
Selesai dengan misteri Tina aku kembali di hantu'i kembali oleh arwah seseorang wanita yang meninggal karena kecelakaan
Cerita ini berawal ketika aku berada di rumah hari ini aku tidak masuk kantor di karenakan tanggal merah aku dan lusy pun menikmati liburan di rumah sambil membereskan rumah, masak, nyuci baju dan setelah itu kita menonton film horor.
"Lan ganti dong jangan horor trus yang di tonton enggak bosen udah kerja nulisnya tentang horor, ini liburan tontonannya film horor." kata lusy yang mulai bosen.
"Biarin ramai tau enggak menurutku film horor itu membuat kita menjadi tegang, memunculkan emosi menghilangkan pikiran yang sumpek,"
"Ia menurut kamu kalau menurut aku sih enggak,"
"Hahahah," aku tertawa mendengar ucapan lusy.
Tokk...tok..tokk(suara orang mengetuk pintu)
"Lan kayanya ada yang mengetuk pintu," ucap Lusy.
"Ah... masa sih?"
"Ia, terlalu serius nontonnya, sampai orang ngetok pintu enggak denger,"
Lusy pun berjalan menuju ruang depan melihat siapa yang mengetok pintu tersebut, dan ternyata itu Nia teman Lusy yang dulu pernah aku mencoba untu menyantetnya setelah lama pergi ia kembali datang,
"Ehh Nia lama enggak kelihatan?" kata lusy.
"Siapa lus?" sahutku masih asik menonton film.
"Nia Lan," ucap lusy.
Aku keluar mendatangi mereka berdua.
"Ohh Nia masuk! lama enggak kelihatan kemana aja?" tuturku kepada Nia.
"Sibuk kerja Lan mangkanya enggak kesini-sini,"
"Duduk dulu aku buatin minum," ucapku sambil menuju dapur membuatkan minum.
__ADS_1
Melihat Nia masuk aku merasa ngeri dan aneh aku melihat di belakangnya ada seorang wanita muda sepantaran kami, tapi wajahnya sangat mengerikan dari kepala mengeluarkan darah segar wajahnya pun sangat pucat mengerikan.
Sambil membuat minuman aku juga sambil berfikir keras siapa wanita itu.
"Siapa wanita itu wajahnya sangat mengerikan tatapan matanya tajam darah segar mengalir dari kepala hingga wajahnya, rambutnya lumayan panjang, kaya tante kunti, Ah masa iya tante kunti ngikutin Nia" gumam batinku.
"Eh ngelamun aja, " sahut dion.
"Coba kamu liat dion, di belakang Nia ada cewe mengetikan,"
"Ah masa sih,"
Aku selesai membuatkan minuman dan aku menghampiri mereka berdua,
"Di minum Nia tehnya, maaf adanya cuma ini," sambil mempersilahkan.
"Ngerepotin aja nih!"
"Udah santai aja," sahut lusy.
"Tolongg.....tolong aku," dengan suara yang mengerikan membuat bulu kuduk merinding,"
"Eh Lan kamu kenapa ngelamun aja?" lusy yang mengagetkan aku.
"Enggak....enggak papa," sahutku yang gugup.
"Kamu kenapa Lan enggak kay biasanya," kata Nia.
"Enggak kenapa-kenapa kok udah santai saja,"
"Sebenarnya aku kesini pengen cerita sama kalian berdua?"
"Cerita apa Nia serius amat," sahut lusy yang mengejeknya.
"Begini udah ada dua minggu lebih aku kerja bareng temanku, aku selalu ke rumahnya dan kita berdua sama-sama ke kantor bareng biasanya aku yang membocengnya, nah pada saat aku ingin pergi ke kantor bersama temanku itu hujan gerimis Lan tidak lebat, dan kami tidak berteduh karena jamnya mepet takut telat akhirnya aku tergelincir kita sama-sama terpelanting dari motor tapi na'asnya temanku yang posisinya di tengah jalan keserempet mobil kontainer pendarahan hebat di kepalanya, akhirnya kami sama-sama di larikan ke rumah sakit tapi aku hanya mengalami luka sobek saja tapi temanku itu meninggal di rumah sakit Lan karena kehabisan darah,"
"Nahhh trus" sahutku memotong cerita Nia.
__ADS_1
"Semenjak itu aku selalu bermimpi tentang dia trus, rasa bersalah juga tak kunjung hilang,"
Sontak aku terdiam dan kaget berti yang di belakang Nia adalah temannya yang meninggal kecelakaan itu,
"Aku mimpi dia seperti apa?"
"Aku bermimpi dia selalu mengucapkan kata tolong.....tolong aku, dan sampai detik ini aku binggung Lan apa yang di maksudnya,"
Aku terdiam mendengar cerita Nia ucapan Nia tadi mirip dengan yang aku dengar tadi,
"Lan...Lan...kok diem?" panggil Lusy.
"Oh enggak lagi berfikir!" sahutku.
"Emang kamu liat apa Lan?" sambung Lusy kembali.
"Melihat seseorang di belakang Nia," sahutku tanpa berkedip melihat wanita itu di belakang Nia.
"Serius Lan jangan nakut-nakutin dong," kata Nia.
"Ucapan yang sama yang aku dengar sama seperti di mimpi kamu Nia?"
sontak saja Nia kaget mendengar ucapanku,
"Trus aku harus bagai mana Lan?" sahut Nia yang mulai panik ketakutan.
"Tenang dulu kita pecahkan masalah ini bareng-bareng sebenarnya apa yang dia mau?"
"Ia Lan aku minta tolong kepada kamu yah bantu aku dan ternyata selama ini dia selalu bersamaku Lan,"
"Ia seperti itu lah, dia seperti tidak tenang untuk pergi!!!!!!!"
Bersambung.
Terimakasih
__ADS_1