Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Tumbal


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan aku bekerja di rumah makan itu setelah aku mempergoki pak selamet mulai muncul keaneh-anehan di sini dari yang tadi aku tidak pernah lihat mahluk-mahluk itu sampai akhirnya mereka sering muncul di saat para pelanggan sedang asik makan mereka muncul di samping para pelanggan dan ada yg di dekat meja mereka semua ada yang sekedar mencium-ciumin makanan di meja makan yang di suguhkan kepada pelanggan sampai ada juga yang meludahi makanan mereka aku saat melihat kejadian itu rasa mual di perutku tapi di sisi lain aku masih blum ada panggilan di tempat lain.


Dan pada waktu aku masuk siang hari aku menemukan hal aneh di dekat lorong yang pak selamet bicara dengan mereka. Saat sedang bersih-bersih di tempat itu aku melihat di ujung tiang langit-langit ada beberapa kain yang di ikat di sana kain itu berbentuk rusuh kucel kotor seperti terkena tanah merah menurut ku kain itu seperti tali pocong dan aku baru teringat pada saat pak selamat berbicara dengan mahluk itu ternyata benar dugaanku pantas saja mahluk itu muncul berbentuk pocong dan jalan ini tidak boleh di nyalakan lampunya, misteri-misteri yang ada di sini mulai terungkap sedikit demi sedikit. Aku di sini harus sangat berhati-hati karena metode yang pak selamet pakai itu semacam penglarisan dengan ilmu hitam.


Hingga suatu hari pak selamet berbicara denganku.


"Lan gimana kerja di sini betah kan??


"Ia pa betah kok" ucapku kepada pak selamet sebenarnya hatiku tidak.


"Ini Lan bonus buat kamu? memberikan amplop yang di dalamnya berisi uang.


"Ini buat apa pak?? gajian masih setengah bulan lagi pa!"


"Ya buat kamu Lah bonus kamu, gajih lain lagi!"


"Enggak usah pak, Ulan gak bisa terima uang ini ulan angap ulan kerja di sini biasa-biasa aja pak kaya yang lain juga" ucapku sambil menolak pemberian pak selamet.


Dengan hati kesal pak selamet mengantongi amplop itu kembali.


"Ya udah kalau kamu enggak mau, dasar orang aneh di kasih uang kok gak mau, Ya udah uang ini buat kamu aja Reni," ucap pak selamet kebetulan kak Reni.


"Ini buat Reni pak??"


"Ia buat kamu Ren!"


"Beneran pak, dalam rangka apaan neh??"


"Dalam rangka mau ngasih ulan dia gak mau!"


"Beneran kamu gak mau Lan??" kata kak Reni.


"Ia kak, maaf pa yah Lan tolak."


"Aneh kamu Lan di kasih uang kok gak mau" kata kak Reni.


"Emang ulan aneh, semua orang di kasih uang mau ini di tolak" sahut pak selamet yang kesal."

__ADS_1


"Ya udah Lan kamu bersih-bersih sana bentar lagi kan pulang" suruh pak selamet.


"Ia pak, ulan permisi dulu!"


Aku pun beranjak pergi dari pak selamet dan kak Reni dan kembali beraktifitas.


"Dasar anak aneh di kasih uang gak mau" ucap pak selamet yang masih melanjutkan obrolannya dengan kak Reni.


"Ya udah pak mungkin dia benar-benar gak mau" ucap kak Reni.


"Kamu jangan kebanyakan ngobrol dengan dia entar ketularan aneh juga."


"Hahahaha.... apaan sih pa biar gitu-gitu Lan anaknya baik kok pak" ucap kak Reni yang membela aku.


Setelah semuanya selesai kami pun kembali, di rumah aku bercerita kepada ibu.


"Bu apa ulan salah bu menolak pemberian pak selamet!!"


"Emang kamu di kasih apa nak??"


"Nah terus kenapa kamu gak terima uang itu, lagian kata pak selamet itu bonus kamu."


"Bonus apaan kan Ulan kerjanya sama kaya yang lain bu gak ada yang sepesial, lagian Lan juga gak tau bu hati Lan berat banget menerima uang itu" ucapku sambil menjelaskan.


"Yah itu terserah kamu nak, mau terima apa enggak ibu juga enggak mau kamu kerja hanya uang aja yang di pikiranmu, memang semua orang kerja itu tujuannya uang tapi kalau kamu berfikir seperti itu kamu akan menghalalkan segala cara untuk dapat uang ibu gak suka orang yang seperti itu."


"Ia bu makasih yah ibu ngertiin Ulan, sekarang Lan tenang setelah cerita sama ibu."


"Ia nak."


"Pak selamet kayanya agak marah sama Lan gara-gara uangnya Lan tolak bu!"


"Yah wajar nak pemberiannya kamu tolak dia marah, kamu gak ngucapin maaf sama pak selamet."


"Ya udah Lan bu Lan juga gak enak dengan beliau mangkanya Lan ucapin maaf gak bisa terima.


"Ya udah enggak usah terlalu di pikiran nak, ayo kita tidur besok kamu kan masuk pagi."

__ADS_1


Aku mulai beranjak untuk tidur agar besok tidak kesiangan.


Keesokan paginya aku mulai masuk kerja seperti biasanya jam 10 aku mulai berangkat sambil berpamitan dengan ibu.


"Bu Lan pergi dulu yah assalammualaikum." ucapku sambil mencium tangan ibu.


"Ia nak hati-hati kerjanya yah" ucap ibu.


Sesampainya di tempat kerja aku melihat pak selamet yang ada di warung, aku merasa heran tidak biasanya pak selamet pagi-pagi di warung.


Aku pun mulai menyapu, mengepal, membersihkan meja, merapikan meja sudah selesai baru warung mulai di buka. tapi anehnya aku tidak melihat kak Reni di sini aku binggung lalu aku bertanya kepada karyawati yang lain, aku berharap mereka tau soalnya aku sering lupa meminta nomer telepon kak Reni.


Belum sempai aku bertanya pak selamet di telepon oleh pihak keluarga kak Reni.


"Hallo dengan pak selamet yah!"


"Ia pak saya sendri, ini siapa?"


"Ini bapaknya Reni pak, mau ngasih tau pak Reni gak masuk kerja buat selamanya"


"Emangnya kenapa pak, kok Reni gak masuk kerja" ucap pak selamet.


"Reni kecelakaan pak tadi malam selepas pulang kerja dia di tabrak mobil yang sedang laju, dan meningal di rumah sakit." ucap bapak Reni sambil menangis.



"Inailahiwainailahi rojiun, yang sabar ya pak, Reni udah tenang di sana, sebentar lagi saya kesana pak" ucap pak selamet.


"Ia pak terimakasih" sambil mengakhiri pembicaraan dan menutup telepon.


Lalu pak selamet memberi tahu semua karyawan kalau kak Reni meninggal. Aku kaget dengan apa yang di sampaikan pak selamet rasa sedih dan percaya kalau kak Reni meninggal. Tapi di raut wajah pak selamat tidak terlintas kesedihan sedikit pun padahal kak Reni itu karyawati yang lama di warung ini. Akhirnya pak selamet pun bergegas aku dan yang lain tidak bisa hadir karena kami harus kerja jadi pak selamet saja yang mewakilkan kami.


Setelah satu jam pak selamat pergi warung yang tadinya tidak terlalu ramai, berubah seperti orang yang mengantri sembako sangat rame sekali hampir semua karyawan dan karyawati tidak sanggup melayani pembeli yang sangat banyak itu.


Nantikan cerita selanjutnya 😉😉


trimakasih udah setia menunggu ceritaku 🥰🥰 jgan lupa like, komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2