Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Di sukai mahluk lain


__ADS_3

Aku tidak lagi menolong orang untuk sesuatu yang tidak baik aku fokuskan membantu orang yang membutuhkan bantuanku hingga suatu hari Eka temanku sekolah di waktu SMA berkunjung ke rumahku, Eka juga pada saat itu masih menganggur belum ada panggilan kerja setelah mengobrol cukup lama akhirnya dia menceritakan tentang teman masa kecilnya dulu yang berada di dekat rumahnya.


"Lan kapan-kapan aku mau ngajak kamu ke rumah temanku" ucap Eka


"Ngapain emangnya??"


"Mau suruh kamu ngeliatin dia Lan"ucap Eka "Kasihan dia Lan dia dulu tidak seperti ini dia temanku di waktu kecil Lan, waktu kecil kita sering main bareng, terus dia jarang keluar rumah Lan, pas waktu dia sudah datang bulan neneknya sering melarang dia untuk tidak keluar rumah" sambung Eka


"Emangnya kenapa kok gak di bolehin keluar rumah??" tanyaku kepada eka yang penasaran tentang temannya.


"Kata neneknya dia udah dewasa dan sudah datang bulan jadi gak boleh mainan lagi di luar, dia di suruh di dalam rumah aja, yah mungkin pemikiran orang tua tempo dulu Lan kalau sudah datang bulan menandakan dewasa jadi harus di rumah dan menjalankan pekerjaan rumah" ucap eka yang menjelaskan.


"Nah yang membuat dia aneh itu apa?" sahutku yang binggung dengan penjelasan Eka.


"Gini loh maksudnya udah lama aku gak ketemu dia lagi pula dia gak melanjutkan sekolah Lan terus terakhir aku ketemu dia, dia seperti orang yang aneh suka ketawa-ketawa sendiri di ajak ngomong juga gak nyambung lagi." ucap Eka


"Mungkin dia tekanan kali jadi dia berubah seperti itu, kenapa kamu gak main kerumahnya biar dia gak merasa kesepian dan tertekan " ucapku yang tidak berfikir negatif tentang sahabatnya.


"Gimana aku mau main neneknya aja ngeri banget kaya singa, di kala aku main ke rumahnya neneknya nyuruh aku pulang kaya gak suka gitu. Dan sekarang neneknya sudah almarhum, jadi aku bisa ke rumah dia lagian dia sekarang udah bisa keluar, tapi dia jadi aneh Lan, gak seperti yang ku kenal dulu."


"Inalilahi, boleh nanya siapa nama panjangnya " ucapku.


"Namanya Keris Tina"


"Bentar aku lihat dulu yah" ucapku yang mulai memejamkan mata ingin melihatnya.


Setelah memejamkan mata aku lihat ada yang mendekatinya dari bangsa alam lain dia berada di dekat tubuhnya dan setelah itu aku mulai membuka mata dan mulai menjelaskan apa yang kulihat.


"Apa yang kamu liat Lan??" tanya Eka yang penasaran.


"Aku lihat ada orang tinggi dan hitam di dekatnya teman mu itu, tapi yang di lihat teman mu itu bukan sosok aslinya dia, teman mu itu melihat sosok laki-laki yang ganteng. ucapku


"Pantesan aja Lan, kalau deket dia badanku jadi merinding Lan, kapan kamu ada waktu Lan aku mau ngajakin kamu kerumahnya" ucap Eka.


"Ya besok insaallah yah gak janji aku ka."


"Yah kok kamu gitu sih Lan, kasian dia Lan siapa tau kamu bisa membantu dia".


"Ia....ia deh besok aku usahain tapi kamu yang jemput yah motor di bawa ibu kerja nih.


"Ia besok aku yang jemput kamu deh" sahut Eka yang berharap.


"Aku minta ijin ibu dulu besok mau ke rumah teman, ooo.....iya aku lupa nama dia terlalu berat ka kalau di pangil Keris pangil dia Tina aja" ucapku


"Yah besok deh kamu bilang sama ibunya."

__ADS_1


"Lah kok ibunya sih ka???"


"Ya ibunya tadi tanya-tanya sama aku ada kenalan orang yang pinter gak, nah aku inget sama kamu mangkanya aku kesini."


"Ya elah kamu neh... aku jadiin rekomendasi deh!!"


"Ya gak papakan sekalian promosiin kamu jadi dukun terkenal" ucap Eka sambil tertawa bahagia dengan ucapannya.


"Anjritt kamu, males dah aku kesana kalau gitu" ucapku yang kesal.


"Aku cuma bercanda Lan jangan marah yah!!!"


"Ia gak kok."


Setelah mengobrol cukup lama dengan Eka, akhirnya eka pamitan pulang.


"Lan aku pulang dulu yah besok jangan lupa janji kita!! jam berapa mau ku jemput Lan??"


"Jam sepuluhan aja kamu jemput aku" ucapku.


"Oke Lan."


Aku pun mengantar Eka sampai depan pintu rumah, Eka mulai menyalakan motornya dan mengucapkan kata-kata lagi sambil menaiki motornya


"Jangan lupa besok janji kita" ucapnya sambil mengas perlahan motornya.


Setelah Eka pergi aku jadi merasa kepikiran dengan kisah dia tentang temannya itu. Malam pun tiba ibu juga rupanya sudah datang dan aku meminta ijin kepada ibu.


"Bu besok ulan ke rumah teman yah?" ucapku meminta ijin kepada ibu.


"Mau kemana Lan??" sahut ibuku.


"Mau ke rumah Eka bu, dia jemputin Lan!"


"Oooo..... ya sudah pulang jangan sore-sore yah" ucap ibu.


"Ia bu gak kok" sahutku.


"Ya sudah ibu tidur duluan yah ucap ibu."


"Ia bu."


Ibu pun mulai tertidur tapi aku tidak bisa tidur aku akhirnya mengobrol dengan Dion dan Sanjaya.


"Dion gimana tentang temannya eka??" ucapku di dalam hati.

__ADS_1


"Agak berat Lan!!" ucap Dion.


"Maksudnya gimana???"


"Pesanku lebih hati-hati Lan aura negatifnya besar sekali" ucap Dion.


"Ya Lan aku juga merasakan hal yang sama seperti Dion rasakan aura negatifnya begitu besar" ucap sanjaya.


Aku terdiam mendengar ucapan mereka berdua, perasaan takutku mulai muncul apakah aku bisa membantu dia sesekali pikiran raguku pun muncul.


"Yah kita coba saja, gak ada salahnya niatku hanya ingin membantunya" ucapku dalam hati kepada mereka berdua.


Malam mulai larut aku mulai mengantuk dan mulai tertidur dengan lelap hingga tidak kurasa hari sudah pagi, tiba-tiba suara HP ku berbunyi dan aku mengangkatnya.


"Ya hallo ini siapa" ucapku dengan sayup-sayup.


"Ini aku Eka Lan jadi kan kamu hari ini ketempat Tina" ucap Eka di dalam telepon.


"Ia jadi E...ka...kenapa kamu selalu menghantuiku dan mengganguku"


"Anjrittt, kamu Lan habis kemarin kamu kan bilang bakal di usahain jadi aku takut kamu gak jadi mangkanya aku menelepon kamu."


"Ia jadi Eka....aku sudah minta ijin sama ibu juga tadi malam, Oya aku ada kabar neh"


"Apa Lan, tentang temanku yah??"


"Ia kayanya aku punya firasat mahluk yang ada di teman mu itu ternyata dia menyukai temanmu tapi aku masih belum bisa memastikan kalau kita belum kesana dan aku nanti mencoba berinteraksi dengan makhluk itu semoga aja dia mau." ucapku



" Ia Lan semoga aja dia mau dan ada jalan keluarnya."


"Amin, ya udah yah aku mau mandi dulu ibuku juga mau berangkat kerja neh.


"Oke Lan"


Setelah aku mematikan HP ku ibu ke kamarku.


"Siapa nak,?? tanya ibuku


"Biasa Eka teman Lan bu."


"Ooo ibu berangkat dulu yah neh uang buat kamu beli makan nanti, kamu ke rumah Eka juga kan hari ini jadi kamu gak usah masak nak beli makan aja nanti."


"Ia bu makasih yah, ati-ati yah bu" sambil mencium tangan ibu yang ingin berangkat bekerja.

__ADS_1


Bersambung


Nantikan cerita selajutnya dan Jangan pernah bosen menanti ceritaku🥰


__ADS_2