Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Ibu sakit


__ADS_3

Mulai kembali dengan rutinitas sebelumnya dan masih berkerja di perusahan menerima jasa antr barang hari-hari aku lalui dengan biasa sekarang tanpa ada masalah dan ganguan dari mereka masih dengan teman yang sama Dion, Sanjaya, dan Ben mereka menjadi temanku yang setia di saat ini di kala teman-temanku sudah mulai sibuk dengan keluarganya, aktifitasnya di tempat kerja aku tidak terlalu akrab dengan teman yang lain kecuali kakak Lia dia rekan patner, sahabat dan sekaligus kakak tapi sayangnya sekarang aku kehilangan kontaknya, terkadang juga aku kangen dengannya saat-saat kami bersama membantunya dengan banyak hal tapi sekarang hanya tingal kenangan bersamanya.


"Bu Lan berangkat kerja dulu yah ibu baik-baik di rumah.


"Ia Lan hati-hati ibu engak mengantarmu sampai depan pintu yah ibu lagi kurang enak badan kepala ibu berat sakit.


"Ya bu Lan siang nanti pulang Lan beliin makan siang buat ibu, tapi pagi Lan beliin makan ibu makan yah."


"Ia nak makasih"


Aku pun akhirnya berangkat untuk berkerja tapi anehnya hari ini aku kurang fokus untuk berkerja aku kepikiran ibu di rumah, tapi aku harus tetap profesional karena aku ikut orang berkerja bukan usahaku sendri.


Sesampainya di tempat kerja aku bergegas ke meja kerjaku agar aku cepat menyelesaikan perkerjaan yang menumpuk kemarin, Dion dan yang lain tak mau menganguku mereka seakan sudah tau kalau aku lagi sibuk. Tak terasa waktu berjalan cukup cepat jam sudah menunjukan istirahat seperti janjiku tadi pagi kepada ibu aku pulang untuk membawakan makan siang. Aku bergegas keluar kantor menaiki sepeda motorku dan mencari makanan untuk ibu, dan akhirnya aku mendapatkannya. Ibuku paling senang dengan soto Lamongan jadi aku membelikan makan yang inya sukai agar makannya lahap pikiranku.


Sesampainya di rumah aku mengetuk pintu tapi ibu tak kunjung datang aku buka pintu ternyata tidak di kunci aku mendatangi ke kamar tapi ibu tidak ada aku mencoba memangil-mangil ibu terdengar suara rintihan samar-samar.


"Lan,,,,Lan,,, tolong ibu"


Aku binggung apa yang harus aku lakukan aku meminta tolong kepada tetangga untuk mengangkat ibuku dan membawanya ke kamar tapi anehnya ibu tidak bisa jalan. Aku mulai panik aku memesan alat tranportasi online dengan di bantu para tetangga aku membopong ibu dan membawanya ke rumah sakit sesampainya di rumah sakit ibu langsung di tangani oleh dokter. Aku mencoba menghubungi kantor bahwa hari ini aku tidak dapat masuk aku ijin akhirnya di perbolehkan tidak masuk kerja. Dokter memanggilku pada saat itu.

__ADS_1


"Dengan soudara Wulan yah, mba anaknya ibu Suyatmi.


"Ia dok ibu saya kenapa??" tanyaku yang panik.


"Ibu mba mengalami penggumpalan darah di pembuluh darah yang mengakibatkan ibu mba menjadi stroke dan tak dapat mengerjakan badannya"


Mendengar ucapan dokter hatiku sedih ibu tidak dapat berjalan seperti dulu. Akhirnya ibu di rawat di rumah sakit dan aku memutuskan untuk berhenti berkerja dengan sisa tabungan yang aku punya. Di sini aku menelepon kakak-kakakku yang berada di Jakarta mengabarkan mereka dan mereka semua membatu biaya perawatan ibu.


Sekarang perhatian aku berikan lebih untuk ibu dari menyuapi saat sedang makan, membersihkan kotorannya, membantu belia untuk bergerak karena ibu sekrang lumpuh total dan berbicara juga tak mampu lagi.


Setelah berbulan-bulan di rumah sakit tidak aja perkembangannya dan keuangan kami juga mulai menipis aku berdiskusi dengan kakak-kakakku di sana melalu Hp.


"Lan ibu kamu rawat di rumah aja, rawat jalan mba di sini tidak ada uang lagi untuk bayar biaya rumah sakit, begitu juga kedua abangmu sudah mba tanyakan jawabannya sama kamu enggak usah kerja dulu jaga ibu, nanti kami bantu buat makan, obat-obat ibu kamu fokus jaga ibu dulu yah Lan kami di sini berusaha membantu mencari biaya untuk kamu dan ibu" ucap kakakku.


"Ia Lan itu tadi mba sudah transfer itu uang hasil patungan kita ber3 Lan, baik-baik yah disana" ucap kakakku.


"Ia mba" akhirnya aku mematikan HP ku dan bergegas mengurus biaya rumah sakit.


Setelah beberapa lama aku mengurus biaya rumah sakit akhirnya ibu di bolehkan untuk pulang, aku memesan tranportasi online dan membawa ibu pulang sisa uang aku belikan kursi roda untuk ibu dan biaya hidup kami di sini.

__ADS_1


Sesampainya di rumah aku mengotong ibu di bantu dengan supir ke kamar.


Sekarang aku tak punya waktu lagi untuk diriku di usia aku yang masih ingin berteman, kumpul dengan teman-teman dan berkerja tapi sekrang tidak bisa lagi aku harus menjaga ibu. Di setiap malam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak lagi aku terjaga karena kadang ibu memangil untuk minum, untuk ber alih posisi telentang jadi miring semua harus di bantu karena ibu lumpuh totol.


Di pagi harinya aku ke pasar untuk berbelanja setelah selesai ke pasar aku masak untuk kami makan, setelah selesai memasak aku memandikan ibu karena aku tidak begitu kuat mengangkat saat itu jadi aku angkat di dadanya dengan posisi merangkul dan kakinya di lantai terseret aku bawa ke kamar mandi untuk memandikannya setalah itu memasangkan bajunya, popok dan mengangkat kembali ke kursi roda setelah selesai aku menjemur ibu di pelataran sambil menyuapi makan terkadang aku mengajaknya untuk bercanda, senang rasanya melihat beliau tertawa saat bercanda denganku rasa lelah yang aku rasakan hilang.


Di saat aku terkadang lelah dengan keadaanku tapi aku masih punya teman yang selalu memberikan aku semangat Dion dan Sanjaya dia teman yang setia menemani aku saat ini di kala aku rapuh dia juga yang menyemangati aku untuk bangkit kembali mengurus ibu.


Hari-hari berlalu, bulan-bulan juga berlalu sampai akhirnya bertahun-tahun aku menjaga ibu dan merawatnya. Sempat rasanya tidak sanggup menjalani ini semua ingin mengakhiri hidup tapi mereka berusaha memberikan semangat kepada kembali.


"Ayo Lan semngat, kalau kamu kaya gini siapa nanti yang merawat dan menjaga ibu." ucap Dion


"Rasanya lelah Dion tapi ibu masih butuh aku."


"Ya aku mengerti Lan aku yakin kamu kuat dan bisa melewati semua ini semangat Lan, kami akan selulu setia menemanimu, aku yakin Wulan kuat biasa melewati semua ini."


"Makasih yah kalian temanku yang terbaik di saat aku seperti ini kalian selalu menyemangatiku


Bersambung

__ADS_1


nantikan cerita selanjutnya ini foto ibuku di kala masih sakit beliau adalah orang yang paling aku sayang 😢🥰❤️


jangan lupa like komen dan like yah 🥰🥰


__ADS_2