
Berbulan-bulan sudah aku mengeluti profesiku sebagai paranormal yang membuat ku semakin sombong dan menyimpang aku semakin jarang beribadah akhir-akhir ini aku sibuk dengan duniaku dan pasien-pasienku hingga suatu malam aku di datangi oleh sosok kakek tua yang berjengot putih mengenakan jubah putih dan surban di kepalanya, beliau menghampiriku di kamar ketika aku belum tertidur pada saat ibu memang sudah tertidur dengan lelapnya lalu kake itu berkata.
"Nak,,,,, kenapa ilmu yang kakek berikan kamu buat kejalan yang tidak baik, inget pesan kakek waktu dulu nak,,,,!!!" ucap kakek yang setelah itu tiba-tiba menghilang.
Aku kaget tiba-tiba kakek itu menghilang dan hanya memberi pesan seperti itu. dan aku hanya terdiam binggung apa maksud dari ucapan kakek tersebut. lagi pula aku tidak asing dengan paras kakek tersebut aku mencoba mengingat-ingat kembali aku keluar kamar dan melihat foto almarhum kake yang di dinding tapi itu tidak mirip dengan kake yang tadi bertemu aku, aku jadi semakin binggung aku pernah melihatnya dimana mencoba mengingat-ingatnya kembali tapi tidak ingat lalu aku putuskan untuk kembali ke kamar dan tidur setelah terlelap aku kembali bermimpi kakek itu aku serasa di sebuah hutan tapi hutan ini tidak asing bagiku awalnya aku melihat kakek itu menghampiri aku lalu tidak lama kemudian ada seekor macan putih yang menghampiri beliau dan duduk di samping beliau aku mulai takut tapi anehnya macan itu tidak menyerang ku tapi malah duduk di samping kakek itu.
"Tidak usah takut nak macan ini yang kamu liat adalah jelmaan ku, dia tidak akan menyakitimu" ucap kakek itu di dalam mimpiku.
"Kakek yang tadi datang kan ketempatku?" ucapku.
"Ia kamu masih tidak ingat denganku nak?" ucap kake itu berusaha untuk mengingatkan aku dengan beliau.
"Tidak kek tapi aku pernah melihat kakek, aku benar-benar lupa dan tempat ini aku pernah mendatanginya" ucapku
"Ya kamu pernah mendatangi tempat ini dan di tempat ini juga kakek pernah memberikan mu sesuatu, tapi kenapa pemberianku malah kamu salah gunakan nak!!!!" ucap kakek itu
Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku berusaha mengingat kembali mimpiku. dan hari ternyata sudah pagi.
"Sudah bangun Lan" ucap ibuku
"Ia bu Lan baru bangun, Lan malam tidak bisa tidur bu" jadi kesiangan deh" ucapku.
"Lan kok Nia gak pernah kesini lagi yah" ucap ibu yang menanyakan Nia kembali.
"Ada bu kemarin waktu ibu kerja dia cuma sebentar ke rumah soalnya tangannya masih sakit jadi dia gak bisa lama-lama harus banyak istirahat di rumah katanya" ucapku
"Berarti Nia belum sembuh-sembuh ya Lan, kasin dia sakitnya sudah berbulan-bulan tapi belum sembuh."
"Ia bu gak tau juga ulan" ucapku kepada ibu. "Dia tidak kan sembuh kalau tidak aku yang menyembuhkannya" ucapku di dalam hati.
"Ya sudah Lan ibu mau berangkat dulu yah, ati-ati di rumah" ucap ibuku.
"Ia bu, ibu lembur hari ini??"
__ADS_1
"Gak nak ibu tidak lembur hari ini, ya sudah ibu berangkat dulu ini sudah mau telat ibu."
"Ia bu hati-hati" ucapku sambil mencium tangan ibu.
Setelah ibu berangkat kerja aku kembali mengingat mimpiku tadi malam, rasanya aku tidak asing dengan kakek itu dan tempatnya, lalu lama-lama terlintas di pikiranku yah aku baru ingat aku pernah bermimpi di datangi kakek itu di kala aku SMP di kala masih baru kenal dion, kakek itu tiba-tiba mendatangi ku dan meminta aku mengulurkan tangan kananku di mimpi aku merasa aneh di kala kakek itu bersalaman dengan ku, aku merasa ada sebuah energi yang masuk dari tanganku setelah selesai kakek itu berpesan.
"Sudahku wariskan ilmuku kepadamu gunakan untuk menolong orang" ucap kakek itu di dalam mimpiku sebelumnya.
Aku bertanya kepada Dion tentang semua misteri ini aku berharap Dion dapat memberikan aku jawaban tentang semuwah ini.
"Aku di datangi oleh seorang kakek dan macan putih Dion???
"Ya Lan aku sudah tau semuwahnya" ucap Dion
"Siapa kakek itu,???" ucapku yang di buat penasaran oleh Dion.
"Beliau yang menjaga kamu juga selama ini Lan, ilmu yang kamu dapatkan itu dari beliau, dan beliau marah kepadamu apa yang kake beri kepadamu malah kamu salah gunakan."
"Kembali Lah, seperti dulu Lan, seperti Wulan yang aku kenal dulu menolong dengan kebaikan tanpa meminta imbalan. mungkin hari ini kamu beruntung Lan kamu selalu berhasil membatu orang Lan tapi suatu saat kalau kamu tidak berhasil orang yang akan kecewa kepada mu."
Kata-kata Dion saat itu membuat hatiku merasakan rasa bersalah dengan semua yang aku lakukan aku tersadar dengan perbuatanku selama ini jahatnya aku menyakiti Nia, memang aku puas sesaat telah berhasil menyakiti Nia tapi sebenarnya aku selalu di hantui oleh rasa bersalahku selama kepada dia.
"Ia Dion kamu benar aku di butakan dengan sifatku yang sombong dan jahat ini, ya,,,, aku akan membebaskan Nia dari semau ini, dan aku tidak akan membantu orang dalam hal yang tidak baik" ucapku kepada Dion.
"Maaf ya aku pernah berkata kasar kepada mu, dan dikala aku seperti ini kamu masih setia menemaniku dan tidak pernah lelah menasehatiku.
Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Dion akhirnya aku menuju ke gudang yang di dekat dapur untuk mengambil dan membakar boneka voodoo yang aku buat untuk Nia, Setelah aku sampai di gudang aku mulai mencari boneka itu dan berhasil aku temui dan aku bawa keluar ada aku mulai membakarnya lalu aku juga tidak lupa memangil sanjaya untuk membuang hal negatif yang aku buat kepada Nia di diri Nia.
Aku nyalakan korek api dan membakar boneka itu ada rasa penyesalan di hati ketika aku membakar boneka itu, kenapa aku dulu pernah jahat seperti ini. Setelah selesai membakar aku mencoba menelepon Nia menanyakan keadaannya.
Tuuuttt.......tuuutttt......tuutttttt.....angap saja suara telpon yang belum di angkat
"Halo Nia, gimana keadaannya nih kamu sudah baikan atau belum" ucapku di telepon.
__ADS_1
"Ya Lan aku sudah membaik hari ini tiba-tiba tanganku tidak sakit lagi, bisa nanti aku main-main ke rumahmu lagi" ucap Nia di telepon.
"Ya gampang kamu harus banyak istirahat dulu biar benar-benar pulih Nia"
"Ia makasih ya Lan, maaf kalau selama ini aku punya salah sama kamu."
"Kamu ini apa-apaan sih minta maaf segala, ya sudah yah Nia nanti kita sambung lagi istirahat dulu biar kamu fitt kembali."
"Ia Lan makasih yah.
Rasanya hatiku tenang tidak di hantui lagi rasa bersalah kepada Nia, yah aku berharap Nia bisa berubah tidak seperti itu lagi, dan walau dia tidak berubah mungkin TUHAN yang akan merubahnya, lagi pula aku dan ibu tidak pernah menyimpan uang di rumah lagi.
"Ooooo...... ya Dion ada yang mau aku tanyakan???"
"Apa itu Lan??"
"Kamu tahu nama kakek itu, aku ingin bertemu beliau ada yang ingin aku sampaikan" ucapku kepadanya.
"Ya namanya kakek SUKMA Lan"
"Oke makasih ya Dion"
Lalu aku mulai mencoba berinteraksi dengan kake SUKMA, akhirnya beliau datang di temani macan putih di sampingnya.
"Terimakasih yah kek, terimakasih buat semua yang kakek berikan kepada Wulan amanat kake insaallah akan Ulan laksanakan."
Kakek SUKMA tidak bersuara satu kata pun dia hanya tersenyum dan pergi.
Akhirnya aku menjadi Wulan yang seperti dulu kembali dan dengan tiga sahabatku sekarang.
Nantikan cerita selanjutnya jangan lupa yah Di like di👇terimakasih sudah setia membaca ceritaku semoga terhibur 🥰🥰 gambar hanya ilustrasi🙏
__ADS_1