Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Villa angker 2


__ADS_3

Setelah mengobrol berjam-jam dengan bapak sopir, aku mulai jenuh dan bertanya dengan bapak itu.


"Pak ini masih jauh yah pak?"


"Ia mba masih 5 jam lagi, belum masuk-masuk ke jalan-jalan hutan mba, baru nanti masuk ke rumah penduduk sekitar 4 kilometer baru sampai di vila itu mba." ujar pak sopir itu


"Waduh jauh ya pak, ya sudah lah pak saya mau istirahat dulu mau tidur."


Aku tertidur di mobil itu, selang beberapa menit tiba-tiba seperti biasa aku mulai bermimpi horor aku serasa berada di sebuah rumah orang belanda di jaman dulu,


Keluarga itu sangat harmonis dan sederhana namun tiba-tiba terlihat seseorang mengendap-endap sambil menutupi wajahnya dengan sarung yang di bentuk seperti Ninja.



Orang tersebut berusaha untuk masuk ke rumah tersebut terlihat dia gerak-geriknya seperti pencuri.


Sesudah berhasil masuk ke rumah belanda itu ia mulai beraksi mencari harta-harta di sekitar rumah tersebut, namun yang ia cari kurang memuaskan untuknya lalu ia masuk ke sebuah kamar di kamar itu pencuri itu mulai mencari-cari di dalam lemari ternyata orang yang ada di kamar itu terbangun dan melihat seseorang ada di kamarnya ia mulai panik dan ingin berteriak.


"Siapa kau berani-berani masuk ke kamarku, tooolooonggg......." ucap wanita meminta tolong.


Dengan cepat maling itu membungkam mulut wanita itu dan tiba-tiba.


Ciiiittttttttt.......(suara mobil mengerem).


Aku pun terbangun dari tidur.


"Aduhh ada apa pak!"


"Maaf mba tadi ada cewe yang lagi nyebrang." Sahut pak sopir yang mengerem dengan spontan.


"Ah masa sih ini pak di sini semuanya pohon-pohon pak enggak ada rumah penduduk satu pun masa ada cewe lewat."


"Ia mba bapak enggak bohong, jelas baget tadi ada cewe lewat masa bapak salah liat."


Hatiku langsung merasa tidak enak.


"Ya udah pak jalan aja."


"Ia mba sebentar lagi sampai kita ke vila markus."


"Ia pak hati-hati yah pak jalannya saya sampai kaget nih."


"Ia mba maaf."


Kami pun melanjutkan perjalanan menuju vila markus.


Setelah beberapa lama akhirnya sampai.


"Akhirnya sampai mba," kata pak sopir.


Aku mulai turun dari mobil sambil mengeluarkan barang-barangku dari mobil.


"Makasih ya pak" tuturku kepada pak sopir.

__ADS_1


"Nanti kalau mau pulang, bisa di telepon mba biar bapak jemput nanti"


"Ia pak, makasih."


Aku langsung membawa barang-barang dan menuju vila, melihat vila itu serasa tidak asing.



Sesampainya di sana aku di tegur seseorang.


"Neng Ulan ya,"


"Ia pak, bapak siapa ya,"


"Oya neng bapak yang menjaga vila ini, bapak dapat kabar dari pak Rohim pemilik vila ini katanya neng mau tinggal beberapa hari di sini."


"Ohh ia pak saya ada menelepon pemilik vila ini."


"Ia neng nanti kalau ada perlu apa-apa bisa pangil bapak, rumah bapak di belakang vila ini dan pangil aja bapak ujang yah neng,"


"Oh iya pak ujang."


"Sini bapak bantu bawa masuk tasnya," kata pak ujang sambil mengambil tas yang ku taruh di bawah.


"Makasih ya pak ngerepotin,"


"Ente atuh neng, udah biasa aja."


"Ia bapak asli orang sunda neng merantau didieu bertahun-tahun menjaga vila ini."


"Pantas Lan kurang mengerti bahasanya."


"Oya bapak lupa neng Ulan henteu ngartos bahasa bapak,!"


"Maksudnya pak?"


"Maksudnya enggak ngerti bahasa bapak neng?"


Kami berdua masuk ke vila itu dan menuju kamar tempatku untuk beristirahat.


"Mangga neng, ini kamar neng Ulan, kalau neng mau istirahat dulu,"


"Oh iya pak terimakasih."


"Bapak tinggal dulu, kalau ada perlu panggil saja bapak di rumah ya neng!"


"Ia pak ujang terimakasih."


Aku tak asing dengan bangunan ini aku seperti pernah merasakan masuk di tempat ini dan vila ini seperti nampak di mimpiku tadi tapi anehnya semua bangunannya tidak seperti di mimpi,


Dan seperti cerita-cerita orang-orang sebelumnya vila ini angker aku merasakan aura-aura negatif banyak di tempat ini, tapi yah mau gimana lagi ini semua aku lakukan untuk pekerjaanku.


Aku mulai lelah aku, lalu aku baringkan badanku di kasur sambil bermain hp.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba ada sebuah bola yang berjalan ke kamarku pada saat itu memang pintu kamar tidak aku tutup.


Aku terbangun untuk melihatnya.


"Bola siapa ini, apa punya pak ujang, tapi masa iya pak ujang main bola apa ini punya anak pak ujang." gumamku di dalam hatiku.


Beberapa menit aku memikirkan tentang bola ini aku melihat kejanggalan lagi, aku melihat ada anak kecil melintas di kamarku,


Tanpa pikir panjang aku pun menghampirinya keluar dari kamarku.


"Ada orang di sini" teriakku di ruangan tengah.


Dan lagi-lagi bola yang ada kamarku berjalan keluar menuju tempatku, dan di saat itu aku melihat anak kecil yang mengajakku untuk bermain, dengan paras seperti keturunan belanda memakai baju kemeja putih, celana hitam.


"Kakak main yuk" ucap anak kecil itu


Lalu aku menghampiri anak kecil itu yang mengajak aku bermain, aku bertanya kepadanya.


"Ade siapa namanya, tinggalnya di mana?"


"Namaku Robet ini rumahku."


Tiba-tiba pak ujang datang,


"Lagi ngapain neng, neng ulan tidak istirahat?"


"Ia pak nanti Lan istirahat, Lan lagi ngobrol dengan ade Robet" sahutku sambil menunjuk Robet yang tidak ada lagi di hadapanku.


Aku pun kaget melihat Robet si anak itu tidak ada padahal tadi dia baru berdiri di depanku.


"Ah neng ulan nih ada-ada aja, orang enggak ada siapa-siapa kok neng!"


"Beneran pak Lan enggak bohong,."


"Udah neng enggak usah di pikirin neng ulan istirahat aja dulu bapak mau ke dapur ngambil golok"


"Buat apa pak golok?"


"Itu neng buat nebasin dahan-dahan pohon neng.


"Ooooo ya udah pa Lan ke kamar dulu yah."


"Ia neng mangga!"


Aku mulai menuju kamar dan pak ujang menuju dapur sesampainya di kamar aku di buat kaget melihat penampakan.



"Astagfirullah, siapa kamu." ucapku dengan sontak.


Bersambung.


nantikan cerita selanjutnya misteri apa yang ada di vila itu, jangan lupa like, komen dan vote terimakasih 🥰🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2