
Setelah membantu Tina aku merasa seperti kembali ke jadian dimana situasinya hampir sama dengan kak Dhea. Di setiap malam aku merasa mereka semua datang ke rumahku dan menganguku yang aku rasakan dikala itu tubuhku tidak enak rasanya seperti panas dingin, merinding, dan terkadang pusing, ibu sampai membelikanku obat tapi setelah reaksi obat itu habis aku kembali lagi merasakan hal yang seperti itu.
"Masih sakit Lan" tanya ibuku.
"Ia bu!"
"Kita ke dokter yah sudah seminggu kamu sakit gak sembuh-sembuh" ucap ibuku.
"Gak usah bu nanti juga Lan sembuh kok."
"Di suruh ke dokter kok gak mau, ya udah kalau kamu gak mau istirahat di rumah ibu berangkat kerja dulu," ucap ibuku sambil keluar kamar.
"Ia bu hati-hati yah."
"Terkadang aku binggung sendri kenapa aku seperti ini dan dampaknya sampai kaya gini" ucap dalam hatiku.
Ibu sudah pergi berkerja tinggalah aku sendiri di rumah yang merasa bosan di rumah sendirian, temanku hanya Dion dan Sanjaya.
"Badan mu masih sakit Lan??" tanya Dion kepadaku.
"Ia ini kenapa yah gak sembuh-sembuh apa pengaruh dari mereka, tapi kok sampai segininya ke aku!!" kataku kepada Dion.
"Coba di lawan Lan!!"
"Cara melawannya gimana??"
"Yah kamu harus hilangin pikiran kamu ke mereka, tidak memperdulikan mereka."
"Sudah Dion tapi tetap saja mungkin karena mereka selalu menghantuiku di rumah sini dan menganguku apa aku butuh hiburan biar pikiranku tidak ke mereka." ujarku
"Nah...mungkin saja Lan, siapa tau dengan kamu sibuk kamu tidak merasa di ganggu lagi" ucap Dion
"Nanti deh kalau aku sudah agak enakan aku mau ngajakin Lusy aja jalan-jalan, kalau Eka bahaya!"
"Bahayanya kenapa Lan" ucap sanjaya.
"Kamu tau sendiri kan dia kan sensitif entar di jalan di ngerasain apa bisa-bisa kesurupan lagi, aku dah kaya gini repot nanti nolongin dia lagi!"
"Ia memang dia masih belum bisa mengendalikan dirinya" sahut Dion
Hari-hari aku mulai merasa baikkan aku mencoba menghubungi Lusy dan menanyakan apakah dia bisa menemaniku untuk liburan lagi pula Lusy paling suka di ajak Travelling pasti dia mau, tepatnya di hari minggu kami janjian Lusy juga di hari minggu libur kuliah dan kita janjian akan pergi ke pantai.
Sesudah membuat janji dengan Lusy aku juga selalu meminta ijin kepada ibu untuk pergi liburan untung saja ibu orangnya gak ribet dia cukup percaya dengan aku jadi ibu tidak terlalu khwuatir denganku.
Hari-hari telah berlalu tiba saatnya hari minggu lusy sudah datang ke rumahku pagi dan kami berpamitan dengan ibu.
__ADS_1
"Lan sama Lusy pergi dulu yah bu!" ucapku sembari cium tangan dengan ibu.
"Ia hati-hati yah Lan pulangnya jangan terlalu malam-malam."
"Oke bu tenang, Lan pergi dulu yah"
Akhirnya aku dan Lusy pergi dengan mengendarai motorku kebetulan hari minggu ibu sedang libur berkerja, jarak yang di untuk sampai ke pantai sekitar 3 jam dan memasuki kabupaten yang lain yaitu kabupaten tanah laut di tengah perjalanan kami di suguhkan gambar poster-poster di pinggir jalan awalnya aku membaca itu hanya lelucon karena di situ tertulis.
Jika dimalam hari jangan ngebut-ngebut nanti ada yang ikut dibelakang.
begitulah isi poster tersebut, ada banyak poster yang terpasang dan rata-rata isinya sama dan terdapat gambar orang sedang membawa motor dan di belakangnya terdapat sosok makhluk seperti kuntilanak.
"Lan kamu baca tadi di pinggir jalan banyak poster himbauan tapi mereka pake gambar-gambar hantu" ucap Lusy
"Ia aku liat yah mungkin buat nakut-nakutin pengendara yang masih aja bandel" kataku kepada Lusy sambil mengendalikan setir motor.
Setelah 3 jam berkendaraan akhirnya kita sampai juga di pantai.
Akhirnya sekian lama aku tidak pernah berjalan-jalan bebas seperti ini rasa seperti burung yang lepas dari sangkarnya semua hal-hal aneh yang kurasakan hilang begitu saja, trkadang aku berfikir benar yang di ucapkan Dion aku butuh liburan.
Kita bermain air di sana, bermain pasir pantai sungguh pemandangan yang indah sekali belum lagi di tambah suara deburan ombak, tiupan angin yang begitu sejuk membuat damai hatiku di sana saat ini. Saking asiknya aku bermain aku sampai lupa waktu Lusy berkali-kali mengingatkan aku tapi tetap saja aku tidak memperdulikannya sampai akhirnya matahari tidak terlalu lagi bersinar dan mulai turun dan gelap.
"Lusy jam betapa ini??" tanyaku yang saat itu tidak membawa jam.
"Waduh dah mau magrib ini nanti pulang malam bisa di marahin ibu" sahutku yang mulai khawatir.
Dengan sigap aku bersiap-siap untuk pulang dan tidak lama aku memacu motorku meninggalkan pantai itu.
"Lan santai aja bawa motornya!!"
"Aduh kita harus keluar dulu dari jalan yang sepi ini di sini sepi gak ada orang, nanti kalau ada apa-apa siapa yang menolong kita mana kita cewe semua" ucapku kepada Lusi.
Syukurlah selepas azan magrib berkumandang aku bisa keluar dari jalan yang sepi itu yang masih penuh dengan hutan tidak ada rumah penduduknya. Untuk pergi ke pantai kita harus melewati jalan perkampungan yang jika di malam hari disana sangat sepi.
Hampir satu jam di perjalanan dengan lancar, tapi sewaktu aku mulai memasuki jalan perkampungan jalan itu sangat sepi hanya beberapa kendaraan saja yang lewat di saat itu.
"Lan kok sepi yah??"
"Ia kita kemalaman pulangnya" kataku kepada Lusy.
"Kamu sih aku ajak pulang dari tadi gak pulang-pulang."
"Ya maaf aku keasikkan main di pantai sampai lupa jam."
__ADS_1
Lusy yang saat itu mulai tegang di belakang karna jalan yang kita lewati mulai sepi, tiba-tiba ada cahaya mobil yang melintas di pinggir kita setalah mobil itu melintas aku mulai kehilangan kesadaran beberapa detik aku merasa jalan yang aku lewati itu penuh degan asap-asap kabut.
Padahal jam masih menunjukan jam tujuhan pada saat itu tidak mungkin ada kabut setebal ini dan aku mulai kehilangan arah jalan dan saat itu aku seperti berada di sebuah hutan.
Aku mulai menuruni kecepatan berkendaraan ku, aku mulai binggung berada di mana saat itu hatiku bertanya-tanya, Lusy mulai melihat gerak-gerikku yang aneh dan dia mulai menepuk pundakku.
"Lan kamu mau ngapain Jagan berhenti di sini" ucap Lusy yang mulai khawatir.
Aku hanya diam saja berusaha mengendalikan pikiranku, akhirnya lama-lama jalan tapi berubah menjadi jalan yang normal lalu aku mempercepat laju kendaraanku tapi lagi-lagi hal yang aneh terjadi kepada aku dan Lusy.
"Lan kok aku merinding yah" ucap Lusy kepadaku.
"Dah nanti saja aku jelaskan berdoa saja di belakang supaya kita pulang dengan selamat" ucapku pada saat itu.
Setelah 3 jam di perjalanan aku mulai dekat dengan jalan pulang ke rumah, hatiku mulai tenang dan aku mulai bercerita ke pada Lusy di jalan kalau sebenarnya tadi kita itu di ikuti oleh orang dari alam lain, Lusi kaget mendengar ucapanku itu.
"Pantas aku merinding" ucap Lusy
"Oya kenapa tadi kamu mau berhenti di pinggir jalan" sambung Lusy
"Aku juga binggung aku serasa berada di hutan tidak ada jalan jadinya aku mengurangi laju kendaraanku saat itu.
"Aku kira aku saja yang mengalami hal yang sama ternyata kamu juga, tapi aku takut kalau sampai kita berhenti di tempat itu" ungkap Lusi.
Lalu aku teringat dengan poster yang di pinggir jalan yang aku baca itu ternyata poster itu benar tapi anehnya saat itu aku memang tidak sedang mengebut.
"Ya sudah akhirnya kita sampai nih, nginep aja di rumah udah kemalaman kamu pulang."
"Ia Lan."
Untung saja ibu pada saat itu tidak marah kepadaku dan mau mendengar penjelasanku.
singkat cerita aku dan Lusy pergi lagi ke pantai itu tapi di sini kita tidak pulang malem, pulang sore aku hanya ingin tau di mana kejadian saat aku kehilangan jalan ternyata di samping jalan itu ada tempat pemakaman
umum
persisnya di situ aku ingat dan jalannya memang sedikit berbelok andai saja aku tidak mengurangi kecepatanku mungkin aku dan Lusy akan menabrak pintu selamat datang di pemakaman itu. Dan di daerah itu sering terjadi kecelakaan kata penduduk setempat.
Ambil hikmah dari ceritaku disini jangan lupa berdoa sebelum perjalanan jauh mintalah perlindungan dengan SANG PENCIPTA.
__ADS_1
Terimakasih πππ₯°
Jagan lupa like dan komentar jika suka dengan ceritaku iniπ