Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Flashback Masa Kecilku


__ADS_3


Saat aku kecil aku sering mengalami hal-hal aneh saat itu aku berusia 4 tahun, Pada saat itu aku masih tinggal di Jakarta tepatnya di kota Tanggerang kebetulan kontrakanku letaknya gang paling ujung dan di samping kontrakan ku ada pemakaman umum, yang di kubur disana meninggalnya bukan hanya karena sakit aja, tetapi ada yang meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, korban pembunuhan, dan korban kecelakaan tanpa identitas, suasana di kontrakanku saat siang hari biasa-biasa saja tetapi jika di malam hari suasananya berubah drastis, sangat sepi dan kadang sering terdengar suara-suara aneh seperti ada yang menjerit, menangis, dan lain sebagainya.


Hingga suatu malam aku melihat sosok bayangan putih yang yang ingin mengajakku ke suatu tempat, samar-samar terlihat dia seperti wanita berambut panjang hingga menyentuh lantai, rambutnya hitam seperti manusia normal pada umumnya hanya saja sangat panjang, wajahnya tidak terlihat karena rambut panjangnya menutupi seluruh bagian wajahnya, dia berpakaian putih tapi yang aku heran saat itu dia mendatangiku dengan cara menembus dinding rumahku, awal dia datang hanya terlihat seperti bayangan putih saja, setelah dia mulai mendekat sosoknya makin terlihat jelas dia seperti berjalan tapi kakinya tidak bergerak dan tidak menyentuh lantai, aku melihat kebagian bawah kakinya bajunya menjuntai, aku beranggapan saat itu dia seperti mengambang di udara, saat itu ibuku sedang memasak di dapur lalu aku memanggil ibuku dan memberi tau kalau ada wanita yang ingin mengajakku keluar.


"Bu tadi ada orang masuk, mau ngajak aku keluar" ucapku kepada Ibu.


"Masuk lewat mana? pintunya ibu kunci" sahut ibuku sambil memeriksa pintu.


"Masuk lewat situ bu, lewat dinding" sahutku sambil menunjuk dinding kamar.


"Kamu ini ada-ada aja mana ada orang bisa tembus dinding, bilang aja kamu mau main keluar, udah kamu kalo mau main jangan sampai magrib pulangnya"


"Iyaa bu" sahutku sambil berjalan menuju keluar rumah.


Aku pun bermain keluar, aku suka bermain di kuburan samping rumah ku entah kenapa aku merasa senang jika aku bermain disana, seperti ada yang menemani ku bermain padahal tidak ada seorang pun disana terkadang aku sampai tidur-tiduran di kuburan jika ibu tau apa yang aku lakukan pasti ibu marah kepadaku, karena aku sering ketahuan oleh ibu saat bermain di kuburan sambil tiduran. Dan akhirnya aku kepergok oleh ibu lagi.


" Wulan,,,! berapa kali ibu harus bilang jangan main di kuburan, kamu bandel kalo di bilangin" ucap ibuku marah.


Aku pun cuma bisa terdiam ketika dimarahi oleh ibu.


karena sering ketahuan Ibu akhirnya aku tidak di perbolehkan untuk keluar rumah dan bermain diluar, ibu mengurung ku di rumah saat aku berada di kamar, lagi-lagi wanita itu muncul lewat tembok kamarku, tapi kali ini dia tidak menutup seluruh wajahnya dia memperlihatkan sebagian wajahnya, aku lihat wajahnya normal seperti wanita pada umumnya, hanya saja wajahnya sangat putih dan pucat, meraih tanganku seakan ingin mengajakku keluar, saat aku lihat tangannya sontak aku kaget karena kuku-kukunya sangat panjang dan hitam, aku menolak ajakannya karena aku takut di marahi lagi oleh ibu, saat dia mendengar penolakan ku tiba-tiba saja wajahnya berubah 360° yang awalnya seperti manusia pada umumnya berubah menjadi sosok menyeramkan, aku melihat kulit-kulit wajah yang mengelupas dan di penuhi darah yang masih mengalir, sempat tercium bau anyir juga seperti bau darah dan juga bau gosong entah dari mana asalnya, matanya merah dan melotot kepada ku, refleks aku memanggil ibuku.


"Bu.. Ibu.. !" ucapku sambil berteriak dan berusaha menarik tanganku yang dipegangi oleh sosok wanita itu.


"Kenapa Lan? kok teriak-teriak ibu lagi masak ini"

__ADS_1


Saat ibuku datang sosok wanita itu langsung menghilang.


"Itu bu, wanita yang kemaren datang lagi bu lewat situ" ucapku ketakutan sambil menunjuk dinding kamarku.


"Kamu ini, ibu sudah bilang jangan suka main di kuburan" ucap ibuku kesal.


selama seharian penuh aku tidak diperbolehkan ibu keluar, hingga akhirnya aku di perbolehkan keluar untuk bermain tetapi dengan syarat aku tidak boleh bermain sendirian dan tidak boleh barmain di kuburan lagi akhirnya aku bermain dengan teman-temanku, kami memutuskan untuk bermain petak umpet, lokasi kami bermain sekitar 100 meter dari kuburan itu di situ terdapat banyak pohon bambu tempat strategis untuk bermain petak umpet karena selain pepohonan besar dan pohon bambu di situ juga terdapat rumah-rumah yang sudah tidak berpenghuni.


Saking asiknya bermain kami sampai lupa waktu, hari mulai sore dan aku dapat bagian untuk jaga


"Aku hitung yaa..1..2..3..4..5..6..7..8..9...10.. udah belom"


"Udah Lan!" serentak teman-temanku menjawab.


Aku pun mulai mencari dan satu persatu temanku, lalu aku temukan mereka ada yang bersembunyi di belakang pohon, di balik bak sampah, ada yang bersembunyi di dalam rumah kosong, semuanya sudah ku temukan tetapi ada satu temanku yang masih belum ketemu namanya Ricky.


"Ricky belum ketemu temu nih, gimana?" sahutku kepada teman-temanku.


"Kita cari bareng-bareng aja Lan!" sahut Indra.


"Iya ayo kita cari" sahut Wahyu.


"Iya benar, mending kita berpencar cari Ricky" sahut Deny.


Kami pun mulai mencari sambil berteriak-teriak meneriakkan nama Ricky.


"Rik...Ricky dimana kamu ayo kita udah mau pulang nih?" teriak wahyu.

__ADS_1


Kami semua mencari sambil berteriak, tetapi tidak ada tanda-tanda jika Ricky berada disana akhirnya kami memutuskan untuk kerumahnya kami mengira Ricky pas main bersembunyi di rumahnya.


Saat kami tiba di rumah Ricky ternyata dia tidak ada disana, ibu Ricky yang mengetahui hal itu pun langsung panik dan memberitahukan hal itu kepada para tetangga, mereka pun mulai melakukan pencarian beberapa warga membawa pentungan bambu, ada yang membawa tampah dari bambu dan alat masak dari alumunium yang akan digunakan untuk bunyi-bunyian saat pencarian, para warga mulai berkeliling sekitar lokasi kami bermain, mencari Ricky sambil meneriakkan namanya dan memukul-mukul alat yang mereka bawa


hingga malam hari tiba tidak ada tanda-tanda keberadaan Ricky hingga salah satu warga melihat ada seorang anak kecil duduk terdiam sambil memeluk kakinya di bawah pohon bambu dan benar saja ternyata itu Ricky


terlihat raut mukanya tampak pucat, Ricky pun langsung digendong salah satu warga dan di bawa pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah ibu Ricky sudah menyambutnya dengan isak tangis, beberapa warga mulai bertanya kepada Ricky, kemana dia, dan kenapa dia bisa menghilang tetapi Ricky hanya diam tidak berbicara satu patah kata pun dengan tatapan mata yang kosong mungkin karena masih syok atau kaget jadi warga menyuruh Ricky untuk istirahat.


Keesokan harinya, aku dan teman-teman ku pergi menjenguk Ricky di rumahnya tapi Ricky tidak bisa di ajak bicara, dia hanya diam dengan tatapan yang kosong seperti saat pertama kali ditemukan, kami pun bingung karena Ricky yang kami kenal adalah pribadi yang banyak bicara dan menyenangkan.


Akhirnya ibu Ricky bersama tetangganya membawa nya ke Pak Ustadz yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal Ricky, selang beberapa hari kondisi Ricky mulai membaik dan dia sudah bisa di ajak bicara, salah satu tetangganya pun mulai bertanya kepadanya.


"Rik, kamu kemaren kemana?" tanya tetangga Rick.


"Aku main petak umpet, sembunyi di belakang pohon bambu, aku diajak masuk kerumahnya, aku dikasih makan enak-enak dan di kasih banyak mainan, abis itu aku denger temen-temen manggil aku, aku mau pulang gak di bolehin sama orang itu, aku di suruh nginep disitu tapi aku gak mau aku mau pulang aku takut dan dia marah" sahut Ricky.


"Orang nya bentuknya gimana memang" tanya tetangga itu lagi.


"Cewek om, rambutnya panjang tapi mukanya putih, kuku nya panjang, kalo dia marah mukanya serem jadi banyak lukanya."


"Ya sudah kamu dan teman-teman mu jangan main disana lagi ya, dia itu suka menculik anak kecil nanti gak bisa pulang lagi."


"iya ngerti om" jawab kami serentak.


Hingga kejadian hilangnya Ricky kemarin, ibu ku memutuskan untuk pindah kontrakan, aku pun berpamitan dengan teman-teman ku.

__ADS_1


__ADS_2