
Selepas kepergian ibu aku menjadi kepribadian yang sedikit pendiam, menutup diri dengan banyak orang, Dion dan Sanjaya sahabat setiaku di saat aku seperti ini.
Aku masih mencari-cari pekerjaan walau kakakku sendiri masih membantu aku dari segi perekonomian tapi aku tidak ingin menyusahkan mereka, dan aku dapat pekerjaan sesuai hobiku di bidang menulis berapa kali aku mencoba memasukan tulisan horor tentang sumarni selalu di tolak dan akhirnya ada yang mau menerimanya dan tertarik dengan tulisanku, sekarang aku berkerja sebagi penulis cerita horor.
Awalnya tidak ada yang aneh saat aku menulis tentang sumarni. Hingga suatu malam muncul keanehan kembali saat aku menulis cerita sumarni serasa ada seseorang yang lewat di belakangku sekelibat bayangan wanita sedang berjalan di belakangku,
"Mungkin itu hanya halusinasiku saja" gumam batinku.
Mengarahkan pikiranku untuk tidak berfikir hal yang aneh-aneh.
Hawa aneh mulai muncul kembali setalah lama aku vakum dari hal mistik. Rasa merinding di sekitar badan hawa dingin yang aku rasakan ketika menulis tentang sumarni, aku pun bertanya dengan Dion.
"Aku merasa ada yang memperhatikan aku di saat menulis tentang sumarni Dion?? apakah benar dia kembali??" ucapku kepada Dion dengan sedikit ragu.
"Bisa saja, dia kembali lagi?" sahut Dion.
"Kenapa??? diakan sudah tenang di sana apa mungkin bisa kembali lagi?" kataku yang sedikit binggung.
"Sepengetahuan ku Lan orang yang meninggal secara bunuh diri memang agak susah untuk kembali, mangkanya mereka di bilang mati penasaran." ucap Dion menjelaskan hal itu kepadaku.
"Coba Lan berinteraksi dengan mereka kembali?? sambung Dion.
"Kok jadi aku sih yang harus berinteraksi kenapa tidak kamu aja,?? lagian aku males dengan hal-hal yang seperti ini lagi.
"Ia kan biar lebih jelas dapat jawaban jadi berdua berinteraksi! gimana mau enggak?" kata Dion
"Ia nanti deh, aku harus selesaiin tulisan ini dulu, baru bisa tenang" sahutku.
Jam sudah menunjukan jam 00.00 malam aku mulai ngantuk dan menghentikan tulisanku, aku mula merabahkan tubuhku di atas kasur dan mulai terlelap, saat aku sedang tertidur aku di sadarkan kembali, aku mendengar seperti ada suara wanita sedang menyanyi lagu jawa sepintas lagu yang aku dengar seperti ini
"Tak...lelo...lelo..ledung
cep meneng ojo pijer nangis
anakku sing ayu rupane
yen nangis ndak ilang ayune"
__ADS_1
Mendengar nyanyian itu aku mulai penasaran dan mencoba mencari asal dari mana suara itu datang, aku keluar kamar menuju ruang tamu aku mulai melihat namun tidak nampak jelas seseorang wanita rambut panjang memakai Jare jawa dan kemben sambil bernyanyi lagu itu dan membelai-belai rambutnya yang panjang.
Aku pun mulia memberanikan diri untuk bertanya dengannya.
"Kamu siapa??? tanyaku kepada wanita misterius itu.
wanita itu mulai berdiri namun wajahnya sedikit menunduk sambil berkata.
"Namaku S...U... ******M... A ...R... N ...I******."
Mendengar ucapannya aku langsung kaget kenapa Sumarni kembali lagi namun wajahnya tidak mengerikan seperti dulu yang aku temui.
"Mau apa mba Marni kembali lagi."
"Aku nyaman bersamamu Lan dan sekarang wujudku tidak seperti dulu lagi,,,,,, aku ingin ikut bersamamu Lan?? ucap mba marni kepadaku.
Aku binggung harus berkata apa tiba-tiba dion di sampingku dan bertanya?
"Siapa Lan??" tanya Dion dengan penasaran.
"Kok... dia kembali lagi?" dengan wajahnya yang kaget mendengar ucapanku.
"Aku juga tidak tau, kenapa dia bisa kembali lagi, dia ingin ikut aku Dion menurut kamu gimana?"
"Auranya tidak seperti sumarni yang kita kenal dulu Lan, penampilannya juga sudah berubah, yah...... terserah kamu sih Lan?" kata Dion.
"Ya sudah Lah lagian aku butuh bahan untuk menulis kisah dia semasa hidupnya."
"Tanya dulu mau berbagi cerita tidak?" kata Dion.
Aku pun mulai bertanya kepada mba Marni
"Boleh tidak aku menulis cerita tentang kehidupan mu mba Marni sampai akhirnya mba melakukan hal itu? jika boleh bantu aku untuk melihat masa lalu mu?"
Sumarni hanya terdiam dan mengangguk menandakan iya setuju untuk berbagi kisah denganku
__ADS_1
Malam mulai larut jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari, untung saja kantorku tidak seribet kantor yang lain aku bisa kerja di rumah tanpa harus masuk kantor tapi dengan sarat setiap tulisanku harus tepat waktu selesainya. Dan aku mulai menghentikan obrolanku dengan mba Marni dan kembali melanjutkan untuk tidur.
Keesokan paginya aku masuk kerja seperti biasa hanya absen saja setelah itu di bolehkan untuk kembali pulang. Di kantor teman-teman selalu menganggap ku aneh dan misterius, aku juga jarang untuk mengobrol dengan mereka jadi di sana aku tidak punya teman akrab.
Setelah selesai mengisi absen aku kembali ke rumah dan kembali melanjutkan tulisanku tentang Sumarni.
Sesampainya di rumah dan membuka pintu sumarni yang sedang duduk di sofa ruang tamu menyapaku.
"Sudah pulang Lan" dengan suara yang agak serak dan pelan.
"Ia mba, aku ke kamar dulu yah mau lanjut menulis??"
Seperti sumarni tertarik akan rumahku dia ikut denganku tapi dia tidak mengikutiku kemana aku pergi hanya di rumah saja lain halnya dengan Dion, sedangkan sanjaya hanya di alamnya saja dia muncul ketika aku memangilnya.
Aku mulai mengambil laptopku dan membuka file tulisanku yang belum selesai dan mulai mengetiknya, tidak berapa lama mba Marni menyanyikan kembali lagu jawa yang dia sering nyanyikan, aku penasaran dengan lagu itu aku mencoba berinteraksi dengannya. Dia sudah ada di sampingku di saat aku mengetik naskah cerita tentang dirinya.
"Aduh... aku kaget" kataku yang sepontan di saat aku melihat mba Marni di sampingku.
"Ayo bantu aku melihat kehidupan mba di waktu itu" pintaku kepadanya.
Aku mulai menutup mata dan tiba-tiba aku seperti melihat dan flashback di jaman mba marni kecil disana aku melihat seorang anak wanita umur 3 tahunan di sepertinya anak semata wayang. Ibunya dari anak wanita itu selalu menyanyikan lagu Tak..lelo...lelo...ledung
sedangkan anak itu sedang duduk di pangkuan ibunya sambil mendengarkan lagu yang di nyanyikan oleh ibunya.
Tidak lama semua yang aku liat kembali gelap aku pun membuka mataku dan melihat mba Marni menangis dengan suara yang menyayat hati.
"Aku mulai binggung apa yang sebenarnya terjadi kenapa tiba-tiba mba Marni menangis" gumam batinku.
Namun aku mulai menemukan jawaban itu sedikit demi sedikit terlintas di benak ku teryata lagu itu adalah lagu yang biasa orang tua mba Marni nyanyikan untuk dirinya di waktu dia kecil.
Hal itu mengingat itu aku dengan almarhum ibuku rasa sedih yang mba Marni rasakan aku ikut merasakannya.
Bersambung
nantikan cerita selanjutnya yang sudah baca cerita tentang sumarni di novelku pasti akan mengerti,
mampir kecerita Sumarni yah Author akan nerusin ceritanya masa lalu mba Marni di sana.
__ADS_1
dan maaf kalau nulisnya sekarang agak lama soalnya sekarang author sibuk😔😔🙏🙏🙏🙏
Terimakasih selalu setia menunggu cerita persahabatan dunia lain 🥰❤️ jangan lupa like dan komen 👇