Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Kecelakaan Dita


__ADS_3

Darah segar berceceran di jalan orang-orang pun pada saat itu berkumpul melihat kecelakaan yang terjadi motor di Dita yang menghantam mobil saat itu tubuhnya tergeletak di tengah jalan dan mengeluarkan darah segar di bagian kepala, beberapa tim medis dan polisi sudah datang dan memeriksa Dita namun ia tak bisa lagi di selamatkan. Dita pun meninggal di tempat.


Kabar meninggalnya Dita terdengar cepat oleh teman-teman kantornya termasuk Dimas dan ulan mereka berdua langsung bergegas ke rumah Dita.


Sesampainya dita kami di sambut isak tangis keluarga Dita apalagi sang ibu yang sangat tidak mempercayai kejadian ini, aku mencoba menenangkan ibu Dita.


"Dita kenapa kamu ninggalin ibu, kenapa Dita" Menangis histeris ibu Dita.


"Bu sabar yah, ikhlasin Dita, dia sudah tenang di sana bu." memeluk ibu Dita.


"Ia mba ibu masih belum percaya Dita pergi secepat ini,"


"Jodoh, rejeki, dan umur itu semua yang di atas yang ngatur bu kita cuma bisa menjalani aja bu, yang sabar yah,"


"Ia mba," sambil menangi.


Aku juga tidak percaya Dita pergi meninggalkan kami secepat itu, teman baik yang aku kenal semenjak aku berkerja di kantor itu, namun Tuhan lebih sayang kepadanya. sementara itu aku mengantarkannya sampai ke pemakaman melihat jasadnya yang sedang di masukan di liang lahat menangis aku pada saat itu karena kita tidak bisa lagi bertemu untuk selamanya.


Setelah pemakaman selesai aku pun bergegas pulang, dan Dimas saat itu juga ingin pulang menawarkan tumpangannya kepadaku.


"Lan bareng pulangnya aku antr'in deh sampai rumah,!"


"Enggak Dimas makasih, aku bawa motor!" sahutku.


"Ya udah ati-ati yah," kata Dimas,


Aku mulai bergegas meninggalkan Dimas mengendarai sepeda motorku dan menuju ke rumah, setibanya di aku langsung mandi karena menurut kepercayaan keluargaku dan kata Almarhum mbahku jika kita sedang berada di pemakaman dan di tempat orang meninggal harus mandi atau cuci wajah, tangan, dan tangan jika sampai rumah.


Setelah selesai aku mandi aku menuju kamar, lusy saat itu juga sudah pulang berkerja dan sedang di rumah tengah melihat TV,

__ADS_1


"Kenapa Lan muka kok kucel amat," celetuk lusy.


"Ia aku cape dan sedih teman kantor meninggal akibat kecelakaan lusy,"


"Inalillahi wa Inna ilaihi rojiun, aku ikut berduka cita yah Lan, semoga amal ibadahnya di terima di sisi ALLAH amin," kata lusy


"Aminn, aku ke kamar dulu yah lusy mau rehat,"


"Oke Lan,"


Aku tiduran di kasur sambil bermain HP karena dari tadi aku tidak memegang HP hanya baru tadi Dimas meneleponku memberi kabar bahwa Dita meninggal kecelakaan.


Banyak WA yang masuk ternyata salah satunya dari dita sebelum Ia meninggal, aku kaget dan ingin tahu isinya lalu aku membukanya.


"Kamu tega Lan, kamu menikung aku dari belakang menghianati persahabatan kita kamu melakukan hal yang tidak pantas kepada Dimas,"


Aku kaget membaca WA dari Dita, aku binggung apa yang aku lakukan kepada Dimas, nah di sini aku mulai melakukan flashback(kemampuan yang di miliki anak indigo untuk melihat sesuatu masa lalu). Aku mulai memejamkan mata melihat awal sebelum terjadi kecelakaan kepada Dita.


Tuttt....tut...(suara telepon sedang menyambung.)


"Ada apa Lan?"


"Gara-gara kamu ini dita meninggal"


"Loh kok aku, aku salah apa emangnya,"


"Kamu nyuruh aku masuk ke ruangan mu?"


"Ia benar tapi kita enggak ngapa-ngapain?"

__ADS_1


"Tapi Dita dengarnya beda Dimas, nama aku pake acar nangis keluar dari ruangan kamu, tambah lagi dia berfikir yang tidak-tidak."


"Lagian kamu kenapa pake acara nangis aku apa-apain juga enggak!"


"Aku lagi terharu saat itu, kamu ngasih gelang pemberian kakek mu satu-satu untuk aku padahal kamu sendiri butuh, aku balikin aja yah buat kamu aja"


"Yeee udah di kasih kok Di balikin,"


"Dimas dengerin aku Dita mati dengan penasaran dia menyimpan rasa benci yang begitu dalam dengan aku dan kecewa dengan kamu kita harus antisipasi arwahnya akan datang nanti,"


"Serius Lan, jagan nakut-nakutin dong,"


"Aku enggak nakut-nakutin aku pernah ngalamin kasus ini tapi sama temanku bukan aku dan sekarang aku,!"


"Kenapa enggak di jelasin aja kejadian sebenarnya Lan, ia tapi aku takut dia tidak percaya,"


"Trus aku harus gimana ini, ke rumahku ambil gelang pemberian kakak mu dan pakai aku takut kamu kesurupan lagi mau dibawanya ke alamnya,"


"Kamu Lan kalau ngomong sembarangan, aku enggak mau lah, aku masih ingin hidup panjang."


"Mangkanya dari itu ikutin apa yang aku bilangin,"


"Oke Lan, enggak papa aku ambil gelangnya lagi,"


"Ia enggak papa Dimas ambil aja,!"


Aku mematikan HP dan menunggu Dimas.


Sebelum ke matian Dita, Dita hanya salah paham mendengar suara Wulan dan Dimas sebenarnya Dimas ingin memasukan gelangnya ke tangan ulan Karena gelang itu agak kekecilan lalu ia memaksakan lalu ulan berteriak sakit, keluarnya ulan dengan menangis itu karena terharu dengan perbuatan Dimas kepadanya, sebenarnya ini hanya salah paham apa yang dita dengar itu kenyataannya tidak seperti itu.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa yah like,komen, dan vote terimakasih 🥰🥰🥰🙏


__ADS_2