Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Tina.


__ADS_3

"Gimana mba nginep di villa Markus nya?" tanya pak sopir.


"Emangnya kenapa pak?"


"Mba ngalamin hal-hal horor enggak di saat berada di sana,? seperti yang orang-orang bilang!"


"Enggak pak, biasa aja!" sengaja aku berbohong untuk menutupi tentang keluarga menir Markus.


"Tapi kok mba ulan pulang lebih awal?"


"Oooo itu, bos nelpon pak di suruh masuk kerja.


" Oohh gitu, tapi kita sampainya bisa subuh mba sekitar jam 5 an.


"Iyaa pak enggak apa-apa, saya udah bilang sama bos besok saya baru sampai kok pak!"


Sepanjang jalan kami berbincang-bincang, rasa lelah aku rasakan di perjalan karena aku juga tidak dapat tidur dengan nyenyak selalu bermimpi seram sebelum tiba di villa markus,


tidak lama aku mulai tertidur.


Di mimpiku kali ini aku bermimpi keluarga menir markus yang hidup dengan tenang dan bahagia mereka tidak menampakkan sisi buruk mereka di mimpiku, menir markus yang parasnya tampan, berkumis, tegas dan berwibawa sedangkan noni Arabella yang sangat cantik dan lembut, dan putra merka yang lucu yaitu Robet.


Berjam-jam telah berlalu akhirnya aku di bangunkan oleh pak sopir.


"Mba ini sudah sampai,"


Aku terbangun dan melihat posisi mobil sudah di depan rumah.


"Oh iya pak," sambil mengeluarkan barang-barangku yang ada di dalam mobi.


"Pak terimakasih yah" sambungku sambil memberikan uang kepada pak sopir."


"Ia mba ulan bapak juga terimakasih, nanti kalau mba ulan mau pergi jauh-jauh bisa telpon bapak yah."


"Oh iya pak gampang itu."


"Bapak duluan mba."


"Ia pak hati-hati."


Aku mengetuk pintu rumah,


Tokk...tokk...tok...


"Lusy bukain pintu." teriakku


"Ia bentar" sahut lusy di dalam rumah.


"Udah pulang Lan kok cepat, katanya beberapa hari di sana?"


"Udah lah nanti aku ceritain, ceritanya panjang?"


"Oke deh."


"Ya udah yah aku mau mandi dulu baru mau subuhan dulu."


"Ia Lan."

__ADS_1


"Aku ngelanjuttin tidur yah!"


"Ini udah pagi enggak usah tidur lagi!"


"Ini masih subuh Lan" Kata lusy yang mengotot."


Aku pun menuju kamar mandi dan mandi setelah itu subuhan, setelah selesai aku mulai mengeluarkan laptop dan mulai merangkai tulisan yang berjudul villa angker.



Mulai mengetik cerita tentang villa itu, hari pun tak terasa sudah mulai pagi lusy yang tidur kembali tadi ia kembali bagun, menghampiri ku ke kamar.


"lagi apa Lan?" tanya lusy dengan wajah masih mengantuk.


"Biasa nulis cerita nih,"


"Gimana petualangannya Lan, cepat amat udah balik katanya mau beberapa hari di sana?"


"Kan misiku udah kelar di sana ya aku balik!"


"Gimana villanya?" tanya lusy yang penasaran.


"Horor bagetttt,"


"Tu....kan untung aku enggak ikut kamu kemarin, cerita dong Lan?"


"Udah nanti kamu baca aja sendiri, aku lagi males cerita lus"


"Ya elah cerita'in bentar, ya udahlah aku mau mandi mau kerja, selamat menulis Lan!"


"Ia dah sono mandi!"


Tok....tokk...tokk...(sura orang mengetok pintu)


"Wulan....Wulan...."


Aku mendengar orang mengetok pintu rumahku lalu aku menghentikan tulisanku tadi dan mendatanginya ternyata itu Eka teman SMA ku dulu.


"Ada apa ka tumben nongol ke rumah, setelah lama enggak kelihatan."


"Biasa Lan aku kan sekarang ibu rumah tangga jadi sibuk ngurus laki,"


"Bentar yah aku bikinin minum dulu?"


"Enggak usah repot-repot Lan, tapi enggak papa deh keluarin semua yang ada,"


"Helehhh itu maruk namanya bentar aku tinggal ke dapur"


"Canda Lan," sahut eka.


Aku membuatkan eka minuman dan mempersilahkannya untuk minum beberapa cemilan yang aku suguh kan untuknya.


"Minum ka maaf adanya cuma ini, udah enggak usah repot-repot Lan. Aku kesini mau cerita."


"Cerita apa?"


"Beberapa hari lalu aku ada ke rumah tina, kamu masih ingat dengan tina?"

__ADS_1


"Tina....tina....tina....bentar aku ingat-ingat dulu" sambil mengingat nama tina.


"Itu lohh yang kamu pernah nolongin dia katanya dulu sukmanya di sekap di alam gaib dan kamu nolong dan mengembalikan sukmanya,!"


"Ooooooo...... iya...iya...aku ingat, gimana keadaanya apa sudah baik?"


"Masih sama Lan kaya dulu malah sekarang tambah parah?"


"Kok bisa ka parahnya kenapa?"


"Dia sekarang enggak ingat sama aku lagi diem aja di panggil-panggil namanya juga enggak merespon Lan?"


"Masa sih kak, ia Lan kok aneh yah seharusnya ada perkembagan kok malah kaya gini jadinya ??"


"Kamu ada fotonya? kemarin waktu aku kesana sengaja aku foto mau ngasih tau kamu?"


Eka memperlihatkan foto tini di hpnya. Aku melihat foto tina tapi anehnya tatapan matanya kosong, lalu aku terdiam sebentar.



Aku binggung kenapa dia kok seperti ini lagi malah tambah parah, apa mungkin sukmanya kembali lagi. Sebuah teka-taki yang harus aku pecahkan.


"Nanti dah aku cari tau aku butuh waktu dulu untuk mencari tau ini semua?"


"Ya udah kalau gitu Lan, aku pulang dulu yah,?


"Kok bentar amat ka?"


"Aku cuma mau nanya itu aja, entar lama-lama suamiku nyariin lagi,"


"Ia.. ia..,oh iya kirim fotonya nanti ke wa ku yah ka?"


"Oke siap,"


Eka akhirnya pulang, aku ingin melanjutkan tulisanku tapi aku kepikiran dengan tina, tapi kalau kelamaan nanti atasanku bisa marah dan aku putuskan untuk menyelesaikan pekerjaanku dulu baru aku mencari tau tentang tina. Aku kembali ke kamar dan mulai mengetik cerita.


Hari mulai sore dan aku masih belum selesai tinggal sedikit lagi, lusy juga sudah pulang dari tempat kerjanya dan kembali mendatangi aku lagi di kamar.


"Belum kelar Lan?"


"Belum Lus, dikit lagi!"


"Ya udah semangat Lan, aku mau mandi dulu."


"Ia semangat terus aku nih, jangan kasih kendur," ucapku yang bercanda dengannya.


"Awas loh entar mereka nemenin kamu" sahut lusy yang nakutin Ulan.


"Yang ada mereka nemenin kamu mandi?"


"Apaan sih Lan enggak lucu!"


"Hahah...hahahh...hahah" aku tertawa melihat lusy yang takut.


Malam mulai tiba dan akhirnya tulisanku kelar juga,


"Akhirnya kelar juga tulisanku, tinggal masalah tina lagi yang belum kelar nih, panggil dion siapa tau dia ngerti ini semua" ucapku di dalam hati.

__ADS_1


Bersambung


nantikan kisah tina jagan lupa like, komen dan vote yah terimakasih maaf foto di blur πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2