di temui dalam mimpi atau dikala aku lagi sendiri di situ aku mulai merasa takut Lan" ucapnya.
"Trus gimana lagi kata beliau" ucapku yang mulai penasaran.
"Yah Kata beliau itu penjagaku, trus badanku di kunci Lan sama beliau."
"Ooo.... pantas saja dia gk bisa masuk ke badanmu di selalu di belakang mu.
"Trus aku cerita sama kakaku Lan yang cowo nah dia tau sejarahnya. Katanya itu teman almarhum bapakku Lan.
"Ooo,,, ya sekarang aku paham Kin dia mungkin menjagamu tapi karna auranya yang kulihat negatif aura kamu menjadi gelap ketimbang dulu waktu masih sekul" ucapku.
"Ah masa sih, aku masih banyak yang naksir gini kok."
"Yeh di bilangin gak percaya ya udah" ucapku dengan kesal.
"Ia aku bercanda, trus kenapa baru sekarang-sekarang ini munculnya, trus aku harus gimana?"
"Yah mungkin baru sekarang kamu sudah siap, yah menurutku itu terserah kamu aja sih di sisi lain dia menjaga kamu tapi disisi lain dia mempengaruhi aura kamu jadi lebih gelap." ucapku
"Ya sudah Lan biarin aja dia yang menjaga aku dengan setia dan menjadi teman setiaku kemana-mana aku berada Lan.
"Ya Kin jalani aja sampai dimana kamu dengannya kalau mungkin suatu saat pengaruhnya lebih negatif ya lebih baik kamu hilangkan" ucapku sambil memberi nasehat kepadanya.
foto hanya simulasi tapi bagi yang bisa melihat Monggo🙏😊.
__ADS_1
Jagan lupa likenya di tunggu cerita selanjutnya 🥰❤️