Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Sukma yang hilang


__ADS_3

Selesai mengatarkan di depan rumah aku mulai segera mandi dan bersiap-siap menunggu Eka datang jam masih menunjukan jam 08.00 pagi, masih dua jam menunggu Eka aku memutuskan keluar rumah dengan berjalan kaki untuk membeli makan setelah mendapat apa yang kucari lalu aku pulang untuk makan dan selesai makan aku membereskan rumah saat sedang asik membereskan rumah terdengar suara ketukan pintu.


Tok....tok...tokk


"Lan....Lan...Lan" kata Eka sambil mengetuk rumah.


"Ya bentar!" sahutku sambil menuju pintu dan membuka pintu rumah.


Ternyata itu Eka prediksi yang meleset karena dia bilang jam sepuluhan ternyata dia datang jam sembilanan.


"Kok sudah datang" ucapku yang heran.


"He...he..he.. Ia gak papakan aku datang lebih awal Lan, kamu lagi apa."


"Ya gak papa sih gak ada yang ngelarang, baru kelar ngepel rumah neh dah kamu injek-injek" menggerutu kepadanya.


"Ehhh.... maaf ya Lan aku gak tau jangan marah."


"Ayo Lan kapan kita ke tempat Tina nya Lan."


"Ya udah sekarang bentar aku siap-siap dulu."


Sesudah selesai bersiap-siap aku akhirnya pergi bersama Eka, di sini aku yang membawa motornya karena aku ragu kalau dia yang memegang kendalinya jarak antara rumahku dan Eka lumayan jauh membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke rumahnya. Tidak terasa akhirnya aku sudah tiba di rumahnya aku memarkirkan kendaraan Eka di depan rumahnya dan menuju rumah Tina, ternyata rumahnya hanya terhalang 5 buah rumah dari tempat Eka.


"Ayo sini Lan masuk" kata Eka yang menyuruhku untuk masuk.


"Ya sini masuk de" ucap ibu Tina


"Ia bu, permisi yah."


Eka mulai berbicara kepada ibu Tina tentang diriku dan meminta ijin untuk ke kamar Tina untuk melihat kondisi Tina.


"Ayo Lan kita ke kamarnya" ucap Eka.


Aku dan Eka menuju kamar Tina, akhirnya aku melihat Tina dengan aura yang sangat gelap dan mahluk yang ada di belakang Tina sosok mahluk itu seperti bayangan hitam tapi berbentuk tinggi, tubuhnya hitam peka, matanya merah dan kukunya yang runcing-runcing sepertinya sosok mahluk itu tidak menyukai kehadiran aku.

__ADS_1


Tina juga seperti takut ketika melihatku, awalnya ketika melihat Eka dia senang setelah dia melihat aku di belang Eka dia mulai menjauh dari Eka dan ke ujung dinding, disaat itu aku mulai binggung baru pertama kali ada seseorang yang takut melihatku.


Eka mulai merayunya agak dia mau mendekat kepada kami tapi tetap saja Tina tidak mau dan takut melihatku. Akhirnya aku bicara kepada Tina.


"Gak usah takut aku gak akan kok memisahkan kamu dengan dia, aku cuma ingin berteman."


Mendengar ucapanku Tina mulai tidak begitu takut lagi kepadaku, Eka mulai mengobrol dengan Tina tapi tidak dengan ku yang diam saja, disini aku sedang berusaha berkomunikasi dengan mahluk yang ada di diri Tina.


"Sebenarnya mau apa kamu ada di diri Tina" ucapku dalam hati.


"Aku tidak ingin mencelakakan dia aku hanya ingin menjaganya dan aku mencintainya" ucap mahluk itu dengan suara yang berat dan besar.


"Yah kalau itu ke inginan mu aku tidak melarang"


"Sudah banyak yang ingin memisahkan aku dengan tapi tidak satu pun berhasil" ucap mahluk itu sambil tertawa kencang.


Aku mulai binggung apa yang pernah dilakukan orang tuannya, setelah selesai berbincang dengan mahluk itu aku mulai berbicara kepada Tina.


"Tina mau berteman dengan ku, aku tidak memisahkan kalian" ucapku yang menyakinkan Tina.


"Ayo ka kita pulang" ucapku.


"Ia bentar, Tin aku pulang dulu yah nanti aku main lagi ke rumahmu" ucap Eka kepada Tina.


Lalu aku dan Eka keluar dari kamar Tina dan mengobrol dengan ibunya Tina.


"Gimana de, kamu liat Tina" ucap ibunya yang penasaran.


"Sebenarnya dia punya teman bu tapi kalau aku liat dia tidak jahat kok bu."


"Ibu hanya takut trjadi apa-apa kepada Tina, dia sudah ibu obatin ke orang pintar dimana-mana tapi tetap saja tidak sembuh, pernah ada salah satu orang pintar yang menyanggupi bisa menyembuhkan Tina dan membuah temannya itu. dia menyuruh ibu untuk 3 kali datang, tapi setelah mau ketiga kalinya orangnya sudah meninggal de."


Aku terkejut mendengar cerita ibunya Tina.


"Terus bu, gimana lagi ceritanya,"

__ADS_1


"Yah habis itu ibu cape ngobatin Tina kemana-mana tapi tidak ada hasilnya, terus Tina malah semakin aneh ibu pernah menguncinya di kamar agar dia tidak kemana- mana tapi anehnya dari mana dia bisa keluar tau-tau adenya melihat dia lagi duduk di depan gg" ucap ibunya Tina yang menjelaskan tentang Tina.


"Kalau menurut Lan sih bu, lebih baik Tina ibu jagain aja terus lebih ajak dia untuk ngobrol biar dia gak sibuk dengan dunianya sendiri."


"Ia de kalau seperti itu yang menurutmu" ucap ibu Tina.


Setalah mengobrol cukup lama akhirnya aku pulang dan berpamitan dengan orang tua Tina. Eka juga mengantarku pulang kembali dan di perjalanan kami sempat mengobrol


"Gimana yang kamu liat Lan" ucap Eka dengan penasaran.


"Kan aku dah jelasin tadi, teman mu di sukai mahluk yang ada di dekatnya."


"Ia...ia aku lupa moga aja dia sembuh yah Lan" kata Eka.


"Amin" sahutku.


Akhirnya kami tiba di rumh.


"Aku langsung aja yah Lan gak mampir" ucap Eka.


"Oke sip" sahutku.


Singkat cerita setelah berbulan-bulan aku dan Eka tidak bertemu dengan Tina lagi karena dia pindah rumah. Dan pada saat itu Eka mendapat dapat info tentang Tina lebih parah dari sebelumnya.


Tatapan matanya kosong kerjanya hanya tidur saja dan Eka menjelaskan, bahwa keluarga Tina masih suka ke dukun atau paranormal untuk mengobati Tina hingga pada suatu hari ada paranormal yang menyuruh Tina di nikahkan saja agar dia sembuh dan berubah, tanpa pikir panjang orang tua Tina menikahkan Tina, setelah di nikahkan bukannya membaik Tina malah menjadi parah dah keluarga dari suami Tina dan suaminya tidak sanggup mengurus Tina dan mengembalikan Tina kepada keluarganya.


Tapi semua sudah terlambat Tina yang dulu masih mau di ajak bicara sekarang hanya tidur saja dan tidak mau bicara apa-apa tatapan matanya pun sudah kosong.


Eka kembali memintaku untuk membantu Tina kembali, aku putuskan untuk ke rumah Tina dan melihat kondisi Tina, kondisinya saat itu sungguh memperhatikan dia tidak lagi bisa di ajak bicara pandangan matanya kosong seperti orang yang kehilangan sebagian sukmanya di dirinya jiwanya pada saat itu kosong. Dan aku mulai binggung kenapa Tina menjadi seperti ini.



BERSAMBUNG


Nantikan kembali kisah TINA selanjutx jgan lupa Like, komen dan vote 😊🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2