Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Rencana Pelaporan Polisi


__ADS_3

Halo apa kabar? maafkan saya baru update sekarang karena ada banyak hal dan faktor yang membuat saya jarang update cerita ini, mohon maaf jika nantinya kalian tidak merasa puas dengan update cerita saya hari ini.


...***...


“Udah nih,” ucapku sambil menyimpan spidol yang aku pegang.


Rupanya Lucy yang berjalan sambil dibopong oleh Dimas itu menarik perhatian warga, ditambah lagi terlihat lengan Lucy yang berbalut kain dengan penuh bercak darah.


Dimas membuka kap belakang mobilnya agar Lucy bisa istirahat sejenak sambil membalut luka yang ada di lengan Lucy.


“Temannya kenapa?” salah seorang warga mendatangi kami.


“Habis jatuh Bu tadi pas mau mendaki,” sahut Dimas.


“Ya Allah kasihan banget itu lukanya sampai begitu, tunggu sebentar ya Ibu ambilkan minum,” Ibu itu beranjak pergi.


“Untung saja kita parkir mobil di sini,” ucapku.


“Lan, lihat deh mereka masih merhatiin kita kayanya tapi mereka nggak berani mendekat,” ucap Lucy.


“Iya mungkin karena di sini banyak warga,” sahut Dimas.


Terlihat ibu yang tadi menghampiri kami pun kembali sambil membawa nampan berisi minuman.


“Ini Dek minum dulu,” ucapnya sambil menyodorkan segelas teh kepada Lucy.


“Terima kasih ya Bu,” ucapku sambil melilitkan perban ke tangan Lucy.


“Ini gimana ceritanya kok bisa sampai begini?” tanya Ibu itu.

__ADS_1


“Ini teman saya jalannya nggak lihat-lihat Bu biasa dia ini kadang suka pecicilan jadi salah langkah dan jatuh terus ini tangannya kena akar pohon,” tutur Dimas.


“Ya ampun untung kamu nggak kenapa-kenapa, soalnya hutan itu terkenal angker tapi juga sering di jadikan tempat pendakian,” ucap Ibu itu.


“Angker kenapa Bu?” tanyaku penasaran.


“Ada hantu wanita wajahnya berdarah-darah, beberapa warga sudah sering ditampakkan sama dia, ih ... Serem pokoknya,” tuturnya sambil bergidik.


Aku hanya bisa saling memandang dengan Lucy dan juga Dimas, sementara itu Lucy terus memperhatikan beberapa pria yang mengikuti kami tadi.


“Tapi kamu nggak apa-apa kan?” tanya Ibu itu kepada Lucy.


“Nggak apa-apa Bu, nanti juga sembuh,” sahut Lucy.


“Kita pulang sekarang?” ucap Dimas.


Dimas membopong Lucy masuk ke dalam mobil, sedangkan aku berpamitan dengan Ibu tersebut.


“Bu terima kasih atas minumannya kami pulang dulu ya, nggak jadi mendaki,” ucapku.


“Iya kalian hati-hati ya,” ucap Ibu itu.


Aku pun masuk ke dalam mobil, Dimas bergegas menginjak gas dan melaju dengan kecepatan tinggi.


“Kita langsung pulang ke rumah aja ya, bahaya kalau kita pulang ke rumah kakak kamu Lan,” ucap Dimas.


“Ya sudah nanti aku kabari mereka kalau kita langsung pulang ke rumah,” ucapku.


“Gila! aku takut banget kalau kita tadi ditangkap sama mereka,” ucap Lucy.

__ADS_1


“Tapi untungnya kamu punya banyak akal,” sahut Dimas.


“Tapi pertama-tama kita ke rumah sakit dulu, aku takut luka kamu nanti infeksi,” ucapku.


“Nah bener,” sahu Dimas.


“Tapi yang di sumur itu gimana?” tanyaku.


“Kita panggil polisi aja, gimana?” sahut Lucy.


“Terus bilangnya gimana coba, memang mereka bakalan percaya karena Wulan bisa melihat hantu?” ucap Dimas.


“Ya bilang aja kita habis hiking tapi terjadi suatu hal yang membuat kita menemukan sumur itu, saat kita buka dan kita senter sumur itu buat nyari air ternyata yang ada malah tengkorak,” tutur Lucy.


“Ide kamu bagus juga Lucy,” ucap Dimas.


“Hahaha Lucy gitu lo ... Awww aduh sakit,” Lucy tidak sengaja membenturkan tangannya.


“Ya sudah kita ke kantor polisi saja langsung, momennya pas nih, pas Lucy lagi babak belur hahaha,” ucap Dimas sambil tertawa.


“Iya juga ya,” sahutku membenarkan perkataan Dimas.


Kami pun mencari kantor polisi terdekat untuk membuat laporan serta memberikan kesaksian, kami juga diberi beberapa pertanyaan oleh polisi karena kondisi Lucy membuat para polisi tersebut percaya dengan ucapan kami.


Dengan cepat polisi bergerak untuk melakukan pengintaian, karena kami juga memberi tahu jika sumur itu dijaga oleh beberapa orang, kami juga diminta untuk menunggu dan beristirahat di ruang yang sudah di sediakan namun Dimas sepertinya tidak ingin diam jadi kami pun memutuskan untuk ikut.


bersambung...


Nantikan episode selanjutnya, see you untuk kalian semua

__ADS_1


__ADS_2