Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Kuyang


__ADS_3


Enggak asing pernah mendengar mahluk ini kuyang menurut yang aku tahu sebenarnya kuyang itu mahluk astral yang mengikat perjanjian kepada manusia, di daerah kalimantan sendiri enggak asing mendengar kata itu dan mungkin masih yang menganut kepercayaan itu,


menurut informasi yang aku dapat semua orang bisa jadi kuyang enggak harus ada keturunan gitu asal dia mempunyai miyak yang di sebut minyak kuyang, nah di sini minyak kuyang terdiri dari 4 warna putih, merah, hijau dan hitam, nah biasanya yang sering di gunakan adalah yang berwarna hijau fungsinya untuk awet muda dengan cara memoles kan minyak tersebut ke leher si pemakai dan kalian bisa pikir sendiri apa yang terjadi nanti, setelah itu mereka akan mencari darah tapi saya ingatkan lagi biar mereka menganut ilmu hitam tapi mereka hanya meminum darah sisa atau darah kotor yah bukan membunuh untuk di minum darahnya, sebagai contoh darah saat melahirkan dan kalau tidak hati-hati ari-arinya bisa di makan bukan bayinya mangkanya kenapa ari-ari itu harus segera di bersihkan dan di taruh di dalam kendi yang terbuat dari tanah liat dan di beri sarat di dalamnya ada yang di beri bawang dan lain-lain katanya sih benda-benda itu di takuti oleh kuyang.


Ada lagi yang di sukai oleh kuyang yaitu darah-darah wanita yang sedang datang bulan nah itu perlu hati-hati jangan sembarang membuang pembalut, efek sampingnya apa sih kalau pernah di isap kuyang sepengetahuan saya enggak ada apa-apa sih tapi masa kalian mau darah kotor kalian di isap mereka enggak kan, itu menurut yang saya ketahui kalau infonya salah mohon maaf🙏🙏🙏🥰


Dan kali ini saya mau bercerita tentang mahluk itu


**********************************************


Di kala aku masih duduk di bangku SMA pernah menginap di rumah om aku namanya om Andi dan tante laras di rumah om Andi sendiri terutama di daerah belakangnya itu kebun yang cukup luas pada saat itu tetangga masih belum begitu ramai tidak seperti sekarang yang sudah ramai masih, jarak antara tetangga satu dan tetangga yang lain masih lumayan jauh, biasanya aku ke rumah om ku di saat liburan sekolah pada saat itu niat hati ini refreshing menghilangkan jenuh di rumah terus dan tempat om Andi itu tidak sebising seperti di kota karena om Andi masih suasana seperti desa.


Aku di antar oleh ibuku pada saat itu karena ibu masih belum mengijinkan aku untuk membawa motor jadi aku harus di antar.


"Om,,,,, tante" ucapku sambil mengetuk pintu merek.


"Eh Ulan sama siapa ke sininya?" kata om Andi yang membukakan pintu.


"Sama ibu om!"


"Masuk mba dan Wulan" om Andi mempersilahkan aku dan ibu masuk.


"Langsung aja Andi, nitip ulan yah, nak jagan nakal di rumah om jangan ngerepotin om sama tantemu!" kata ibu yang ingin bergegas untuk pulang


"Ia bu"


"Enggak kok mba, wulan anaknya rajin di sini enggak ngerepotin kami," sahut tante laras yang ikut keluar.


Ibu pun pamitan untuk pergi kembali ke rumah.


"Ya sudah aku pulang dulu kasin mbah sendirian di rumah" tutur ibuku.


"Ia mba hati-hati" serentak om andi dan tante laras.


"Hati-hati yah bu"ucapku.


"Lan bawa masuk kamar tasnya kamarmu udah om dan tante siapkan" ucap om Andi.


Aku pun membawa tasku masuk ke kamar yang telah di persiapkan om Andi dan tante Laras.


Mulai beristirahat di dalam kamar sambil mendengarkan lagu, dan aku mulai tertidur.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian tante mengetok pintu kamarku.


"Lan..... Lan.... bagun sudah sore ayo mandi dan makan," kata tante laras.


Aku terbangun mendengar ucapan tante laras.


"Ia tante," sambil berjalan membuka pintu.


"Mandi sana habis itu makan Lan sudah mau magrib."


"Ia tante,"


Aku mulai untuk mandi, kamar mandi om dan tante pada saat itu masih berada di luar rumah yah walau tidak jauh dari dapur tapi posisinya tetap saja berada di luar jadi harus membuka pintu dapur dulu baru menuju kamar mandi,


Selesai mandi aku pun makan bersama om dan tante.


"Udah selesai Lan, ayoo makan bareng," tutur om Andi.


"Ia om," menuju dapur membantu tante mempersiapkan makan malam saat itu.


"Sini tan Lan bantu bawain,"


Aku membawa beberapa lauk, sayur dan piring-piring dan menaruhnya di meja makan, setelah selesai mempersiapkan semuanya akhirnya kami semua makan malam sambil berbincang-bincang.


"Enggak lama om cuma 5 hari!"


"Kamu nginap di sini berapa hari?" tanya kembali om Andi.


"Dua hari aja om,"


"Sebentarnya Lan,,,!" kata tante laras.


"Ia tan sebentar aja masih ada tugas sekolah yang belum aku kerjain tan!


Selesai makan aku membantu tante membersihkan meja makan dan mencuci piring untung saja tempat cuci piring atau wastafel masih di dalam rumah bukan di luar


Hari sudah mulai larut malam aku kembali ke kamar untuk tidur karena aku juga sudah mulai mengantuk.


"Tan.... om Lan ke kamar dulu yah,


"Ia Lan" serentak om dan tante menjawab.


Aku pun menuju kamarku untuk tidur, membaringkan badanku di tempat tidur sambil mendengarkan musik melalui HP ku dan aku mulai tertidur.

__ADS_1


Di tengah malam aku merasakan tidak nyaman ada sesuatu keluar di daerah sensitifku dan mulai terbangun pada saat itu jam menunjukan jam satu malam, aku melihat darah di celana ku sampai ke seprai.


"Aduhhhh gimana ini, aku enggak bawa pembalut," gumamku


Ternyata aku sedang datang bulan, lalu aku bergegas menganti seprai dan celana karena aku tidak membawa pembalut akhirnya aku membangunkan tante.


"Tan....Tan..." sambil mengetuk pintu kamar tante.


"Ia ada apa Lan," membuka pintu kamar.


"Tante punya pembalut?"


"Ada Lan sebentar yah Lan" mengambilkan pembalut yang ada di kamar.


Aku menunggu tante mengambilkan pembalut itu.


"Ini Lan, oh iya kalau kena seprai kamu ganti aja dulu taruh di kamar dulu di ujung pintu,"


"Tapi itu kotor tante,"


"Enggak papa besok aja di cucinya,!"


"Ia tante,"


Aku bergegas ke kamar mandi sambil membawa seprai yang terkena darah dan juga celanaku, menuju kamar mandi karena aku merasa tidak nyaman ke pada om dan tante, sesampainya di dapur membuka pintu dapur aku mulai masuk ke kamar mandi membersihkan darah-darah yang ada di seprai dan celanaku dan diriku sendiri setelah selesai semua aku bersih lalu aku memakai pembalut dan celana semu telah bersih tingal di jemur besok pikiranku saat itu.


Tapi anehnya aku mendengar di belakang kamar mandi tempat limbah air keluar atau got, seperti ada suara bebek yang sedang mencocor-cocor air saat itu.


"Itu suara apa? masa iya bebek berkeliaran malam-malam" gumamku.


Karena tingkat penasaranku sangat tinggi aku mulai keluar dari kamar mandi dan mencari asal suara itu, ternyata begitu kagetnya aku melihat sesosok kepala yang putih pucat kaya mayat dsn isi perut yang terjuntai yang sedang menjilati air bekas darah datang bulanku.



Sebut saja kuyang, mengetahui kalau si kuyang itu sedang di perhatikan akhirnya dia pun terbang dengan isi perut yang terburai lama kelamaan karena sudah mulai jauh kuyang itu seperti lampu merah yang sedang berjalan, lalu aku kembali ke kamar mandi menghabiskan air yang ada di kamar mandi agar sisa-sisa darah kotor ku hilang di got itu.


Setelah selesai aku mulai kembali ke kamar dan kembali tidur,


Namun aku masih belum bisa tidur mengingat kuyang yang sedang menikmati darah kotorku di got itu.


Bersambung nantikan cerita selanjutnya


__ADS_1


Terimakasih 😘🥰


__ADS_2