
Aku mulai memangil dion dan berdiskusi dengannya.
"Dion aku binggung?"
"Binggung kenapa lagi Lan?"
"Soal Tina, enggak ada perkembangannya padahal aku sudah mengambil sukmanya, aku binggung,"
"Aku juga enggak bisa memastikan Lan, kamu tau sendiri aku tidak bisa masuk dunia mereka,"
"Masa aku ke sana lagi, gak dion terlalu mengerikan dan mereka juga bakal tau kalau aku datang lagi,"
"Kamu punya fotonya Lan?"
"Ada nih di kirimin eka bentar yah,"
Aku mencari HP ku membuka foto Tina dan memperlihatkan kepada dion!"
"Ini Dion fotonya,"
Dion pun melihat fotonya,
"Lan sepertinya tina tidak berada di raganya, tatapan matanya terlihat kosong?"
"Nahh terus gimana?"
"Entah lah aku juga binggung,?"
Mendengar ucapan aku malah binggung apa yang harus aku lakukan dan di sisi lain aku juga tidak berani berbicara kepada Eka takut membuat dia menjadi sedih.
Tapi aku kepikiran sesuatu aku pernah ikut komunitas indigo dan aku juga punya teman yang sama dengan ku akhirnya aku mengirim pesan melalui WA dengannya
"Ikin kamu sibuk?"
"Ada apa Lan,enggak kok!"
"Boleh minta bantuan?"
"Bantuan apa Lan?"
Aku menjelaskan di pesan tentang ke adaan tina yang sebenarnya dan memberi tahu fotony ke ikin.
__ADS_1
"Kalau menurutku sih Lan dia kembali lagi ke sana, ke dunia gaib,?"
"Kok bisa padahal aku sudah membawanya,"
"Aku lihat di lebih senang berada disana?"
Aku tambah binggung membaca pesan dari ikin, akhirnya aku mengakhirinya.
"Makasih ikin infonya,"
"Sama-sama Lan,"
Aku menaruh HP dan kembali istirahat, karena seharian aku belum istirahat mengerjakan tulisanku yang mau aku serahkan besok.
Keesokan harinya seperti biasa lusy pergi berkerja dan aku juga pergi ke kantor.
Sesampainya di kantor aku menemui atasan ku dan menyerahkan file yang aku bikin kemarin,
Tokk.....tokkk...tokkk (suara mengetok pintu).
"Misi pak,"
"Iya Lan silahkan duduk,!"
"Gimana tulisanmu udah kelar!"
"Sudah pak, ini filenya pak bisa bapak baca nanti,"
"Nah gitu, bapak baru seneng melihat perkerjaanmu," tersenyum sambil menepuk bahuku.
"Pak saya boleh pulang?"
"Oohh silahkan kamu istirahat!"
"Terimakasih yah pak,"
Aku pun kembali pulang untuk menyelidiki tentang Tina kembali,
Sebelum pulang aku menelepon Eka,
Tut.....tut....tut......(suara telepon tersambung)
"Ada apa Lan?"
__ADS_1
"Kamu bisa ke rumah enggak Ka?"
"Kayaknya hari ini aku enggak bisa Lan? Suamiku pulang!"
"Ya udah deh nanti aku telepon lagi pas aku udah di rumah!"
"Ia Lan,"
Aku mematikan HP ku dan pulang menuju rumah sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamar sambil tiduran mengambil telepon ku membuka kontak dan menelepon Eka.
Tut....tut....tut...(sura telepon tersambung kembali)
"Hallo Ka"
"Iya Lan ada apa" sahut eka.
"Mau tanya tentang Tina,"
"Kenapa emangnya dengan tina?"
"Enggak ka, gini menurut mu keluarga tina itu gimana?"
Eka bercerita tentang keluarga Tina di telepon (flashback).
Dari kecil memang Tina anak yang terkekang oleh neneknya tidak boleh bermain layaknya anak-anak seumurnya dia di haruskan di rumah menjadi anak rumah yang mengerjakan pekerjaan rumah oleh neneknya, dan akhirnya sering melamun dan mempunyai dunia sendiri orang tuanya sangat sibuk kecuali ayahnya yang masih perhatian kepadanya sampai akhirnya nenek dan ayahnya pergi meninggalkan Tina, Tina diurus oleh ibunya dan adiknya namun karena ibu dan adiknya sangat sibuk untuk mencari uang akhirnya kondisi Tina sangat memperhatikan, dia tak pernah di obati secara medis selalu dengan jalan spiritual sampai akhirnya dia ia malah tambah memperhatinkan, setiap di ajak bicara hanya diam saja, memang di kala tina kecil ia selalu bilang kalau dirinya mempunyai pacar bukan dari alam nyata yah dari situ mungkin awalnya tina seperti ini di tambah lagi kurangnya perhatian dari keluarga membuat dia terkekang sampai akhirnya iya mempunyai dunianya sendiri dan sampai sekarang ini.
"Ohhh gituuu kak, ya aku sudah bisa menyimpulkan semuanya ka!" ucapku di telepon.
"Ada apa Lan emangnya?"
"Mungkin benar kata temanku indigo tadi malam aku bercerita tentang Tina, dia lebih bahagia di sana ka,"
"Masa sih Lan" eka menangis mendengarnya.
"Kenapa dia seperti ini?" sambungnya.
"Ya sudah kak jangan sedih, mungkin di sana dia lebih bahagia ada yang memperhatikan dia dan menyayanginya, tidak seperti di sin, yah walau aku tau keluarga sibuk berkerja untuk kebutuhannya, tapi dia juga perlu figur seorang orang tua ka, kamu paham kan ka,"
"Ia Lan makasih yah,"
Aku menutup teleponku, dan kembali tidur di saat sedang tidur aku bermimpi tina yang sedang tersenyum bahagia, tuhan sudah memberikan yang terbaik, yang menurut kita baik belum tentu terbaik untuknya.
Inilah akhir kisah tina walau di dunia ia seperti ini tapi aku yakin di sana dia tersenyum bahagia.
__ADS_1
Maaf thor lama upnya lagi kurang fit nantikan cerita selanjutnya yah jangan lupa like, komen, dan vote terimakasih 🥰.