Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Misteri pendakian 3


__ADS_3

Mereka semua terdiam dengan ketakutannya masing-masing hingga suara aneh-aneh itu hilang dan mereka mulai merasakan tenang kembali hingga tak sadar tertidur,


Hari mulai pagi mereka berlima terbangun dan ingin pulang karena kejadian tadi malam membuat mereka merasa takut.


"Kita hari ini pulang" kata Agus.


"Ia aku setuju," sahut solikin.


"Ya sudah kita sarapan dulu baru siap-siap untuk pulang rapi'in semua tendanya," tutur Agus.


"Siap" sahut iwan.


Setelah selesai sarapan semua mulai membereskan perlengkapan mereka masing-masing dari tenda, tas, kompor dan lain-lain.


"Udah selesai semua nih enggak ada yang ketinggalan," ujar Agus.


"Udah rapi semua aman," sahut cecep.


Rombongan pendaki itu pun turun nah di sini awal cerita itu di mulai Agus memimpin barisan pertama, Solikin barisan kedua, Iwan barisan ketiga, Edi di barisan ke empat, sedangkan cecep barisan terakhir atau kelima.


Namun ketika di pertengahan jalan tiba-tiba cecep hilang dari tim mereka yang mengetahui cecep ilang pun mulai panik.


"Tunggu bentar cecep mana?" tanya Edi yang ada di depan cecep.


"Lagi pipis kali coba aku telepon dulu orangnya," kata solikin.


Cecep pun di telepon oleh solikin namun anehnya HP cecep tidak aktif dan mulai mereka berempat mencari cecep dan panik.


"Cep,,,,cep,,, lu dimana jagan becanda enggak lucu" teriak Solikin.


"Cep...cepp.... cecep lu dimana sih!" kata Agus.


Setelah mencari kurang lebih 2 jam dan hasilnya pun nihil.


"Gimana nih gus, cecep enggak ketemu-ketemu," ucap Edi


"Gini aja kita turun dulu, nanti kita minta bantuan di pos awal," ucap Agus.


"Ya sudah benar kata Agus lebih baik kita turun dulu minta bantuan" ucap Solikin.


Mereka berempat pun mulai turun untuk meminta bantuan ke pos awal.


Namun secara ke betulan atau tidak di saat itu istri cecep menelepon cecep namun nomer cecep tidak aktif, ia pun tidak berfikir negatif hanya mengira bahwa tidak ada sinyal dan istri cecep pun tertidur saat itu,

__ADS_1


Di saat tengah terlelap ia melihat dari mimpinya seseorang nenek yang sedang duduk di sampingnya mengunakan baju kebaya dan jarik sambil sedang menjahit sebuah kain nenek itu pun berkata.


"Aku kasian melihat kalian, dia akan aku pulangkan,"


Tiba-tiba istri cecep terbangun, mengingat mimpi itu ia pun mulai merasa khawatir kepada cecep, ia mulai memangil anaknya untuk.


"Abang kita berdoa semoga ayah pulang dengan selamat," tutur istri cecep.


"Ia bun," sahut anak cecep.


Mereka berdua pun berdoa meminta perlindungan kepada sang pencipta semoga cecep pulang dengan selamat.


*******


Kembali ke tim cecep yang tinggal berempat, setelah mereka mulai turun mereka melihat seseorang tergeletak tidak sadarkan diri di pohon besar yang tempat mereka istirahat mereka.


"Gus itu kayanya ada orang tuh di bawah pohon kemarin," kata Solikin.


"Ohh ia benar ayo kita liat," sahut Agus.


Mereka berempat melihat ternyata itu cecep yang tidak sadarkan diri, akhirnya meraka berempat membantu agar cecep sadar.


"Cep...cep.... bagun" kata Edi sambil menggerakkan badan cecep.


"Nih minum dulu cep" kata Iwan.


cecep mengambil minum yang di berikan iwan dan meminumnya.


"Lu kok bisa ada di sini sihh bukan tadi kita jalan bareng-bareng?" tanya Solikin.


"Tadi gw tiba-tiba kehilangan tim, nah gw ke temu nenek-nenek di bawa ke rumahnya, setelah gw sampai ke rumahnya tiba-tiba gw enggak inget lagi enggak sadar, trus ini bukan pohon yang kemarin kita istirahat?" ujar cecep.


"Ia mangkanya kita berempat juga binggung kenapa lu bisa pingsan di bawah pohon itu,"


Uwekk....uwekk (suara cecep muntah)


"Lu kenapa cep?" tanya Agus


"Enggak tahu tiba-tiba kepala gw berat perut gw sakit banget badan gw enggak enak rasanya," sahut cecep.


"Ya udah kita bawa aja ke pos."


Mereka berempat membawa cecep ke pos dengan membopong cecep, cecep saat itu yang merasa menggigil badannya raut wajah yang sangat pusat.

__ADS_1


Setelah cecep di bawa ke pos, ada satu anggota pos yang berinisiatif memanggil juru kunci di desa bernama mbah bejo, mbah bejo di percaya di desa itu sebagai guru kunci tentang gunung itu tahu seluk beluk tentang gunung itu,


Setelah lama menanti mbah bejo mendatangi posko keamanan itu,


"Ini kenapa teman mu" kata mbah bejo.


"Kami semua enggak tau mbah, tiba-tiba dia hilang dari tim dan berada tidak sadarkan diri di pohon besar dan tua," kata Agus


"Siapa nama teman mu itu" tanya mbah bejo.


"Cecep mbah! kata Agus.


Mbah Bejo menutup mata dan berinteraksi dengan para penunggu di gunung itu,


"Teman kalian ini berbicara kurang sopan dengan pohon itu tapi mereka kasihan kepada anak dan istrinya di rumah, suruh ia minta maaf di dalam hati," ucap mbah Bejo.


Cecep melakukan apa yang di suruh mbah Bejo dan mbah Bejo mengambil botol air yang di bacakan mantra dan mengoleskan ke tubuh cecep sebagian dari air itu juga di minumnya.


"Minum air ini habis itu kalian pulang lah" kata mbah Bejo memberikan botol air kepada cecep


Tidak lama kemudian cecep mulai kembali sehat dan mereka berlima pun pulang dengan selamat.


"Gitu Lan ceritanya, pengalaman berharga baget deh menurut gw," ucap bang cecep.


"Ngeri juga yah cerita abang," sahutku.


"Yah gitu lah,"


"Ngomong-ngomong udah Malam nih bang besok Lan kerja," ucapku.


"Ya udah lah nanti kapan-kapan kita cerita lagi,"


"Oke siap bang,"


Aku dan Lusy yang telah mendengar cerita bang cecep pun pulang ke rumah.


Bersambung.


Tunggu cerita selanjutnya yah, jangan lupa dukungannya 🥰🥰🥰. jangan lupa masukin daftar favorit yah biar kalau UP bisa tau❤️❤️❤️


Buat bang cecep trimakasih sudah mau berbagi ceritanya, pengalaman dan di ijinin nulis, sekarang udah enggak bisa cerita lagi karena pulang ke kampung halaman.


semoga abang dan keluarga sehat selalu amin

__ADS_1


__ADS_2