
Setelah Eka mulai tenang kami mulai meneliti kembali seperti biasa tugasku meneliti dan dia mencatat, tidak terasa jam sudah menunjukan jam 02.00 rasanya aku tidak kuat kalau di harus kan begadang.
Akhirnya aku minta ijin kepada teman-teman dan mereka tidak keberatan tugasku di gantikan oleh yang lain, aku mulai mencari posisi tidur yang nyaman saat mulai tertidur aku dan eka mendengar suara.
Hi......hi....hi....hi....
Suara itu terdengar dengan pelan namun jelas.
"Lan bangun!! kamu dengar suara gak," ucap Eka sambil mengerak-gerakkan badanku agar aku tidak tidur.
"Ia aku dengar gak usah di omongin lagi Eka, entar kejadian lagi loh" ucapku yang mengantuk.
"Ya udah kalau gitu, ia deh" ucap Eka.
"Ayo kita tiduran, aku dah ngantuk banget Ka" ucapku.
Aku mulai terlelap dengan nyenyak dalam tidur aku tidak bermimpi menyeramkan lagi. Tidak terasa hari mulai subuh aku pun terbangun dan sholat dengan teman-teman, setelah selesai beribadah tiba tugasku kembali untuk meneliti bersama Eka.
Jam pun sudah menunjukan jam 06.00 tugas meneliti sudah selesai aku merasa bosen di tenda akhirnya aku memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.
"Ka aku mau jalan-jalan kamu ikut gak?" ucapku kepadanya.
"Gak Lan aku di tenda aja males" ucapnya.
"Ya udah aku tinggal ya." Ucapku
Akhirnya aku keluar dengan tari, Lusy dan teman yang lain aku berjalan di tempat irigasinya kebetulan di irigasinya sudah di buat jembatan kecil dari kayu untuk menyebrang ke samping, kami di sana bisa bermain air ada juga yang berenang sambil menikmati indahnya alam saat aku sedangan asik air tiba-tiba tari, Lusy dan lain sedang mengerjai teman ku yang kebetulan sedang berulang tahun mereka melemparkan telor, tepung dan air di jembatan kayu tersebut.
Aku dan beberapa teman yang lain tidak ingin ikut-ikutan setelah mereka puas mengerjai mereka membersihkan tangan di irigasi tersebut dan teman ku yang penuh kotoran di badan dan rambutnya juga membersihkan diri di tempat irigasi tersebut, setelah selesai kami bersiap-siap menuju tenda.
Sesampainya di tenda, Eka tenyata sudah bangun dan duduk dia terlihat diam saja dan sesekali menyisir-nyisir rambutnya aku merasa ada yang aneh pada dirinya, ternyata benar saja dugaan ku yang kulihat itu bukan Eka tapi sesosok kuntilanak yang memasuki tubuh Eka. Aku mencoba menyadarkannya.
"Ka ini aku, kamu lagi ngapain?" ucap ku
Tapi dia tidak memperdulikan ucapan ku dia terus diam sambil menyisir-nyisir rambutnya, tapi aku tetap saja berusaha untuk menyadarkannya, dan tiba-tiba dia menoleh ke arah ku dan berteriak "Pergi kamu". dengan nada yang tinggi dan suara yang keras.
"Kalian sudah mengotori tempat ku" ucap Eka dengan suara yang lantang.
Aku berusaha berkomunikasi kepadanya.
"Ya kami semua minta maaf kami akan bersihkan yang tadi kami kotori." ucapku
Eka di sini mulai di tangani oleh guru pembina kami. Tanpa pikir panjang aku mengajak Tari, Lucy, Ida dan teman-teman yang lain untuk membersihkan jembatan tersebut karena yang kulihat di sini jembatan tersebut adalah jalannya mereka para mahluk yang tak terlihat, dan aku terdiam sesaat setelah jembatan itu bersih. Awalnya aku melihat irigasi tersebut di dalamnya ada sebuah rumah tidak terlalu besar dan penunggunya di rumah tersebut bentuknya seperti ular, aku mencoba berinteraksi kepada mereka.
"Jangan ganggu teman-temanku mereka tidak mengerti dan tidak tau aku disini mewakili mereka semua untuk meminta maaf" ucapku dalam hati.
Tapi aku merasakan mereka tidak ada bicara sepatah kata pun yang aku dengar, setelah selesai aku kembali ke tenda dan eka mulai sadar, teman-teman semau pada menggerumbungi Eka penasaran apa yang Eka alami.
"Kamu kena pa Ka?" ucap Lia teman satu kelompok kami.
"Aku jaga tidak tau Lia, aku serasa tidak sadar apa yang terjadi, emangnya ada apa sih?" ucap Eka.
"Kamu tadi kerasukan Ka, kamu berteriak-teriak." Ucap Lia
"Masa sih Lan??" ucap Eka.
"Ia bener kok" ucap ku.
"Lan tadi aku berenang di irigasi itu kok kaki ku seperti ada yang memegangi dan menariknya ke dalam untung saja ada Toni yang ikut berenang juga aku pegangan dengannya dan dia membantu ku."
"Ia di sana ada penunggunya berwujud ular untung saja tidak apa-apa kamu, lain kali kalau mau apa-apa permisi dulu yah" ucap ku kepada Lia.
Tiba-tiba kami lagi asik mengobrol anak-anak pria Andre, Iwan, dan Agus membawa buah rambutan.
"Nih kita bawa buah." ucap Agus
"Dapat dari mana buahnya?" ucap Eka.
"Dari dalam hutan sana kita dapatnya." ucap Andre.
"Kalian sampai ke dalam sana??? nanti ada apa-apa mengambil tanpa ijin Loh." ucap ku
__ADS_1
"Kan ada Toni yang bisa menghendel semuanya." ucap Iwan
Toni di sini dia teman ku yang sama seperti aku bisa melihat hal gaib.
"Aku gak ikut-ikutan yah kalau ada apa-apa." ucapku.
"Udah tenang aja Lan, aman kok ayo kita makan rambutannya rame-rame."
Baru ingin di makan sama teman-teman kecuali aku, eka kembali kerasukan dia mulai marah-marah tidak jelas dan sebentar-bentar menangis kembali. Kali ini aku yang berusaha menyadarkannya karena guru pembina kami tidak ada di tenda.
"Ka istigfar Ka kamu harus lawan kamu bisa!" ucap ku sambil memegangi tangannya dan membisik kan kupingnya.
"Andre, Iwan dan Agus tolong buahnya di kembalikan ke tempatnya!!" ucap ku.
Mereka bertiga pun mengembalikan buah rambutan tersebut di temani dengan Toni.
Di sini aku masih berusaha untuk menyadarkan Eka nanti dia sadar setelah itu dia berubah kembali seperti bukan dirinya yang aku lihat di sini adalah sesosok orang yang besar yang ada di dalam tubuh Eka, semua teman kuwalahan di buatnya. Sampai akhirnya mereka berempat kembali Eka sudah kembali sadar.
"Aku kenapa Lan?" ucap Eka yang binggung.
"Biasa kamu kerasukan lagi." ucapku kepadanya.
"Emang kenapa kok aku bisa kerasukan lagi?" ucap Eka yang binggung.
"Tuh Andre, Iwan, dan Agus mengambil buah di dalam hutan tanpa permisi." Ucapku
"Aku capek Lan kena apa yang di ganggu terus sama mereka, rasanya badan ku sakit semuanya." ucap Eka
"Yaah... karena di sini yang paling lemah dan belum bisa mengendalikan diri, jadi mereka dengan mudah merasuki badanmu."
"Aku capek Lan." ucap Eka sambil menangis.
"Ya udah gak usah sedih, semoga dengan kejadian ini kita semu bisa lebih berhati-hati lagi tidak sembarang bertingkah laku."
"Ia Lan makasih yah!" sahut Eka.
"Ya udah dari pada kamu merenung lebih baik kita masak yuk dah jam 10.00 neh aku mulai lapar." ucapku sambil mengajaknya keluar tenda.
Kami pun mulai memasak untuk makan karena di siang hari kami semua akan pulang. Akhirnya masakan kami pun matang dan kami semua mulai menyantap makan dengan lahapnya indahnya kebersamaan yang kami lalui walau tadi banyak hal-hal di luar nalar dan di ganggu, dengan adanya kejadian itu kami mulai menjaga tata keramah tidak sembarangan lagi dan Eka tidak di ganggu lagu. Selesai makan kami beristirahat sebentar sambil menunggu jam pulang.
Ada yang bermain kartu, ada yang tidur, ada juga yang bergitar sambil bernyanyi.
Tidak terasa jam sudah menunjukan jam 13.00 waktunya kami kembali pulang, senang bercampur horor yang kurasakan saat itu. Kami mulai menaiki bus dan kembali pulang, setelah berjam-jam di dalam mobil akhirnya kami sampai di sekolah jam setengah empat, sebelum pulang kami di suruh berbaris oleh guru pembina ada himbauan-himbauan yang beliau ingin sampai kan
"Tugas meneliti bapak kasih waktu satu minggu untuk membuat menjadi satu buah makalah tentang macam-macam serangga dan di ketik ya jangan di tulis tangan." ucap pak guru Biologi.
Setelah pak guru menyampaikan himbauan kami di persilahkan bubar dan pulang ke rumah masing-masing.
Akhirnya aku pulang ikut dengan temanku kebetulan kami satu gang dan tibalah aku rumah rasanya lelah sekali tapi senang, aku menghampiri mbah yang sedang berada di dapur.
"Lagi apa mbah??"
"Ooo...Kamu pulang nduk, ini lagi nungguin nasi, bentar lagi mateng kamu makan ya!" ucap mbah.
"Ia mbah Lan makan sama mbah ya, temenin Lan makan!"
"Ia nduk, bentar lagi mateng ini nasinya."
Setelah Mateng aku pun makan di temani dengan mbah yang ikut makan bersamaku.
Malam mulai tiba aku mulai ke kamar kebetulan ibu juga tidak kerja hari ini, waktu aku datang tadi ibu sedang tidak berada di rumah.
"Gimana PKL nya Lan" ucap ibuku.
"Lelah bu tapi rame banyak teman-teman Lan bu."
"Terus tugasnya udah di kumpul Lan?"
"Belum bu di kasih waktu seminggu sama pak guru, tapi ini mau Lan rangkum dulu nanti teman Lan yang mengetiknya."
"Ya sudah kalau begitu Lan tidur Jagan malam-malam ya nak besok kamu sekolah." Ucap ibuku.
__ADS_1
"Ia bu habis selesai mengerjakan tugas Lan tidur.
Setelah selesai mengerjakan tugas aku mulai tidur di samping ibu, aku tertidur dengan lelapnya karena kecapean dan kurang tidur.
Keesokan paginya aku sekolah seperti biasanya. Aku mengikuti upacara bendera tapi anehnya semua siswa wanita yang di sekolah ku mereka pingsan sisa aku, Tari, Lusy. Tapi tidak aku hiraukan mungkin saja mereka kelelahan dalam kegiatan PLK kemarin.
Upacara telah selesai aku dan teman-teman mulai masuk ke kelas untuk mengikuti kegiatan belajar, pak guru mulai masuk ke sekolah tiba-tiba beberapa dari temanku ada yang pingsan kembali, di sini juga Eka pingsan aku membantu teman yang lain membawanya ke ruang UKS sesampainya di ruangan itu ada yang sudah siuman aku mulai bertanya kepada mereka.
"Sari kenapa kok kamu pingsan terus?" ucap ku dengan binggung.
"Aku juga tidak tau Lan tapi yang kurasa kan kepalaku berat sekali pusing banget tanganku sakit dan bahuku berasa berat." ucap sari.
Setelah berapa lama Eka akhirnya mulai sadar.
"Kamu kenapa Ka dari tadi pingsan?"
"Gak tau Lan kepala ku sakit bahu ku terasa sangat berat." Ucap Eka
Di sini aku mulai binggung dan mencoba mencari jawabannya, karena menurutku ini aneh, aku pun kembali ke kelas untuk belajar kembali sesampainya di kelas aku bertanya kepada Dion di dalam hati.
"Dion kenapa yah teman-teman ku seperti itu" ucap ku kepadanya.
"Ada yang tidak beres Lan aku melihat ada sebuah benda yang tertinggal dan mungkin mahluk di sana tidak senang atau suka dengan benda itu jadi mereka meneror teman-teman mu" ucap Dion.
"Coba kamu kembali ke sana Lan!" ucap sanjaya.
Aku terdiam mendengar ucapan mereka berdua dan berfikir benda apa tertinggal sampai dampaknya seperti ini. Lalu aku berbicara kepada Toni setelah pelajaran usai dan tiba waktu istirahat.
"Toni kayanya ada yang tidak beres, kita harus kembali lagi kesana ada sesuatu mungkin yang tertinggal disana." ucapku
"Ia Lan aku juga merasakan seperti ini, aku merasakan aku harus kembali lagi kesana." ucap Toni.
"Tapi kayanya aku gak bisa ikut soalnya perjalannya jauh membutuh kan waktu berjam-jam, alasan apa aku sama mbah dan ibu ku pasti mereka tidak mengijinkan aku." ucap ku kepada Toni.
"Ya aku paham Lan gak apa-apa kamu gak bisa ikut biar aku di temani sama Andre aja nanti." ucap Toni.
"Oooo...... ya sudah kalau begitu nanti kalau sudah menemukan bendanya kamu bisa telepon aku yah Toni."
"Ia Lan beres deh, habis pulang sekolah aku sama Andre berangkat ke hutan itu."
"Ia aku juga doain kok biar lancar urusan ini kamu pulang dengan selamat, dan masalah ini cepat kelar."
"Amin" ucap Toni.
Pelajaran terakhir telah usai tiba waktu untung pulang Toni dan Andre pun mulai berangkat menuju hutan itu, di dalam perjalan mereka tidak ada kendala apa pun jarak yang di tempuh untuk menuju kesana adalah 4 jam, setelah menempuh berjam-jam lamanya akhirnya mereka sampai di hutan itu. Mereka mulai menuju tempat tenda semalam dan mulai berpencar untuk mencari benda tersebut setelah satu penuh mencari benda tersebut trnyata mereka menemukan benda tersebut rerumputan yang rimbun dan tinggi-tingi mereka menemuka pelastik hitam yang bergumpal lalu pelastik itu di buka oleh Toni ternyata isinya pembalut wanita yang masih ada darahnya Toni, dan Andre pun kaget melihat benda itu akhirnya mereka membawa benda itu.
Malam telah tiba jam sudah menunjukan jam 21.00, tapi Toni tak kunjung menelepon ku, aku mulai panik sesekali aku menelepon Toni dan Andre tapi tak kunjung di angkat-angkatnya. Setelah beberapa menit kemudian Toni mulai menelepon ku.
"Halo... Lan kamu sudah tidur?" ucap Toni.
"Belum Toni aku menunggu kabar dari kamu." ucapku.
"Aku sudah menemukan benda itu Lan."
"Benda apa Toni yang kamu temukan" ucapku dengan penasaran.
"Tadi aku menemukan di dekat tenda kita benda itu ada di rerumputan yang rimbun hampir tidak terlihat karna di tutupi oleh rumput, setelah aku menghampirinya aku menemukan pelastik hitam yang bergumpal setelah aku membukanya ternyata isinya adalah pembalut wanita yang masih ada darahnya" ucap Toni
Setelah mendengar cerita dari Toni aku terkejut pantas saja mereka marah dan meneror kami semua.
"Terus benda itu kamu bawa kan Toni" ucapku.
"Ia aku bawa setelah dekat dari rumah aku menguburnya di samping rumah ku, aku tidak berani membuangnya sembarangan Lan."
"Oya sudah bagus saja kalau seperti itu."
Aku pun mengakhiri telepon Toni dan mulai tidur karena hari sudah larut malam.
Keesokan paginya teman-temanku kembali ceria seperti sedia kala apa lagi Eka dia mulai berbicara tanpa henti tapi aku senang teman-teman ku sudah baik seperti sedia kala.
🙏🙏Terimakasih sudah membaca karya ku jangan lupa ya like, komen dan votenya 🥰🥰🥰❤️❤️
__ADS_1