Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Kembali dengan tenang


__ADS_3

Aku mulai kehabisan nafas berusaha untuk melepas cekikan Dita.


"Dit....Dita.... lepasin," ujarku dengan terbatuk-batuk,


Aku berusaha berteriak meminta tolong, untung saja lusy mendengar teriakan ku dan menghampiri aku di kamar,


"Lan bagun....bagun Lan...." berusaha membangunkan ku.


Aku pun terbangun dan ternyata semua itu hanya mimpi buruk yang aku alami.


"Kamu kenapa," ujar lusy.


"Aku mimpi buruk lus, tadi siang temanku meninggal akibat kecelakaan," menjelaskan kepada lusy.


"Nah trus kenapa kok kamu yang di ganggu?"


"Entah lah hanya salah paham saja lusy, iya jadi meninggal penasaran!"


"Kenapa enggak kamu coba jelasin sama dia,"


"Kamu tau aku mimpi dia bilang benci aku dan tiba-tiba aku di cekik, gimana mau jelasinnya buat teriak dan nafas aja susah,"


"Ia juga sihh, trus gimana Lan kalau enggak di selesaikan entar kamu yang di ganggu trus,"


"Nahh itu dia, mana Dimas di telepon enggak di angkat-angkat,"


"Ya udah lah Lan aku lanjut tidur lagi!"


"Temenin aku Lusy, yahh,,,, yahh,,,!"


"Tumben kamu takut"


"Yah aku juga kan manusia punya rasa takut walau pun sering ketemu mereka,"


"Ya udah aku temenin, teman kamu yang enggak kasat mata mana?"


"Mereka sekarang datang kalau aku pangil aja lusy, di alam mereka masing-masing, entah lah semenjak aku kenal dengan Dimas dion jarang muncul,"


"Masa Lan kok aneh sih?"


"Entah lah aku juga enggak tau lus,"


"Tidur yuk Lan aku ngantuk, besok kerja,"


"Eh bukannya besok tanggal merah"


"Ah masa Lan,"


"Coba liat di kalender kalo enggak percaya,"


"Ia...Ia aku percaya tapi aku ngantuk Lan mau tidur,"


"Ya sudah lah,"


*****************


Keesokan paginya aku mencoba menelepon Dimas ingin mengetahui keadaanya.

__ADS_1


"Halo ada apa Lan,"


"Yeee ini anak lupa sama janji katanya mau ngambil gelang??"


"Oooooo iya aku lupa, aku ketiduran Lan, maaf Hp ku mati kehabisan baterai,"


"Pantesan aku telepon enggak aktif, oh ya ada yang mau aku omongin,"


"Aku juga ada yang mau aku omongin,"


"Aku ke rumah mu yah aku jemput kita ngobrol di luar aja sambil makan,"


"Aku lagi bokek,"


"Aku yang terakhir, biasanya juga aku yang bayarin,"


"Hahahaha.... ia...ia,"


"Aku mandi dulu baru ketempat mu,"


Aku pun bersiap-siap untuk mandi, setelah selesai semua aku menunggu jemputan dari Dimas.


Beberapa menit kemudian Dimas meneleponku,


"Lan aku udah sampai kamu keluar gang yah mobilnya enggak bisa masuk gang mu nih!"


"Kok bisa mobil enggak bisa masuk,"


"Udah cepetan aku nunggu di luar gang panas nih,"


"Ia...ia tunggu,"


"Serius kita naik ini,"


"Ia emang kenapa, semua mobil di pake mamah sama papah trus aku lupa naruh kunci mobilku Lan, motor di pake bi ijah ke pasar satunya lagi di pake tukang kebun ku tadi, aku binggung naik apa pas aku keluar pagar rumahku kebetulan ada truk yang parkir aku bayarin dah aku sewa sama sopirnya," tutur Dimas.


"Kan ada aplikasi ojol Dimas kenapa ribet-ribet,"


"Ooooo iya aku lupa Lan heheh," Dimas yang tersenyum.


Entah lah aku enggak bisa berbisa apa-apa baru kali ini aku benar-benar dapat teman yang super duper aneh, mau enggak mau aku menaiki mobil truk itu bertiga dengan sopir, Dimas dan aku.


"Mau kemana kita mas," tanya pak sopir.


"Restoran sukini," ujar Dimas.


"Siap mas,"


"Dimas serius kita makan di sana sama pake mobil ini,"


"Ia emangnya kenapa ada yang salah aku bayar tenang Lan,"


"Ia bukan masalah bayarnya, sih!"


"Udah tenang aja jalan pak,"


"Sebenarnya bukan masalah bayarannya tapi pasti nanti dilihatin semua orang,"gumam batinku.

__ADS_1


Cuma memerlukan waktu beberapa menit saja kita sudah sampai di sana dan benar saja semua orang melihat aku, Dimas, dan pak sopir truk yang masuk restauran tersebut.


Dengan muka tembok aku masuk saja lah akhirnya, Di sini Dimas memesan beberapa menu handalan di restauran ini, dan ternyata pemilik restauran ini mengenal Dimas dan keluarganya karena mereka terbiasa makan di tempat ini.


"Mas aku enggak mau naik truk itu lagi berisik telaksonnya bikin gendang telingaku pecah, abis itu bapak sopirnya enggak kira-kira kalau nyopir semua mau di tabrak-tabrakin,"


"Ia...ia ... nanti pulang pesan ojol aja biar makan dulu pak sopirnya, eh... tapi seru loh Lan, soalnya aku enggak pernah naik kaya beginian,"


"Udah lah kamu aja aku enggak,"


"Ia...ia Lan oh iya katanya mau cerita?"


"Tadi malam aku bermimpi dita trus dia ingin mencekik ku untung saja temanku lusy membangunkan aku, kalau kamu mas?"


"Tadi malam waktu makan malam bi ijah sepertinya melihat arwahnya Dita setelah itu aku tidur dikamar aku merasa ada seseorang yang memelukku dan membelai wajahku tapi mataku tinggal 5 watt Lan enggak bisa melek lagi,"


"Berarti Dita hanya membenciku bukan kamu mas, kamu harus jelasin ke Dita mungkin ia mau mendengar penjelasanmu,"


"Misi," pelayan restauran yang membawa makan yang di pesan Dimas.


"Trimakasih yah mba," kataku kepada pelayan restauran.


"Ayo Lan di makan, pak sopir silahkan di makan jangan malu-malu,"


"Ia mas," sahut pak sopir."


"Ayo lanjut ceritanya," ujar Dimas menikmati hidangan yang ia pesan.


"Nah maksudku habis selesai kita makan, kita datang ke makan Dita trus kamu yang ngejelasin semuanya,"


"Ya udah aku setuju,"


"Ooooo..... ia ini aku kembalikan gelang pemberianmu kamu yang lebih memerlukan ini Dimas" tuturku melepas gelang itu dan memasangkannya ke tangan Dimas.


Beberapa menit kemudian kami semua telah selesai makan pak sopir pun di suruh Dimas pulang dan kita menaiki mobil ojol,


Setelah sampai kami keluar dari mobil ojol, menuju pemakaman Dita,


"Pak tunggu sebentar yah," ucap Dimas.


"Ia mas," sahut pak sopir.


"Ayo mas!" kataku


"Ia....Ia bentar,!" sahut Dimas


Setelah berjalan lumayan jauh akhirnya sampai di pemakaman Dita, Di sini di saat kami datang rupanya Dita menyambut kami ia berdiri tepat di samping nisan nya.


"Dit ini aku Dimas dan ulan aku minta maaf mewakili ulan juga dengan apa yang kamu lihat itu tidak benar hanya salah paham, aku tau kamu menyukai aku ulan juga berusaha untuk bikin aku deket sama kamu, tapi kalian semua aku anggap sebagi teman ulan juga aku dengan dia tidak ada apa-apa semua hanya salah paham,"


Dimas menjelaskan semua yang terjadi di ruangannya itu, setelah itu aku dan Dimas melihat Dita meneteskan air mata, sambil tersenyum dan menghilang,


"Semoga kamu tenang disana yah Dita maafkan kami," ucapku.


Arwah Dita pun telah kembali tenang di alamnya.


Bersambung.

__ADS_1


Nantikan cerita-cerita selanjutnya trimakasih 🙏🙏🙏🥰🥰


__ADS_2