Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Arwah Dita


__ADS_3

Di saat mulai menjelang malam hal-hal aneh mulai terjadi awalnya terjadi di rumah Dimas waktu itu bi ijah sedang berada di dapur mempersiapkan makan malam namun hawa aneh yang bi ijah rasakan rasa merinding ia rasakan di bagian tengkuk lehernya.


"Kok merinding yah" bi ijah sambil menumis sayur.


Namun hal itu ia tidak pedulikan sampai bi ijah ingin mengambil piring yang ada di rak piring terletak di sudut dapur di saat mengambil tidak ada sesuatu masalah hingga du saat ingin berbalik bi ijah di kaget kan dengan sosok kuntilanak di sampingnya mukanya sangat menyeramkan tampak darah segar yang keluar dari kepala hingga ke wajahnya sontak bi ijah teriak, piring yang bi ijah ambil jatuh dan pecah.


Semua keluarga Dimas yang sedang bersantai di ruang tamu mendatangi bi ijah mereka takut terjadi apa-apa.


"Ada apa bi?" ucap ayah Dimas.


Bi ijah yang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena takut akan penampakan yang iya lihat.


"Itu Pak....ada setan di situ pak" menunjuk tempat penampakan yang bi ijah liat tadi.


"Ah masa, enggak ada apa-apa ini? mana setannya, mungkin bi ijah salah lihat!"


"Enggak pak, saya liat dengan mata kepala saya," Bi ijah masih bersih keras dengan apa yang iya lihat.


"Ya sudah lah pah, mungkin bi Ijah kurang istirahat," ucap ibu Dimas.


"Istirahat saja bi biar bibi tenang," sambung ibu Dimas.


"Makasih ya bu," sahut bi ijah.


Bi ijah menuju kamar dan perkerjaan Bi ijah di gantikan oleh ibu Dimas.


"Dimas sayang bantuin mamah bawa semua ini ke meja makan nak,"


"Ia mah," sahut Dimas.


Sambil membawa makanan yang telah selesai dimasak bi ijah, Dimas mulai curiga dan panik.


"Apa yang di lihat bi ijah itu arwah dari dita," gumam Dimas sambil duduk di meja makan


"Dimas.... Dimasss.....Dimas.... ngelamun aja,"

__ADS_1


kata ayah Dimas.


"Eh... iya pah,,,"


"Kamu kenapa sayang kok ngelamun, ayo dimakan" tutur ibu Dimas.


"Enggak kenapa-kenapa mah," sahut Dimas.


"Ya udah makan yah sayang,"


"Ia mah."


Mereka sekeluarga menikmati hidangan makan malam, setelah selesai Dimas bergegas ke kamarnya untuk istirahat.


"Mah....pah Dimas ke kamar dulu yah mau istirahat," tutur Dimas.


"Ia sayang," Ibu Dimas yang mengecup dahi Dimas.


"Ia Dimas," sahut ayah Dimas.


"Apakah benar yang di ucapkan Wulan tentang Dita, tapi sepengetahuanku kenal ulan dia tidak pernah berbohong" gumamnya Dimas.


Setelah lama Dimas termenung akhirnya ia tertidur ia lupa akan janjinya kepada ulan mengambil gelangnya ke rumah wulan.


Sedangkan Wulan di sana sangat cemas.


"Kok Dimas enggak datang-datang yah coba aku telepon lagi" gumam batin Dimas.


Wulan mengambil HP nya dan menelepon Dimas.


Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif tunggu beberapa saat lagi(suara hp yang berbunyi).


"Kenapa ini orang pake acara nomer tidak aktif, andai aku tahu rumahnya bakal aku datengin, semoga saja dia tidak kenapa-kenapa," gumam Ulan.


Di sisi lain Dimas yang saat itu sedang tertidur dan HP nya mati karena daya batrainya sisa 0% menyebabkan HP Dimas mati.

__ADS_1


Di saat ia tertidur ia tidak merasakan sesuatu yang aneh Dimas tertidur dengan pulas sekali ia tidak sadar arwah Dita di sampingnya sedang menemaninya sesekali Dita membelai wajah Dimas, namun Dimas yang mungkin sangat kelelahan membuat tidurnya sangat pulas dan tidak merasakan sesuatu di dekatnya,


Dan ia juga memeluk Dimas hal yang Dita tidak bisa lakukan di saat dia masih hidup sekarang ia bisa melakukannya di saat ia sudah menjadi arwah penasaran namun untungnya Dita tidak membenci Dimas atau dendam dengannya, Dita malah membenci sahabatnya, sahabat terbaiknya ya itu Wulan, menurut Dita Wulan yang telah mengambil Dimas di sisinya.


Disini Dita ingin membalaskan sakit hati yang ia rasakan ke Wulan,


Di malam Itu arwah Dita yang penasaran berubah menjadi Dimas dan mendatangi ulan, mengetok pintu rumah Wulan.


Tok...tokk..tok...


Mendengar ada orang yang mengetuk rumahnya Ulan bergegas untuk membukakan pintu itu, dan ia lihat ternyata itu Dimas.


"Aku kira kamu enggak datang Dimas," ucap ulan.


"Aku pasti datang" sahut Dimas dengan ekspresi wajah yang dingin tidak seperti biasanya.


"Masuk dulu mas" kata ulan yang tidak curiga.


Namun Dimas hanya mengangguk-angguk saja,


"Kamu kenapa Dimas sakit, kok tidak kaya biasanya," tutur ulan yang binggung.


"Aku membencimu" sahut Dimas.


"Kamu ini kenapa datang kesini kok aneh kaya gini,"


"Aku membencimu ulan," sambil mencekik ulan.


"Dimas.....Dimas.....Dimas sadar aku wulan,"


Tiba-tiba sosok Dimas berubah menjadi arwah penasaran Dita yang sedang mencekik Wulan,


Bersambung🤣🤣🤣🤣


penasaran yahh tunggu yah kisah selanjutnya.

__ADS_1


Buat pembaca setia PERSAHABATAN DUNIA LAIN atau ( PDL) terimakasih atas dukungan kalian semua dan ada hal yang ingin author tanyakan apa menurut kalian cerita (PDL) ini terlalu serem? makasih yang udah mau komen 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2